Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Banner Publikasi Press Release Gratis
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Pendidikan

“Kami Juga Guru Indonesia”: Jutaan Pendidik Madrasah Swasta Kirim Surat Terbuka ke Prabowo, Tegaskan Keadilan dan Kesetaraan di Balik Jeritan Hati

Sami'an by Sami'an
22 August 2026
in Pendidikan
A A
0
1787323279371
859
SHARES
1.2k
VIEWS

JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk kebijakan transformasi aparatur sipil negara (ASN) yang sedang bergulir, sebuah suara lirih namun penuh keteguhan kembali menggema dari pelosok negeri. Melalui Surat Terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia ke-8, Bapak Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto, ratusan ribu Guru Madrasah Swasta di Seluruh Indonesia menyampaikan jeritan hati yang selama ini terpendam. Surat ini bukan ultimatum politik atau tuntutan hak istimewa, melainkan curahan rasa manusia-manusia biasa yang setiap pagi mengenakan pakaian sederhana, tersenyum di depan murid meski beban rumah tangga menghimpit, dan tetap mengajar di ruang kelas sempit tanpa jaminan masa depan yang pasti. Dengan kalimat penutup yang menyayat—”Jangan biarkan guru yang mengajarkan harapan justru kehilangan harapan untuk dirinya sendiri”—mereka menegaskan satu identitas mutlak: KAMI JUGA GURU INDONESIA.

 

Tiga Permohonan Keadilan, Bukan Keistimewaan

Inti dari surat terbuka ini adalah tiga permohonan fundamental yang lahir dari kerendahan hati, bukan keserakahan. Pertama, perhatian yang lebih adil dalam seluruh kebijakan transformasi ASN, pengangkatan, dan status kepegawaian di lingkungan pendidikan; guru madrasah swasta tidak boleh lagi menjadi “anak tiri” saat rekan sejawat di instansi lain mendapatkan kepastian. Kedua, jaminan kesejahteraan yang layak dan setara, agar guru tidak lagi dihadapkan pada pilihan tragis antara memenuhi kebutuhan keluarga atau bertahan dalam pengabdian. Ketiga, penghapusan sekat diskriminatif dalam memandang pengabdian; karena anak negeri tetaplah anak negeri, dan guru yang mendidik mereka—entah di sekolah negeri maupun madrasah swasta—tetaplah Guru Indonesia. Mereka menekankan bahwa ketika seorang alumni madrasah berhasil menjadi dokter, ulama, atau pemimpin bangsa, di balik kesuksesan itu ada guru yang namanya tak pernah dikenal, namun tetap percaya bahwa muridnya akan berguna bagi nusa dan bangsa.

1787323434447

Para Penjaga Ilmu yang Tak Terlihat Kamera

Protagonis dalam narasi ini adalah seluruh Guru Madrasah Swasta di Seluruh Indonesia, sosok-sosok yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mendidik anak-anak bangsa di desa-desa terpencil, jauh dari sorotan kamera dan gemerlap penghargaan. Mereka adalah orang-orang biasa yang tetap berangkat ke madrasah meski kendaraan bermasalah, fasilitas terbatas, dan hujan turun deras. Di sisi penerima aspirasi adalah Presiden Prabowo Subianto selaku pemimpin tertinggi yang memegang kunci kebijakan strategis. Surat ini juga merupakan respons kolektif terhadap dinamika perbaikan nasib tenaga honorer di sektor lain yang mulai mendapat angin segar, sementara guru madrasah swasta masih bertanya-tanya: “Sampai kapan masa depan kami tidak pasti?” Tokoh-tokoh perwakilan guru bertindak sebagai penyampai pesan moral ini, mengingatkan bahwa di balik setiap guru madrasah ada keluarga yang menunggu kepastian dan anak-anak yang menggantungkan masa depan.

 

Momentum Transformasi ASN sebagai Titik Kritis

Surat terbuka ini disampaikan tepat pada momen krusial ketika kebijakan transformasi ASN sedang berjalan masif, menciptakan euforia sekaligus kecemasan bagi mereka yang belum tersentuh. Waktu penyampaian sangat strategis: saat harapan akan perbaikan nasib sedang tinggi-tingginya, namun realitas menunjukkan adanya kesenjangan implementasi antar-sektor. Lokasi penyampaian bersifat simbolis dan substansial: ditujukan ke Istana Negara/Jakarta sebagai pusat pengambilan keputusan, namun mewakili kondisi riil di ribuan madrasah swasta yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, terutama di wilayah-wilayah yang jarang tersentuh pembangunan infrastruktur pendidikan. Momentum ini dipilih karena jika tidak disuarakan sekarang, dikhawatirkan celah kebijakan akan tertutup permanen, meninggalkan jutaan guru madrasah swasta dalam ketidakpastian abadi. Ini adalah panggilan terakhir sebelum pintu negosiasi legislasi kepegawaian benar-benar terkunci.

 

Karena Indonesia Emas 2045 Dibangun oleh Karakter, Bukan Hanya Gedung Tinggi

Mengapa guru madrasah swasta merasa perlu mengirim surat terbuka di saat yang bersamaan dengan perbaikan status honorer lain? Karena mereka percaya bahwa Indonesia Emas 2045 tidak hanya dibangun oleh gedung tinggi, teknologi canggih, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh guru-guru yang setiap hari menanamkan karakter kepada anak-anak bangsa—dan sebagian besar dari mereka berada di madrasah swasta. Pertanyaan retoris “Pernahkah negara bertanya kepada guru madrasah swasta: Apakah gajimu cukup untuk hidup?” bukanlah keluhan emosional semata, melainkan gugatan eksistensial terhadap sistem pendidikan nasional. Jika tujuan akhirnya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk generasi berakhlak mulia, maka membiarkan guru madrasah swasta hidup dalam ketidakpastian adalah kontradiksi terhadap visi Indonesia Emas. Tanpa kepastian status dan kesejahteraan, api semangat mengajar berisiko padam, meninggalkan jutaan siswa di daerah terpencil tanpa pendidik berkualitas. Keadilan bagi guru madrasah adalah prasyarat mutlak bagi keberlanjutan pendidikan karakter nasional.

 

Baca Juga

WhatsApp Image 2026 10 05 at 5.06.09 PM

Hari Pertama OMI Provinsi DIY, MAN 1 Yogyakarta Tunjukkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah

5 October 2026
IMG 20261004 WA0009

Spendus Cup Vol. II: Ketika Lapangan Sekolah Menjadi Ruang Tumbuh Atlet Muda Gowa

4 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 02 at 4.27.08 PM

MAN 1 Yogyakarta Raih Juara 2 Lomba Konten Inisiasi Demokrasi

4 October 2026
WhatsApp Image 2026 10 03 at 2.38.59 PM

MAN 1 Yogyakarta Borong Prestasi, Penyerahan Penghargaan Warnai Upacara Senin

4 October 2026

Dari Surat Terbuka Menuju Kehadiran Negara yang Nyata

Bagaimana mekanisme advokasi ini diharapkan berdampak nyata? Dimulai dengan penyampaian surat terbuka yang dirancang bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai undangan dialog konstruktif bagi Presiden untuk menyusun kebijakan pendidikan dan kepegawaian yang lebih inklusif. Langkah selanjutnya adalah integrasi aspirasi ke dalam pembahasan regulasi transformasi ASN di Kementerian PANRB, Kementerian Agama, dan Istana, sehingga guru madrasah swasta memiliki jalur jelas menuju PNS atau PPPK penuh waktu dengan hak setara. Guru madrasah siap membuktikan komitmennya dengan terus berkarya tenang asalkan negara hadir menghargai pengabdian mereka. Hasil yang diharapkan adalah lahirnya ekosistem pendidikan yang adil, di mana nama Guru Madrasah Swasta disebut saat negara berbicara tentang guru, diperhitungkan saat membahas kesejahteraan, dan diajak berjalan bersama saat menyusun masa depan pendidikan. Seperti tertulis dalam penutup surat: “Jika suatu hari seorang anak madrasah berdiri di podium dan berkata ‘Saya bisa sampai di sini karena guru saya tidak pernah menyerah,’ — kami ingin guru itu juga bisa berkata kepada keluarganya: ‘Negara ternyata tidak melupakan kita.'”

 

Dengarkan Suara Kecil dari Pelosok Negeri

Surat Terbuka Guru Madrasah Swasta adalah cermin kejujuran yang harus dibaca dengan hati oleh setiap pemegang kebijakan. Ketika jutaan guru bertanya “Lalu, bagaimana dengan kami?”, mereka sedang menguji integritas sistem pendidikan nasional kita. Kepada Presiden Prabowo Subianto: dengarlah suara kecil dari pelosok negeri ini bukan sebagai gangguan, tetapi sebagai fondasi moral bagi Indonesia Emas 2045 yang sesungguhnya. Kepada seluruh elemen bangsa: dukunglah perjuangan guru madrasah swasta, karena mereka adalah penjaga ilmu, karakter, dan masa depan bangsa yang bekerja dalam keheningan. Keadilan bagi guru madrasah bukan hadiah, melainkan utang negara yang harus dilunasi demi martabat pendidikan Indonesia. Semoga negara hadir. Semoga kebijakan berpihak kepada keadilan. Semoga tidak ada lagi guru yang mengajarkan masa depan sambil mencemaskan masa depannya sendiri.

    Tags: guruKeadilanKesetaraanKirim Surat TerbukaMadrasah SwastaPendidikPrabowo
    Share344Tweet215Share60Pin77SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    Sehat, Ceria, Dan Merdeka! KKN Ikut Semarakkan Posyandu Desa Pamongan

    Next Post

    Cegah Delinkuensi Remaja, Dosen Universitas Bengkulu Perkuat Karakter dan Literasi Hukum Siswa SMAN 7 Kota Bengkulu

    Sami'an

    Sami'an

    Related Posts

    WhatsApp Image 2026 10 05 at 5.06.09 PM

    Hari Pertama OMI Provinsi DIY, MAN 1 Yogyakarta Tunjukkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah

    5 October 2026
    IMG 20261004 WA0009

    Spendus Cup Vol. II: Ketika Lapangan Sekolah Menjadi Ruang Tumbuh Atlet Muda Gowa

    4 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 02 at 4.27.08 PM

    MAN 1 Yogyakarta Raih Juara 2 Lomba Konten Inisiasi Demokrasi

    4 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 03 at 2.38.59 PM

    MAN 1 Yogyakarta Borong Prestasi, Penyerahan Penghargaan Warnai Upacara Senin

    4 October 2026
    Next Post
    IMG 20260822 WA0000

    Cegah Delinkuensi Remaja, Dosen Universitas Bengkulu Perkuat Karakter dan Literasi Hukum Siswa SMAN 7 Kota Bengkulu

    14 20260822 075053 0013

    Menuju NRIF 2026, LKP2M Seleksi Calon Panitia melalui Uji Kompetensi dan Studi Kasus

    1001628129 1

    LKP2M Mantapkan Langkah Panitia NRIF 2026 melalui Upgrading dan First Meeting

    IMG 20260610 WA0035

    LKP2M Bekali Mahasiswa Hadapi Seleksi LPDP melalui Webinar Nasional “Drafting Your Future”

    1001628146

    LKP2M Bangun Keakraban Pengurus dan Anggota melalui Minggu Sehat di Car Free Day

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Potret Cintya Rahma Sari, siswi berprestasi asal SMK Negeri 2 Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang berhasil mengharumkan nama daerah dengan memborong empat gelar juara Olimpiade pada berbagai bidang mata pelajaran di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

    Kisah Inspiratif Cintya Rahma Sari: Siswi SMKN 2 Batang Toru yang Borong 4 Gelar Juara Olimpiade Tingkat Provinsi

    6 October 2026
    1

    Bekali Keterampilan Kerja, WBP Lapas Arjasa Kelola SAE Cuci Kendaraan

    6 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 14.06.57

    Lapas Arga Makmur Perkuat Persiapan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi WBP

    6 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 14.05.24

    Lapas Arga Makmur Ikuti Anev Menteri, Perkuat Evaluasi dan Tindak Lanjut Kinerja

    6 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 12.10.20

    Rutan Bengkulu Gelar Sidang TPP, Bahas Perkembangan dan Program Pembinaan Warga Binaan

    6 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 06 at 14.12.53

    15 Warga Binaan Rutan Bengkulu Bebas Melalui Program Integrasi, Siap Kembali ke Masyarakat

    6 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Square Media Wanita
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita