Malang, 06 Juni 2026 – Lembaga Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) melaksanakan kegiatan Interview dan Seleksi Panitia National Research and Innovation Fair (NRIF) 2026 pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut dilaksanakan mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB dan diikuti oleh 20 anggota LKP2M yang mendaftarkan diri sebagai calon panitia NRIF 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan persiapan penyelenggaraan National Research and Innovation Fair (NRIF) 2026, sebuah kompetisi ilmiah bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh LKP2M. Sebagai salah satu agenda besar organisasi, NRIF membutuhkan kepanitiaan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga komitmen, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi berbagai dinamika dalam penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional.
Proses seleksi dilaksanakan sebagai upaya untuk menyaring anggota LKP2M yang dinilai memiliki kesiapan dan kesesuaian dengan kebutuhan masing-masing divisi kepanitiaan. Melalui proses interview, Steering Committee berupaya mengenali lebih jauh motivasi, pengalaman, pemahaman, serta potensi setiap calon panitia sebelum menentukan formasi kepanitiaan NRIF 2026.
Dalam pelaksanaannya, proses interview dipandu oleh Steering Committee National Research and Innovation Fair 2026 yang terdiri atas Saniya Alin Salsabila, Ahmad Royhan Firdaus, Azky Nur Kumala, dan Qori’atun Nabila. Para Steering Committee secara bergantian melakukan wawancara terhadap peserta yang telah mendaftarkan diri pada kepanitiaan NRIF 2026.
Pertanyaan dalam sesi interview disusun untuk menggali sejumlah aspek penting dari setiap calon panitia. Peserta ditanyakan mengenai pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap NRIF, alasan memilih divisi tertentu, pengalaman berorganisasi maupun kepanitiaan, serta kesiapan dan komitmen dalam menjalankan tugas. Aspek tersebut menjadi pertimbangan penting mengingat setiap divisi dalam kepanitiaan NRIF memiliki tanggung jawab dan karakteristik pekerjaan yang berbeda.
Selain pertanyaan umum, proses seleksi juga dilengkapi dengan studi kasus (case study). Peserta diberikan gambaran mengenai sejumlah persoalan yang telah terjadi maupun berbagai kemungkinan permasalahan yang dapat muncul selama penyelenggaraan kompetisi ilmiah tingkat nasional. Melalui studi kasus tersebut, calon panitia tidak hanya dinilai berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki, tetapi juga berdasarkan kemampuan mereka dalam menganalisis situasi, mengambil keputusan, menyusun solusi, serta menunjukkan sikap bertanggung jawab ketika menghadapi permasalahan.
Pendekatan studi kasus menjadi salah satu bagian penting dalam seleksi karena penyelenggaraan NRIF membutuhkan panitia yang mampu beradaptasi dengan situasi yang dinamis. Kompetisi tingkat nasional melibatkan berbagai pihak, mulai dari peserta, guru atau pendamping, dewan juri, mitra, hingga pihak internal organisasi. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi, koordinasi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan menjadi kompetensi yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan kepanitiaan.
Kepala Biro Penelitian LKP2M Periode 2026, Saniya Alin Salsabila, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti proses seleksi. Ia juga berharap semangat dan niat baik para peserta dapat terus berlanjut dalam berbagai aktivitas LKP2M.
“Terima kasih sudah meluangkan waktunya gus ning. Semoga semangat dan niat baiknya tidak terhenti di sini saja. Mohon ditunggu kabar baiknya, insyaAllah hasilnya akan segera diumumkan,” ungkap Saniya.
Setelah seluruh sesi interview selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pleno Steering Committee National Research and Innovation Fair 2026. Rapat tersebut menjadi tahap lanjutan untuk membahas hasil interview dan menentukan formasi kepanitiaan yang akan bertugas dalam penyelenggaraan NRIF 2026.
Dalam rapat pleno, hasil wawancara dan berbagai pertimbangan dari masing-masing calon panitia menjadi bahan pembahasan dalam menentukan penempatan anggota pada divisi yang sesuai. Penentuan formasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan kepanitiaan, kemampuan, pengalaman, pilihan divisi, serta hasil studi kasus yang telah diberikan selama proses interview.
Wakil Direktur LKP2M Periode 2026 sekaligus Kepala Biro Penelitian LKP2M Periode 2025, Ahmad Royhan Firdaus, menekankan pentingnya tanggung jawab dan komitmen bagi anggota yang nantinya terpilih sebagai panitia NRIF 2026.
“Semoga panitia yang terpilih nantinya dapat bertanggung jawab dan berkomitmen atas divisi yang dipilih. Menjadi panitia NRIF merupakan kesempatan yang luar biasa untuk belajar manajemen penyelenggaraan kompetisi ilmiah tingkat nasional yang kompleks. Semoga beberapa studi kasus yang telah disampaikan dapat menjadi bekal bagi panitia yang terpilih untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab kepanitiaan dengan baik, dari awal hingga akhir mengawal lahirnya para juara dengan karya-karya yang berkualitas,” tutur Royhan.
Lebih dari sekadar proses seleksi kepanitiaan, kegiatan interview ini menjadi ruang awal bagi anggota LKP2M untuk belajar memahami kompleksitas penyelenggaraan kegiatan ilmiah berskala nasional. Para calon panitia ditantang untuk menunjukkan kesiapan sekaligus merefleksikan kemampuan yang mereka miliki agar dapat memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
Dengan selesainya proses interview dan rapat pleno, LKP2M selanjutnya akan menetapkan formasi kepanitiaan NRIF 2026. Panitia yang terpilih diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, membangun koordinasi yang solid antardivisi, serta menjaga kualitas penyelenggaraan NRIF sebagai salah satu kompetisi ilmiah tingkat nasional yang menjadi bagian dari kontribusi LKP2M dalam mengembangkan budaya akademik dan penelitian mahasiswa.
Melalui kepanitiaan yang kompeten dan berkomitmen, NRIF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi mahasiswa dan pelajar untuk menunjukkan gagasan serta inovasi, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran bagi anggota LKP2M dalam mengelola kegiatan ilmiah secara profesional. Pada akhirnya, keberhasilan NRIF 2026 diharapkan dapat melahirkan karya-karya berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem penelitian, inovasi, dan budaya akademik di kalangan generasi muda.
























