Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Enam murid MAN 1 Yogyakarta bersiap membawa nama Daerah Istimewa Yogyakarta ke panggung kompetisi nasional 2026. Mereka akan bertanding dan tampil sebagai finalis dalam sejumlah ajang bergengsi, mulai dari Musabaqah Tilawatil Qur’an, Olimpiade Sains Nasional, Generasi Berencana, hingga inovasi dan kewirausahaan.
Sebelum bertolak ke berbagai kota penyelenggara, keenam murid tersebut berpamitan sekaligus memohon doa restu kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogyakarta, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., dalam audiensi di ruang kerja Kakanwil Kemenag DIY, Selasa (8/9/2026).
Pertemuan berlangsung hangat dan turut dihadiri Ketua Tim Kelembagaan dan Sistem Informasi Bidang Dikmad Kanwil Kemenag DIY, H. Abdul Naim, S.Ag., M.S.I., serta jajaran pimpinan MAN 1 Yogyakarta: Kepala Madrasah H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, S.E., M.M., Waka Kesiswaan Muhammad Amin, S.Ag., M.A., dan Waka Humas Apriyata Dzikry Romadhon, S.Hum.
Enam murid yang akan membawa nama DIY di tingkat nasional tersebut adalah Tomzy Arzuleo, murid kelas XII PK 1, dan Arinda Isma Al Maidani, murid kelas XI PK 1. Keduanya akan berlaga pada cabang Musabaqah Syahril Qur’an dalam MTQ Tingkat Nasional ke-XXXI di Semarang.
Dari bidang sains, Talitha Andriani Nurhidayati, murid kelas XII D, melaju sebagai finalis OSN tingkat nasional bidang Kimia di Malang.
Shufia Aghnia, murid kelas XII B, akan tampil sebagai Duta GenRe Putri Yogyakarta Tahun 2025 dalam ajang Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana Nasional (ADUJAKNAS) di Jakarta.
Sementara itu, Nabielah Nihlatul Maula dan Muhammad Farrel Rizky Setiawan, keduanya murid kelas XII F, menjadi finalis Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tingkat nasional di Bali.
Bentang capaian tersebut memperlihatkan keberagaman jalur prestasi murid MAN 1 Yogyakarta. Panggung nasional mereka tahun ini tidak hanya datang dari satu rumpun keilmuan, tetapi mencakup bidang keagamaan, sains, kepemudaan, inovasi, dan kewirausahaan.
Di hadapan keenam delegasi, Kakanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia berpesan agar para murid tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menunjukkan kualitas diri dan menjaga nama baik daerah serta madrasah.
“Kalian bertanding tidak hanya membawa nama pribadi. Saat melangkah di tingkat nasional, kalian membawa dan menjaga minimal lima nama besar, yaitu diri sendiri, keluarga, MAN 1 Yogyakarta, Kemenag D.I. Yogyakarta, dan Provinsi D.I. Yogyakarta. Maka berikanlah yang terbaik,” tandas Ahmad Bahiej.
Ia juga menekankan tiga bekal utama yang harus dibawa para delegasi: kualitas, integritas, dan filosofi. Kualitas ditunjukkan melalui kompetensi terbaik, daya juang, dan semangat pantang menyerah. Integritas tercermin dalam kejujuran, keluhuran budi, dan sportivitas. Sementara filosofi berarti membawa identitas budaya adiluhung Yogyakarta melalui kesopanan, keramahan, dan tata krama ketika berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto menyampaikan terima kasih atas perhatian, arahan, dan motivasi Kakanwil Kemenag DIY. Ia memastikan madrasah akan terus memberikan pendampingan agar para delegasi memiliki kesiapan akademik, mental, dan fisik.
“Madrasah akan terus memberikan pendampingan optimal agar anak-anak siap menghadapi kompetisi dan mampu memberikan yang terbaik,” ujar Edi.
Enam murid tersebut kini bersiap menghadapi panggung masing-masing. Mereka tidak hanya membawa target prestasi, tetapi juga amanah untuk merepresentasikan MAN 1 Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat nasional. (adr)





















