Bengkulu — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu menggelar acara penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan dalam rangka melepas tiga pegawai yang memasuki masa purnabakti. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Kelas I Bengkulu tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para pegawai yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemasyarakatan.
Pegawai yang memasuki masa purnabakti yakni Rili Semawati, Zelati, dan Sapuandi. Selama menjalankan tugas, ketiganya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Bapas Kelas I Bengkulu, memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan pembimbingan kemasyarakatan, pelayanan publik, serta pembinaan terhadap klien pemasyarakatan.
Acara perpisahan berlangsung dengan suasana haru. Seluruh jajaran Bapas Kelas I Bengkulu menyampaikan ucapan terima kasih atas loyalitas, integritas, dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama menjalankan amanah sebagai aparatur sipil negara. Perjalanan panjang para pegawai tersebut dinilai telah memberikan inspirasi bagi generasi penerus untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain penyampaian kesan dan pesan, kegiatan juga diisi dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa meskipun masa tugas telah berakhir, jasa dan kontribusi mereka akan tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan Bapas Kelas I Bengkulu.
Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, menyampaikan bahwa purnabakti bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal dari pengabdian dalam bentuk yang berbeda di tengah masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Rili Semawati, Ibu Zelati, dan Bapak Sapuandi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Bapas Kelas I Bengkulu. Nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan semangat melayani yang telah mereka tunjukkan menjadi teladan bagi seluruh pegawai. Pengabdian mereka telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan pemasyarakatan yang semakin baik,” ujar Aidil Jumidi.
Menurut Aidil, keberhasilan pelayanan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari capaian organisasi, tetapi juga dari komitmen setiap pegawai dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, pengalaman dan keteladanan para pegawai purnabakti akan terus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran.
Melalui momentum ini, Bapas Kelas I Bengkulu berharap semangat pengabdian yang telah diwariskan para pegawai purnabakti dapat terus dilanjutkan oleh seluruh insan pemasyarakatan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, humanis, dan berdampak positif bagi terwujudnya sistem pemasyarakatan yang modern.(IH)





















