Sebanyak 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Tempuran melalui Pengembangan Potensi dan Optimalisasi Fasilitas Desa”, kegiatan KKN ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki desa.
Program KKN yang dilaksanakan sejak Juli 2025 tersebut mencakup beberapa bidang, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga pengembangan fasilitas desa. Beberapa kegiatan yang dilakukan mahasiswa antara lain pembuatan tempat sampah, pembuatan filter air, bimbingan belajar bagi anak-anak, serta kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat Desa Tempuran selama mahasiswa melakukan observasi di lapangan.
Ketua KKN UNY Desa Tempuran, Rahma Novita, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa di Desa Tempuran tidak hanya ditujukan untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga untuk membantu masyarakat mengembangkan potensi yang sudah dimiliki.
“Kami berharap selama berada di Desa Tempuran, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami juga berharap program yang kami lakukan dapat menjadi langkah kecil yang bisa dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN selesai,” ujar Rahma.
Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah pengembangan fasilitas lingkungan melalui pembuatan tempat sampah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan serta mendorong kebiasaan membuang dan mengelola sampah dengan lebih baik. Selain itu, mahasiswa juga mengembangkan filter air sebagai salah satu bentuk pemanfaatan sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih di lingkungan masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada lingkungan dan fasilitas desa, mahasiswa KKN juga memberikan perhatian pada bidang pendidikan. Melalui kegiatan bimbingan belajar, mahasiswa mendampingi anak-anak Desa Tempuran dalam kegiatan belajar di luar sekolah. Kegiatan TPQ juga menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa bersama anak-anak di desa. Kehadiran mahasiswa di bidang pendidikan diharapkan dapat memberikan ruang belajar tambahan sekaligus menciptakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak selama masa KKN.
Berbagai kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program bimbingan belajar dan pendampingan pendidikan mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sementara pengembangan fasilitas lingkungan dan pengelolaan sampah dapat dikaitkan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pembuatan filter air juga berkaitan dengan SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaksanaan KKN juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selamaberada di perguruan tinggi. Kegiatan tersebut sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) 2, yaitu mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus melalui proyek desa dan kegiatan mengajar. KKN juga berkaitan dengan IKU 3, yaitu dosen berkegiatan di luar kampus melalui keterlibatan dan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan mahasiswa.
Sementara itu, Dr. Rony Siswo Setiaji, M.Pd., dosen pembimbing lapangan dari UNY, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat kepada masyarakat, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu di dunia nyata.
“Melalui KKN, mahasiswa belajar langsung dari masyarakat sekaligus menjadi fasilitator perubahan. Ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan berbasis kepedulian dan keberlanjutan,” ungkapnya.
Kepala Desa Tempuran, Keman, turut menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNY di Desa Tempuran. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu desa dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki serta memberikan tambahan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat.
“Kami berharap adanya mahasiswa KKN UNY di Desa Tempuran dapat membantu mengembangkan potensi yang ada di desa. Selain membantu dalam kegiatan yang sudah berjalan, kami juga berharap mahasiswa dapat memberikan ide dan pengalaman baru yang nantinya bisa menjadi bahan untuk pengembangan desa, termasuk potensi desa sebagai tujuan wisata,” ujar Keman.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, KKN UNY Desa Tempuran berupaya membangun kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Pengembangan fasilitas, pendampingan pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan perubahan yang dapat dirasakan secara langsung di lingkungan desa.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat UNY Berdampak, yaitu menghadirkan kontribusi perguruan tinggi yang tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan mengembangkan program berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal, mahasiswa KKN diharapkan dapat turut mendukung proses pembangunan Desa Tempuran secara berkelanjutan.






















