Palembang – Transformasi digital di dunia pendidikan kini semakin nyata, khususnya dalam metode pembelajaran sejarah yang seringkali dianggap kaku. Salah satu sosok yang mengambil peran penting dalam inovasi ini adalah Veni Zeliana S, S.Pd., seorang pendidik inspiratif yang baru-baru ini didaulat sebagai Guru Model terpilih dari hasil Focus Group Discussion (FGD) Universitas Sriwijaya. Veni dipercaya untuk mengimplementasikan inovasi video pembelajaran sejarah berbasis Artificial Intelligence (AI) di sekolah.
Keterlibatan Veni merupakan bagian dari kegiatan “FGD dan Diseminasi Hasil Pengabdian Pembuatan Video Pembelajaran Sejarah Berbasis AI untuk Mempromosikan Peradaban Kedatuan Sriwijaya Melalui Museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya”. Program yang diketuai oleh Dr. Hudaidah, M.Pd., ini merupakan wujud Equity Program Universitas Sriwijaya yang didanai oleh LPDP tahun 2026 guna mendukung Sustainable Development Goal 4 (SDG 4) tentang pendidikan berkualitas.
Acara FGD tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FKIP Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan betapa pentingnya inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mengingatkan pentingnya pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan dan apresiasi atas karya inovatif para guru.
Sebagai tindak lanjut dari FGD, tahap diseminasi dan implementasi dilaksanakan pada 4 April 2026 di Sekolah Laboratorium Universitas Sriwijaya, yakni SMA Srijaya Negara Palembang. Pada sesi inilah, Veni Zeliana, S.Pd. bersama Sesilia Dewi Putri, S.Pd., membuktikan kepiawaiannya sebagai guru model di kelas unggulan X.1. Keduanya memanfaatkan video pembelajaran berbasis AI yang telah divalidasi oleh para ahli sebagai media utama untuk menyampaikan materi kejayaan Kedatuan Sriwijaya secara interaktif dan modern.
Rekam Jejak Cemerlang Sejak Bangku Kuliah
Dedikasi Veni di bidang pendidikan dan pengembangan diri sejatinya telah pupuk sejak lama. Alumni SMA Negeri 9 Palembang yang dikenal sebagai siswi berprestasi ini, melanjutkan pendidikan di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya (2013-2016). Selama berstatus mahasiswi, ia dikenal sangat aktif, baik di bidang akademik maupun organisasi. Veni merupakan penerima Beasiswa PPA Universitas Sriwijaya dan tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP.
Sederet prestasi gemilang pun pernah diraihnya. Veni berhasil menyabet gelar Juara III Debat Bahasa Tingkat Mahasiswa Se-Sumsel yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Ia juga dinobatkan sebagai Putri Madani FKIP Universitas Sriwijaya Intelegensia, serta menjuarai lomba Menulis Artikel Turki Utsmani dan Tema Pendidikan.
Tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, Veni memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sebelum resmi menjadi seorang guru, ia telah mendedikasikan waktunya sebagai relawan di Sanggar Mengajar FKIP Universitas Sriwijaya. Menariknya lagi, semasa kuliah ia juga membangun jiwa wirausaha melalui usaha kecil “Tas Mini Kerut Anak” dan sering dipercaya menjadi Liaison Officer (LO) atau Tour Guide dalam berbagai event olahraga internasional antaranegara yang diselenggarakan di Palembang. Pengalamannya yang luas juga membuatnya kerap diundang sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan di Sumatera Selatan.
Kini, semangat belajarnya tidak pernah surut. Selain menjadi Guru Model AI terpilih dari FGD Unsri, Veni juga tercatat sedang mengikuti program Wardah Inspiring Teacher Gen 8.
Kolaborasi antara akademisi Universitas Sriwijaya dan praktisi pendidikan seperti Veni Zeliana diharapkan mampu memperluas pemahaman generasi muda terhadap kejayaan Kedatuan Sriwijaya. Melalui pendekatan digitalisasi yang modern, inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pedagogis pembelajaran sejarah, tetapi juga memperkuat kesadaran historis masyarakat dengan cara yang jauh lebih relevan bagi generasi abad ke-21.























