BENGKULU, 9 Oktober 2026 – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu memastikan pelayanan kepada klien pemasyarakatan tetap berjalan optimal melalui pelaksanaan piket kedinasan di kantor induk dan Pos Bapas di wilayah Provinsi Bengkulu selama penerapan kebijakan Work From Home (WFH), Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Bapas dalam menjaga kesinambungan pelayanan publik, pembimbingan, dan pengawasan klien pemasyarakatan.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan di Kantor Bapas Kelas I Bengkulu adalah serah terima dua orang klien Pembebasan Bersyarat (PB) dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu. Kedua klien tersebut adalah Sharil bin Rasid (Alm.) yang berada dalam bimbingan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Vonry Wijaya dan Agusman bin Suip yang berada dalam bimbingan PK Rahmad Ery. Kegiatan serah terima berlangsung pada pukul 11.00 WIB sebagai bagian dari proses pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan terhadap klien yang menjalani integrasi sosial di masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Bapas Kelas I Bengkulu memastikan klien yang memperoleh hak Pembebasan Bersyarat dapat melanjutkan proses pembimbingan sesuai ketentuan yang berlaku. Klien diharapkan mampu menaati kewajiban selama masa bimbingan, memperbaiki perilaku, serta membangun kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dan masyarakat.
Pelayanan juga berlangsung di Pos Bapas Arga Makmur melalui pelaksanaan piket oleh petugas Ujang Suarsono. Dalam kegiatan tersebut, satu orang klien atas nama Doris bin Erwin melaksanakan lapor diri kepada PK Rian Manggurai. Selain itu, terdapat satu orang penjamin klien yang menjalani wawancara dengan Pembimbing Kemasyarakatan sebagai bagian dari layanan pembimbingan dan pengumpulan informasi pendukung.
Sementara itu, petugas Pos Bapas Curup dan Pos Bapas Manna tetap melaksanakan piket layanan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Berdasarkan laporan kegiatan, tidak terdapat serah terima klien di kedua pos tersebut pada hari yang bersangkutan. Meskipun demikian, kesiapsiagaan petugas tetap dijaga untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah kerja masing-masing.
Di Kantor Bapas Kelas I Bengkulu, piket layanan dilaksanakan oleh Herman Suryadi, Fitri Meyenonita, Silvia Febrianti, Budi Eko Utomo, dan Suyono, mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan pelayanan dan serah terima klien berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Kepala Bapas Kelas I Bengkulu menegaskan bahwa penerapan WFH tidak boleh mengurangi komitmen jajaran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan klien pemasyarakatan. Menurutnya, kedisiplinan, koordinasi, dan tanggung jawab petugas merupakan faktor penting dalam memastikan layanan tetap berjalan sesuai tugas dan fungsi Bapas.
“Pelaksanaan WFH bukan menjadi penghalang bagi kita untuk tetap memberikan pelayanan yang optimal. Saya berharap seluruh jajaran Bapas Bengkulu dan Pos Bapas di wilayah Provinsi Bengkulu senantiasa menjaga kedisiplinan, meningkatkan responsivitas, serta memastikan pelayanan pembimbingan dan pengawasan klien tetap berjalan dengan baik,” tegas Kepala Bapas Kelas I Bengkulu.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari terlaksananya administrasi dan pelayanan, tetapi juga dari kemampuan klien untuk memperbaiki diri, menaati ketentuan hukum, dan kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Melalui pelaksanaan piket yang terkoordinasi di kantor induk dan seluruh Pos Bapas, Bapas Kelas I Bengkulu berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik serta mendukung proses reintegrasi sosial klien secara berkelanjutan. Dengan demikian, penyesuaian pola kerja kedinasan tetap diiringi dengan tanggung jawab dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(IH)





















