Pariwisata yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kemudahan akses informasi yang dapat dipahami oleh seluruh pengunjung. Menyadari pentingnya aspek tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Program Berkarya Bersama Masyarakat (BBM) Tematik 2026 menghadirkan inovasi berupa branding wisata trilingual di kawasan Wisata Air Terjun Tumpak Sewu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Program ini diwujudkan melalui pemasangan papan peringatan dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin, serta penyusunan peta informasi wisata (mading). Inovasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan informasi sekaligus memberikan pengalaman berwisata yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Air Terjun Tumpak Sewu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lumajang yang setiap tahunnya menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk wisatawan internasional. Potensi tersebut mendorong mahasiswa UM untuk menghadirkan media informasi yang mampu menjembatani kebutuhan komunikasi lintas bahasa, khususnya bagi wisatawan asal Tiongkok yang terus menunjukkan peningkatan minat berkunjung ke destinasi wisata Indonesia.
Pelaksanaan program diawali dengan observasi lapangan bersama Pemerintah Desa Sidomulyo dan pengelola wisata untuk mengidentifikasi titik-titik strategis yang memerlukan papan informasi. Berdasarkan hasil observasi tersebut, mahasiswa merancang berbagai papan peringatan yang memuat imbauan menjaga kebersihan, berhati-hati saat melintasi jalur wisata, larangan merusak fasilitas umum, serta informasi keselamatan lainnya. Seluruh informasi disajikan dalam tiga bahasa agar lebih mudah dipahami oleh wisatawan dari berbagai negara.
Selain pemasangan papan peringatan, mahasiswa juga menyusun peta informasi wisata yang menampilkan denah kawasan Wisata Air Terjun Tumpak Sewu beserta lokasi fasilitas pendukung seperti area parkir, loket tiket, toilet, musala, titik istirahat, jalur menuju objek wisata, hingga destinasi menarik di sekitar kawasan. Kehadiran peta informasi tersebut diharapkan mampu membantu wisatawan memperoleh informasi secara cepat sehingga perjalanan menjadi lebih efektif dan aman.
Program branding wisata trilingual juga menjadi sarana penerapan kompetensi akademik mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kemampuan bahasa asing yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan diimplementasikan secara langsung melalui penyusunan terjemahan yang komunikatif, mudah dipahami, dan sesuai dengan konteks pelayanan wisata.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sidomulyo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pengelola Wisata Air Terjun Tumpak Sewu mulai dari proses perencanaan, penyusunan materi informasi, validasi isi, hingga pemasangan media di lapangan. Kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata lokal secara berkelanjutan.
Inovasi ini juga memperoleh apresiasi dari Dosen Pembimbing Lapangan UM BBM Tematik 2026 karena dinilai mampu menghubungkan kompetensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Kehadiran media informasi trilingual tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan wisata, tetapi juga memperkuat citra Tumpak Sewu sebagai destinasi yang ramah bagi wisatawan internasional.
Program branding wisata trilingual mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan kompetensi bahasa asing dalam pengabdian kepada masyarakat, Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan daya saing sektor pariwisata lokal, Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penyediaan fasilitas informasi publik yang aman dan inklusif, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa UM BBM Tematik 2026 menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak yang nyata bagi pengembangan destinasi wisata. Branding wisata trilingual menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapan Wisata Air Terjun Tumpak Sewu sebagai destinasi berkelas internasional yang mampu memberikan pelayanan informasi kepada wisatawan dari berbagai negara sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.





















