LAMONGAN, 4 Oktober 2026 — Kabar membanggakan kembali datang dari gelanggang Kejuaraan Pencak Silat Lamongan Megilan Antar Pelajar Tahun 2026. Kontingen TM Fighter Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) TM Cabang Lamongan sukses menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang empat medali dari ajang yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Kabupaten Lamongan.
Empat pesilat TM Fighter tampil prima membawa nama baik perguruan, sekolah, keluarga, serta daerah. Dari empat atlet yang turun ke gelanggang, semuanya berhasil meraih podium dengan rincian dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
Empat Pesilat, Empat Prestasi di Gelanggang
Berdasarkan piagam penghargaan yang diterbitkan oleh panitia pelaksana Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Lamongan, yang bekerja sama dengan KONI serta Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, keempat atlet tersebut berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan ketat.
Rincian peraih medali TM Fighter adalah sebagai berikut:
* Alfiansyah Zello E. (Pelajar SMKN 2 Lamongan, asal Jl. Dapur Utara, Perum Zamrud Residence Diamond 2 No. 11) — Juara 1 Kelas H Dewasa Putra.
* M. Nabil Kurniawan (Pelajar SMAN 3 Lamongan, asal Galang, Sukoanyar, Kec. Turi) — Juara 1 Kelas A Dewasa.
* Revan Herry Pradana (Pelajar SMAN 2 Lamongan, asal Desa Keben, Kec. Turi) — Juara 2 Kelas G Remaja Putra.
* Daniel Alfaridzie (Pelajar SMKN 2 Lamongan, asal Galang, Sukoanyar, Kec. Turi) — Juara 3 Kelas G Remaja.
Persaingan Ketat dan Pembinaan Berbasis Karakter
Kejuaraan Lamongan Megilan Antar Pelajar 2026 menjadi ruang kompetisi yang sangat kompetitif. Para pesilat tidak hanya dituntut mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga teknik, kecepatan, strategi, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan emosi saat berhadapan dengan lawan dari berbagai perguruan.
Bagi TM Fighter, keberhasilan empat atletnya mencapai podium menjadi bukti nyata bahwa proses latihan dan pembinaan yang selama ini dijalankan mulai menunjukkan hasil.
Ketua PSHW TM Lamongan, Wahyono, menyambut positif capaian para atletnya. Menurutnya, prestasi di gelanggang harus selalu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
> “Prestasi sejati bukan hanya soal medali, melainkan bagaimana kita menjaga sikap, tata krama, dan persaudaraan di dalam maupun di luar gelanggang,” tegas Wahyono.
Ia menambahkan, seorang pendekar tidak cukup hanya memiliki kemampuan bertanding. Mereka juga harus mampu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, perguruan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Proses Tidak Instan: Kuncinya Disiplin dan Mental
Selain kemampuan teknik, kesiapan mental menjadi faktor penentu di atas gelanggang. Atlet harus mampu menjaga konsentrasi di tengah tekanan pertandingan dan tidak mudah kehilangan fokus.
Pelatih sekaligus pembina tim, Zello, memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan para atlet. Menurutnya, capaian ini adalah hasil dari proses yang sama sekali tidak instan.
“Para pesilat harus menjalani latihan, menerima evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan membangun kepercayaan diri sebelum turun ke gelanggang. Kedisiplinan dalam latihan dan kekompakan antarpesilat adalah modal utama kami menghadapi kompetisi,” ujar Zello.
Bukan Akhir, Melainkan Awal Perjalanan
Keberhasilan TM Fighter pada IPSI Lamongan Megilan Cup 2026 menjadi catatan positif dalam peta pembinaan atlet PSHW TM Lamongan. Menariknya, prestasi ini juga turut mengangkat nama baik tiga sekolah sekaligus, yakni SMKN 2 Lamongan, SMAN 3 Lamongan, dan SMAN 2 Lamongan. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pencak silat telah bertransformasi menjadi wadah pembentukan karakter dan prestasi pelajar yang solid.
Namun, bagi TM Fighter, podium bukanlah garis finis. Dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu yang diraih Alfiansyah, Nabil, Revan, dan Daniel adalah bahan bakar untuk berlatih lebih keras. Kemenangan di satu kejuaraan harus menjadi pemacu untuk mempertahankan kualitas, sementara pengalaman bertanding menjadi bahan evaluasi untuk mematangkan mental atlet.
Prestasi empat atlet TM Fighter ini sekaligus menjadi pesan bagi generasi muda bahwa olahraga, khususnya pencak silat, adalah jalan untuk mengembangkan potensi diri. Di tengah tantangan zaman yang kompleks, nilai kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, sportivitas, dan persaudaraan yang diajarkan di gelanggang menjadi bekal kehidupan yang tak ternilai.
Selamat kepada Alfiansyah Zello E., M. Nabil Kurniawan, Revan Herry Pradana, dan Daniel Alfaridzie.
Dua emas, satu perak, dan satu perunggu bukan sekadar angka di papan hasil pertandingan. Di balik setiap medali terdapat keringat, latihan, disiplin, keberanian, dan tanggung jawab.
TM Fighter terus melangkah. Berlatih dengan disiplin, bertanding dengan sportivitas, berprestasi dengan kehormatan.



















