Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar ujian tulis dan praktik Kitab Al-Imrithi bagi warga binaan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan keagamaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Mojokerto dengan materi penilaian yang mencakup kemampuan baca Al-Qur’an, tajwid, baca kitab, nahwu, shorof, dan fikih. Ujian ini menjadi salah satu upaya untuk mengukur perkembangan pemahaman keagamaan warga binaan, Senin (5/10/2026).
Petugas Pembinaan, Sidik Aji, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca kitab, tetapi juga pemahaman dasar ilmu agama yang telah diberikan selama mengikuti program pembinaan. “Melalui ujian ini, kami dapat mengetahui sejauh mana pemahaman warga binaan terhadap materi yang telah dipelajari. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari membaca Al-Qur’an, tajwid, membaca kitab, nahwu, shorof, hingga fikih,” ujar Sidik Aji.
Pelaksanaan ujian berlangsung dengan tertib dan diikuti warga binaan yang telah mendapatkan pembelajaran keagamaan secara berkala. Materi Kitab Al-Imrithi menjadi salah satu bagian pembelajaran untuk memperkuat pemahaman nahwu sebagai dasar dalam mempelajari bahasa Arab dan membaca kitab. Selain aspek pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk sikap disiplin serta meningkatkan kesungguhan warga binaan dalam mengikuti proses pembinaan selama menjalani masa pidana.
Terpisah, Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, mendukung pelaksanaan evaluasi pembinaan keagamaan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan. “Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan memberikan bekal positif kepada warga binaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga memberikan manfaat bagi warga binaan, baik selama berada di Lapas maupun ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Arifin Akhmad.
Salah satu warga binaan berinisial WP mengaku mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk evaluasi atas pembelajaran yang telah dijalani. “Ujian ini menjadi pengalaman bagi saya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman yang sudah dipelajari. Semoga ilmu yang didapat selama mengikuti pembinaan dapat terus saya amalkan dan menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap WP.























