Arga Makmur, 5 Juni 2026 – Dalam rangka memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas Kelas IIB Arga Makmur melakukan langkah proaktif dengan mengadakan kegiatan koordinasi dan konsultasi bersama UMKM Batik Kagano, Kabupaten Bengkulu Utara. Pertemuan yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026 ini dimulai pukul 10.00 WIB dan bertempat langsung di lokasi UMKM Batik Kagano.
Delegasi dari Lapas Kelas IIB Arga Makmur, yang terdiri dari Kasi Binadik dan Kasubsi Giatja, hadir untuk membahas pengembangan program serta strategi pemasaran hasil karya warga binaan. Kunjungan ini disambut hangat oleh Leni Febriani, pengrajin sekaligus pemilik UMKM Batik Kagano yang juga merupakan instruktur pelatihan kemandirian batik di Lapas pada tahun 2025 lalu.
Pertemuan ini menjadi momen krusial untuk memperkuat sinergi yang telah terjalin antara kedua belah pihak. Fokus utama diskusi mencakup keberlanjutan program pelatihan kemandirian agar Warga Binaan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang mumpuni serta relevan dengan kebutuhan pasar industri kreatif saat ini.
Salah satu poin utama dalam pembahasan adalah perumusan strategi pemasaran yang lebih efektif. Diskusi difokuskan pada upaya peningkatan kualitas produk kerajinan WBP, teknik pengemasan yang lebih modern dan menarik, hingga pemanfaatan berbagai kanal media promosi agar karya-karya warga binaan dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas di tengah masyarakat.
Leni Febriani dalam kesempatan tersebut berbagi berbagai praktik baik yang selama ini diterapkan oleh UMKM Batik Kagano. Beberapa strategi yang diusulkan mencakup optimalisasi pameran UMKM, pemanfaatan platform digital dan media sosial, serta membangun jejaring komunitas pengrajin yang lebih luas guna memperkuat posisi produk di mata konsumen.
Lebih lanjut, pihak Lapas dan UMKM Batik Kagano juga mengeksplorasi peluang kolaborasi jangka panjang, termasuk pemberian pendampingan kewirausahaan dan pembukaan akses promosi hasil karya WBP. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap produk yang dihasilkan, sekaligus meningkatkan wawasan bisnis bagi para warga binaan yang terlibat dalam program tersebut.
Kegiatan koordinasi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung misi Lapas untuk membentuk Warga Binaan yang produktif, kreatif, dan siap kembali berkontribusi di masyarakat. Seluruh rangkaian diskusi berlangsung dalam suasana kolaboratif yang positif, tertib, dan kondusif, sebagai wujud nyata komitmen dalam pengembangan potensi warga binaan di lingkungan Lapas Kelas IIB Arga Makmur.


















