Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira mengikuti kegiatan Penguatan Strategi Komunikasi Pemasyarakatan yang digelar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) secara daring melalui platform Zoom Meeting, Jumat (5/6). Kegiatan tersebut diikuti Kepala Urusan Tata Usaha, Hendra Sahbudin, bersama Humas Lapas Bandanaira, La Upy Tomia, di ruang kerja tata usaha sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan komunikasi publik dan publikasi Pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai strategi komunikasi yang efektif guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan. Narasumber dari Tim Strategi Khusus Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Arham, menekankan pentingnya penguatan narasi positif serta penyebarluasan informasi yang cepat, akurat, dan bertanggung jawab kepada publik. Selain itu, ia juga memberikan pemahaman mengenai strategi penyusunan konten publikasi yang informatif, pengelolaan isu dan krisis komunikasi, serta pentingnya menjaga konsistensi narasi positif dalam setiap pemberitaan yang dipublikasikan kepada masyarakat.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara institusi Pemasyarakatan dengan masyarakat melalui penyampaian informasi yang transparan, akurat, dan berimbang.
“Penguatan strategi komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun citra positif dan reputasi Pemasyarakatan. Melalui penyampaian informasi yang terbuka dan akuntabel, masyarakat dapat mengetahui berbagai program pembinaan, pelayanan, serta capaian yang telah dilaksanakan,” ujarnya.
Melalui penguatan kapasitas kehumasan tersebut, Lapas Bandanaira berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik sekaligus memperkuat publikasi program-program pembinaan dan pelayanan yang dijalankan. Ke depan, Lapas Bandanaira akan terus mengoptimalkan penyebarluasan informasi yang positif, akurat, dan edukatif sebagai wujud transparansi serta akuntabilitas kepada publik. (Humas/LT)




















