Manna – Dalam upaya meningkatkan ketakwaan dan membentuk kepribadian yang lebih baik, Rutan Kelas IIB Manna kembali menggelar kegiatan pembinaan kerohanian berupa pembelajaran sholat dan mengaji bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (15/4/2026). Kegiatan dipusatkan di Masjid At-Taubah Rutan Manna dan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Sebanyak 30 orang WBP mengikuti pembinaan dengan penuh khidmat. Kegiatan dibimbing langsung oleh JFU Pembina Kerohanian Rutan Manna, Bima Aditya,S.Sy, dengan didampingi petugas pengamanan yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan kondusif.
Kepala Rutan Manna, Muhamad Nur, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program unggulan yang wajib dilaksanakan secara konsisten. “Ini bukan sekadar kegiatan mengisi waktu. Kami ingin memastikan hak WBP untuk mendapat pembinaan terpenuhi. Lewat pembiasaan sholat dan mengaji, kita bantu mereka menata hati, memperbaiki diri, dan menyiapkan mental sebelum kembali ke tengah masyarakat,” tegasnya.
Senada dengan itu, Pembina Kerohanian, Bima Aditya, menyebut respons WBP terhadap kegiatan ini sangat positif. “Alhamdulillah antusias. Pertemuan kali ini kita mulai dari perbaikan wudhu, meluruskan bacaan dan gerakan sholat, lalu dilanjutkan belajar membaca Al-Qur’an dengan metode iqro. Beberapa WBP yang awalnya belum mengenal huruf hijaiyah sekarang sudah bisa mengeja. Progresnya terlihat, dan ini yang membuat kami makin semangat membina,” paparnya.
Materi pembinaan diberikan secara bertahap menyesuaikan tingkat kemampuan masing-masing WBP. Untuk yang sudah lancar, diberikan pendalaman tajwid dan makna bacaan sholat. Sementara bagi pemula, fokus pada pengenalan huruf dan latihan dasar. Suasana belajar dibuat interaktif agar WBP tidak canggung bertanya.
Bima menambahkan, pembinaan kerohanian juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai disiplin dan kesabaran. “Sholat itu mengajarkan tepat waktu dan tertib. Mengaji melatih kesabaran dan ketekunan. Dua hal ini penting sekali mereka miliki saat bebas nanti,” imbuhnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Bima Aditya. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala berarti.
Ke depan, Rutan Manna berkomitmen melaksanakan pembinaan kerohanian secara berkesinambungan dan terjadwal. Selain sebagai pemenuhan hak WBP, program ini diharapkan menjadi bekal spiritual yang kuat agar warga binaan dapat berubah ke arah yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.





















