Banda Naira, INFO_PAS – Semangat pembinaan kerohanian terus ditingkatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira melalui pelaksanaan ibadah Buka Usbu yang diikuti Warga Binaan, Senin (1/6). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lapas Bandanaira, Fritsky Evandro Latukolan, dengan membawakan renungan firman Tuhan dari Kitab Yeremia 29:11.
Dalam renungannya, Fritsky mengajak seluruh Warga Binaan untuk tetap memiliki pengharapan dan tidak menyerah pada keadaan. Melalui Yeremia 29:11, ia menegaskan bahwa Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan bagi setiap orang yang mau memperbaiki diri dan terus mendekatkan diri kepada-Nya.
”Firman Tuhan ini mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Masa lalu bukanlah akhir dari segalanya, karena Tuhan telah menyediakan harapan dan masa depan yang indah bagi mereka yang tetap percaya dan berusaha memperbaiki hidup,” ucapnya.
Kegiatan ibadah tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan oleh Lapas Bandanaira guna membentuk karakter Warga Binaan yang lebih religius, berintegritas, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam proses Pemasyarakatan. “Melalui kegiatan keagamaan, Warga Binaan diharapkan mampu memperkuat iman, membangun mental yang positif, serta meningkatkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat fondasi karakter dan akhlak Warga Binaan di lingkungan Pemasyarakatan.
”Pembinaan kerohanian akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian utama dari program pembinaan kepribadian agar Warga Binaan memiliki harapan hidup yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan,” jelasnya.
Pelaksanaan ibadah berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita. Warga Binaan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai sarana refleksi diri dan penguatan spiritual selama menjalani masa pidana. Pembinaan kerohanian secara konsisten menjadi salah satu upaya Pemasyarakatan dalam membangun harapan, memperbaiki perilaku, serta mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan ke tengah masyarakat. (Humas/LT)


















