Kenaikan BBM menyebabkan biaya transportasi dan harga barang kebutuhan meningkat. Dalam hali inimembuat pengeluaran masyarakat bertambah dan kondisiekonomi menjadi lebih sulit, terutama bagi masyarakatberpenghasilan rendah. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak selalu menjadi isu penting karena berdampak luasterhadap berbagai sektor ekonomi. Dengan jumlahpenduduk yang terus meningkat maka energi yang digunakan pun juga meningkat. Bahan bakar minyakmemegang posisi yang sangat dominan dalam pemenuhankebutuhan energi di dalam negeri. (Kholiq, 2015).
Selain itu, kenaikan BBM dapat menurunkan daya belimasyarakat karena uang yang dimiliki lebih banyakdigunakan untuk memenuhi kebutuhan utama. Para pedagang kecil dan pelaku usaha juga merasakandampaknya karena biaya operasional dan distribusimeningkat, sehingga keuntungan mereka berkurang. Dalam jangka panjang, keadaan ini dapat memicu inflasidan memperberat kondisi ekonomi masyarakat, terutamabagi kelompok berpenghasilan rendah.
Penggunaan BBM paling banyak berada pada sektortransportasi, yang mana seluruh rangkaian pelaksanaannyamenggunakan bahan bakar sehingga dapat dilihat pola sertakarakteristik penggunaan BBM pada sektor tersebut. Denganmeningkatnya penggunaan BBM di bidang transportasi, kebutuhan akan sarana transportasi juga semakin tinggi. Bahan bakar yang biasa digunakan dalam sektor transportasiyaitu premium, solar, dan avtur. Premium digunakan sebagaienergi final kendaraan jalan, sedangkan solar digunakanuntuk kendaraan bermotor, kereta api, dan kapal laut(Zulfikri & Maimunah, 2010). Oleh karena itu, kenaikanharga BBM akan sangat memengaruhi sektor transportasidan berdampak langsung terhadap masyarakat, terutamamelalui kenaikan biaya transportasi dan harga kebutuhanpokok.
Kenaikan BBM tanpa disadari merupakan sebuahmomok baru yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Karena dampak dari biaya produksi serta operasi di banyaksektor industri terpengaruh sebab sektor industri adalah pihakyang tidak bisa melepaskan diri dari penggunaan bahanbakar, maka dengan naiknya bahan bakar menjadikan biayaproduksi akan naik, dengan biaya produksi yang naik makakebutuhan masyarakat seperti sandang, pangan, pakan yang berasal dari sektor industri pun akan naik. Dan Dampak yang ditimbulkan dengan adanya krisis BBM ini yaitu bertambahnyajumlah penduduk miskin yang ada di Indonesia (Muhardi, 2005).
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kenaikan BBM dapat mengurangi daya beli karena pengeluaran rumahtangga menjadi lebih besar, terutama untuk transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pelaku usaha kecil dan menengah juga sering mengalami penurunan keuntunganakibat meningkatnya biaya produksi dan distribusi. Dalamjangka panjang, kondisi ini dapat memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi Masyarakat.
kenaikan BBM itu sering terasa berat di masyarakatkarena dampaknya langsung ke kehidupan sehari-hari. Begitu harga naik, ongkos transportasi ikut naik, hargabarang kebutuhan juga perlahan ikut terdorong naik, dan pada akhirnya yang paling terasa adalah uang belanja yang jadi terasa kurang. Ini yang membuat banyak orang melihatkebijakan ini sebagai beban, terutama bagi masyarakatberpenghasilan rendah.
kebijakan ini juga tidak bisa dilihat sepenuhnya negatif. Harga BBM yang terlalu disubsidi sebenarnya bisamembebani keuangan negara dalam jangka panjang. Kalausubsidi terlalu besar, dana untuk sektor lain yang juga penting seperti pendidikan, kesehatan, atau pembangunaninfrastruktur bisa berkurang. Jadi kenaikan BBM sering kali juga berkaitan dengan upaya menyeimbangkan anggarannegara.
Tentunya permasalahan tidak akan usai jika belum adasolusi yang solutif untuk menyikapi kenaikan BBM tersebut, dengan harga BBM yang berimbas kepada inflasi yang terjadi di Indonesia maka diperlukannya penyesuaian hargaBBM. Masyarakat tidak perlu terlalu panik dengan naiknyaharga BBM karena ada beberapa upaya yang bisa dilakukanbersama-sama dalam penghematan bahan bakar, yaitumasyarakat yang memang tidak terlalu mementingkanpenggunaan BBM.
Masyarakat tidak perlu terlalu panik karena ada beberapaupaya yang dapat dilakukan untuk menghemat penggunaanbahan bakar, seperti menggunakan transportasi umum, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk perjalananyang tidak terlalu penting, serta melakukan berbagikendaraan dengan orang lain. Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan bantuan subsidi yang tepat sasaran dan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok agar dampakkenaikan BBM tidak semakin memberatkan masyarakat. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, dampak kenaikan BBM dapat diminimalkansehingga kondisi ekonomi tetap stabil.
nama:ariska
nim:251010550681
prodi:manajemen S1
fakultas:ekonomi dan bisnis
universitas pamulang



















