Manna – Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terus ditunjukkan Rutan Kelas IIB Manna. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Rutan Manna memperketat pengamanan di seluruh area blok hunian. Pengawasan intensif tersebut dilakukan di bawah kendali langsung Kepala Regu Pengamanan (Ka. Rupam) Rutan Manna, IV Rozi Efwanda.
Ka. Rupam IV Rozi Efwanda, menegaskan bahwa pengetatan pengawasan ini merupakan respons cepat terhadap dinamika di lapangan sekaligus bentuk deteksi dini. “Sudah saya tekankan ke seluruh anggota regu jaga, tidak ada kata lengah. Kontrol blok kami perketat waktunya, penggeledahan badan dan barang bawaan WBP maupun pengunjung dilakukan lebih detail. Jam-jam rawan jadi atensi khusus,” tegasnya saat ditemui, Rabu (15/4/2026).
Menurut Rozi Efwanda, beberapa langkah konkret yang sudah berjalan antara lain peningkatan frekuensi patroli keliling blok hunian dari tiga kali menjadi lima kali setiap shift, optimalisasi pemantauan melalui 12 titik CCTV yang tersebar di area strategis, serta pemeriksaan berlapis di pintu utama Rutan. “Setiap pergerakan WBP kami pantau lewat CCTV dan patroli langsung. Anggota jaga saya wajibkan membuat laporan situasi tiap dua jam sekali langsung ke saya. Kalau ada hal menonjol, langsung ambil tindakan sesuai SOP,” jelasnya.
Selain pengawasan internal, Rozi Efwanda juga memastikan koordinasi dengan atasan langsung berjalan dengan baik. Hal ini dilakukan untuk memperkuat sistem peringatan dini sekaligus mempercepat penanganan jika terjadi gangguan kamtib. “Kami rutin melaporkan tiap kejadian ganjil dengan Kepala Kesatuan Pengamanan  bahkan Kepala Rutan Manna. Sinergi ini penting supaya Rutan tidak kecolongan,” tambahnya.
Kepala Rutan Manna, Muhamad Nur, memberikan dukungan penuh terhadap langkah pengetatan yang dilakukan jajaran pengamanan. “Keamanan dan ketertiban itu fondasi utama. Kalau Rutan aman, program pembinaan kepribadian dan kemandirian untuk WBP juga bisa berjalan maksimal. Saya apresiasi Ka. Rupam dan seluruh anggota jaga yang sudah bekerja ekstra,” ungkapnya.
Muhamad Nur menambahkan, pengetatan pengawasan tidak hanya fokus pada aspek represif, tetapi juga preventif. Sosialisasi tata tertib kepada WBP terus digencarkan agar mereka memahami aturan dan konsekuensi jika melanggar. “Kami ingin WBP sadar bahwa aturan dibuat untuk kebaikan bersama. Dengan begitu, mereka ikut menjaga situasi tetap kondusif,” imbuhnya.
Meski pengawasan diperketat, Rozi Efwanda tetap menekankan pentingnya pendekatan humanis kepada WBP. “Tegas itu wajib, tapi jangan sampai menghilangkan sisi pembinaan. Petugas harus profesional, terukur, dan tetap mengedepankan komunikasi yang baik. Tujuannya jelas, WBP merasa aman, petugas nyaman bertugas, dan lingkungan Rutan tetap kondusif,” pungkasnya.
Dari hasil pemantauan hingga sore hari, situasi keamanan dan ketertiban di Rutan Kelas IIB Manna terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas pembinaan kepribadian maupun kemandirian bagi WBP tetap berjalan sesuai jadwal. Rutan Manna berkomitmen menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang zero dari gangguan kamtib.




















