Bengkulu — Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama dalam kondisi darurat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menggelar penyuluhan kesehatan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi warga binaan. Kegiatan ini berlangsung di Klinik Lapas Kelas IIA Bengkulu dengan menghadirkan tenaga kesehatan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu, dr. Reni Wahyu Novianti.
Dalam penyuluhan tersebut, dr. Reni Wahyu Novianti memberikan pemahaman mengenai pentingnya Bantuan Hidup Dasar sebagai bentuk pertolongan awal kepada seseorang yang mengalami kondisi kegawatdaruratan medis, khususnya ketika terjadi henti jantung atau henti napas. Pengetahuan ini dinilai penting agar peserta mampu memahami langkah awal yang tepat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Penyampaian materi dilakukan dengan menjelaskan pengenalan kondisi darurat, pentingnya respons cepat, serta langkah-langkah dasar dalam memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan. Melalui edukasi ini, warga binaan diharapkan dapat mengenali situasi yang memerlukan pertolongan segera dan memahami pentingnya meminta bantuan tenaga kesehatan.
Selain memberikan pengetahuan secara teori, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan sesama. Pemahaman mengenai Bantuan Hidup Dasar diharapkan dapat membekali warga binaan dengan pengetahuan yang bermanfaat, baik selama menjalani masa pembinaan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.
Pelaksanaan penyuluhan kesehatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas Kelas IIA Bengkulu. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan Kantor Wilayah Ditjenpas Bengkulu menjadi langkah penting dalam mendukung penyebarluasan informasi kesehatan serta meningkatkan pemahaman warga binaan terhadap penanganan kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu berharap warga binaan semakin memahami pentingnya pengetahuan Bantuan Hidup Dasar dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan orang lain. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan peduli terhadap sesama.




















