Tumpukrenteng, Malang, 20 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya melaksanakan Program Petani Cilik sebagai salah satu upaya mengenalkan dunia pertanian kepada siswa sekolah dasar di Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Program ini dikemas melalui edukasi, praktik budidaya tanaman, dan kegiatan lomba agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan kegiatan pertanian.
Program Petani Cilik dilaksanakan di SD Negeri 1 Tumpukrenteng, SD Negeri 2 Tumpukrenteng, MI Miftahul Ulum, dan MI Mambaul Huda. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari program adalah Praktik Tanam Kategori B: polybag yang dilaksanakan pada 20–23 Juli 2026. Kegiatan tersebut memperkenalkan polybag sebagai media tanam sederhana yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya pada lahan terbatas.
Dalam praktik tersebut, siswa diperkenalkan dengan fungsi polybag, media tanam, serta tahapan penanaman dan perawatan tanaman. Media tanam menggunakan campuran tanah dan pupuk organik. Setelah menerima penjelasan dan demonstrasi, siswa melakukan praktik secara langsung dengan menyiapkan polybag, mencampurkan media, mengisi polybag, dan menanam bibit. Mahasiswa KKN mendampingi peserta selama kegiatan agar setiap tahapan dapat dilakukan dengan benar.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa di seluruh sekolah sasaran. SDN 1 Tumpukrenteng mengalami peningkatan nilai rata-rata dari 4,33 menjadi 4,96, SDN 2 dari 3,42 menjadi 4,72, MI Miftahul Ulum dari 3,40 menjadi 4,61, dan MI Mambaul Huda dari 3,07 menjadi 4,66. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyampaian materi yang disertai praktik langsung membantu siswa memahami tahapan budidaya tanaman secara lebih konkret.
Rangkaian Program Petani Cilik kemudian dilanjutkan dengan Lomba Petani Cilik pada 24 dan 27 Juli 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana evaluasi sekaligus aktivitas edukatif dan kompetitif. Peserta menunjukkan keterampilan yang telah diperoleh selama rangkaian kegiatan, termasuk kemampuan menanam dan merawat tanaman serta pemahaman mengenai manfaat sayuran.
Penilaian lomba dilakukan berdasarkan ketepatan jawaban atau praktik, kemampuan praktik, kreativitas, kerapian, dan keaktifan peserta. Suasana lomba dibuat interaktif dan menyenangkan sehingga siswa dapat menunjukkan kemampuan dengan tetap menjunjung kerja sama dan sportivitas. Hasil monitoring menunjukkan sebagian besar peserta mampu memahami materi dan mengaplikasikan keterampilan budidaya tanaman dengan baik.
Selain memberikan pengalaman kepada siswa, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran bagi mahasiswa KKN. Pelaksanaan kegiatan menuntut kemampuan berkomunikasi dengan siswa sekolah dasar, bekerja sama dalam tim, mengatur teknis kegiatan, dan beradaptasi dengan kondisi setiap sekolah. Melalui interaksi langsung, mahasiswa belajar bahwa pengenalan pertanian kepada generasi muda perlu dilakukan dengan cara yang sederhana, menarik, dan melibatkan praktik.
Program Petani Cilik diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Pengenalan melalui kegiatan sederhana seperti menanam menggunakan polybag memberikan pengalaman bahwa pertanian dapat dilakukan dengan sarana yang mudah ditemui dan lahan yang terbatas. Dengan adanya pengalaman tersebut, siswa diharapkan semakin mengenal peran pertanian dalam kehidupan sehari-hari.























