PELALAWAN-Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau (UNRI) Desa Petani melaksanakan program kerja pencegahan stunting melalui pemanfatan daun kelor sebagai salah satu bahan bergizi pencegah stunting di Desa Petani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan. Aktivitas ini mendukung program Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang mendorong penggunaan daun kelor sebagai salah satu cara untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Sosialisasi ini diadakan selama dua hari, hari pertama pada Rabu, 8 Juli 2026, di Posyandu Dusun I dan Kamis, 9 Juli 2026, di Puskesdes Desa Petani di Dusun II. Bidan desa, kader posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat setempat semuanya terlibat dalam kegiatan ini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim Kukerta Berdampak UNRI Desa Petani di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nursiani Lubis, S.P., M.Agr. Tim Kukerta Berdampak UNRI Desa Petani terdiri dari Daffa Khotami Amri, Samuel Frans Raja Hutagaol, Miranda Stevani Napitupulu, Suryani Damaiyanti Br Simare Mare, Lastri Roberia Sinaga, Elisabeth Caroline Simbolon, Al Risa Meidini Haydar Ritonga, Latifa Asmawati, Maylanie Gadis Dwi Adinda, Soviani Ester Dawolo, Meizy Pricillia, dan Eirene Kristine Pasaribu.
Mahasiswa Kukerta menghadirkan media edukasi berupa maket tiga dimensi yang telah disiapkan sebelum penyuluhan, hal inilah yang membedakannya dari sosialisasi pada umumnya. Maket tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Selain itu, juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang apa itu stunting dan cara mencegahnya. Media visual yang interaktif membuat penyampaian materi menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan meningkatkan partisipasi masyarakat yang hadir selama kegiatan berlangsung.
Selain memberikan edukasi tentang stunting, mahasiswa Kukerta UNRI Desa Petani membuat puding daun kelor yang mudah dibuat dan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan mahasiswa Kukerta terhadap program Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam mendorong pemanfaatan daun kelor sebagai pangan bergizi untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Daun kelor diketahui mengandung berbagai zat gizi, mulai dari protein, serat, kalsium, zat besi, hingga vitamin A dan C serta antioksidan yang bermanfaat dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.
“Daun kelor ini memang punya banyak manfaat bagi kesehatan. Bukan cuma untuk membantu mencegah stunting pada anak, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan orang dewasa. Kebetulan Bupati Pelalawan juga punya program yang sejak lama mendorong masyarakat untuk menanam dan mengolah daun kelor jadi sejalan. Menurut saya, program yang dilaksanakan mahasiswa ini sangat bagus karena membantu mengedukasi masyarakat agar semakin memahami manfaat daun kelor,” ujar Ketua Kader Posyandu.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan tentang penyebab, dampak, dan cara mencegah stunting, tetapi juga mengajarkan ibu hamil, ibu menyusui, orangtua balita, serta masyarakat yang hadir di posyandu bagaimana cara membuat puding daun kelor dan pengolahan makanan lainnya dari daun kelor. Setelah selesai, mereka dapat mempraktikkannya sendiri di rumah. Strategi edukasi yang dipadukan dengan hasil langsung, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.
Melalui program kerja ini, mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau berharap masyarakat Desa Petani semakin memahami bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan mengolah daun kelor menjadi makanan bergizi yang mudah dikonsumsi seluruh anggota keluarga. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Penulis: Suryani Damaiyanti Br Simaremare
Nomor Kontak Penulis: 0896xxxxxxxx

























