PELALAWAN–Maraknya kasus perundungan (bullying) yang masih terjadi di lingkungan sekolah mendorong Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau (UNRI) Desa Petani melaksanakan program kerja Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 006 Petani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, pada Sabtu (19/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada siswa sejak usia sekolah dasar bahwa bullying merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus dicegah bersama.
Sekolah dasar dipilih sebagai sasaran sosialisasi karena pendidikan karakter dinilai perlu ditanamkan sejak dini. Dengan memberikan pemahaman sejak di bangku sekolah dasar, diharapkan para siswa mampu membangun sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menolak segala bentuk perundungan ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh 12 mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Desa Petani dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nursiani Lubis, S.P., M.Agr. Tim mahasiswa terdiri atas Daffa Khotami Amri, Samuel Frans Raja Hutagaol, Miranda Stevani Napitupulu, Suryani Damaiyanti Br Simare Mare, Lastri Roberia Sinaga, Elisabeth Caroline Simbolon, Al Risa Meidini Haydar Ritonga, Latifa Asmawati, Maylanie Gadis Dwi Adinda, Soviani Ester Dawolo, Meizy Pricillia, dan Eirene Kristine Pasaribu.
Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Kepala SDN 006 Petani, Ibu Ita Jasmani, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut karena dinilai menjawab permasalahan yang masih sering ditemui di lingkungan sekolah.
“Bullying itu memang sering terjadi di lapangan. Maka dari itu, kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi siswa-siswi SDN 006 Petani, agar mereka memahami dan tidak melakukan tindakan apa pun yang berkaitan dengan bullying,” ujar kepala sekolah SDN 006 Petani.
Berbeda dari penyuluhan pada umumnya, sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dibungkus secara interaktif dan menyenangkan. Seluruh siswa diajak bersama menyanyikan lagu bertema anti-bullying yang berisi pesan tentang pentingnya saling menghargai, tidak mengucilkan, saling tolong menolong, serta berani berkata tidak terhadap segala bentuk perundungan. Melalui lagu tersebut, siswa diharapkan lebih mudah mengingat nilai-nilai yang telah dipelajari.
Selain itu, mahasiswa kukerta juga menghadirkan Kotak Aspirasi Anti Bullying sebagai media bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman yang pernah mereka alami atau saksikan. Setiap murid menuliskan pengalamannya secara anonim tanpa mencantumkan nama sehingga privasi dan rasa aman tetap terjaga. Kotak aspirasi ini bukan bertujuan mengingat kembali pengalaman yang menyakitkan, melainkan menjadi ruang refleksi agar siswa belajar untuk berani menyampaikan pendapat, saling memaafkan, dan menyadari bahwa setiap tindakan bullying dapat memberikan dampak bagi orang lain.
Ketua Tim Kukerta Berdampak UNRI Desa Petani dalam sambutannya berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan sesaat, tetapi juga membentuk karakter siswa dalam jangka panjang. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi adik-adik semua, bukan hanya selama berada di SD, tetapi juga ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya hingga kelak berkeluarga. Semoga nilai-nilai yang telah dipelajari hari ini terus melekat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui program kerja ini, Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau berharap tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Edukasi sejak usia dini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang memiliki empati, menghargai sesama, serta berani menciptakan budaya saling mendukung di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Penulis: Suryani Damaiyanti Br Simaremare
Nomor Kontak Penulis: 0896xxxxxxxx
























