Rabu, 3 Juni 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu melaksanakan kegiatan kerja sama Program Bank Sampah sebagai upaya memperkuat pengelolaan lingkungan yang bersih, sehat, serta bernilai ekonomis. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara Rutan Bengkulu dengan pihak pengelola bank sampah dalam mendukung program pelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan.
Program ini melibatkan petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam proses pemilahan, pengumpulan, dan pengelolaan sampah anorganik yang memiliki nilai jual. Jenis sampah seperti botol plastik, kertas, kardus, dan berbagai limbah anorganik lainnya dikumpulkan secara terstruktur sebelum ditimbang dan dicatat untuk kemudian disalurkan kepada mitra pengelola bank sampah.
Melalui kerja sama ini, Rutan Bengkulu menegaskan komitmennya dalam membangun kesadaran lingkungan di dalam lingkungan pemasyarakatan, sekaligus memberikan edukasi kepada WBP mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi serta membentuk pola pikir produktif bagi warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa kerja sama program Bank Sampah ini merupakan langkah nyata Rutan Bengkulu dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memperkuat budaya peduli lingkungan di dalam rutan. Sampah tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” ujar Tomy Yulianto.
Dengan adanya kolaborasi ini, Rutan Bengkulu berharap program Bank Sampah dapat berjalan secara berkelanjutan serta menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi WBP, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang bersih, produktif, dan berwawasan lingkungan.




















