Blatten, Swiss – Dampak perubahan iklim semakin terlihat di berbagai negara, termasuk Swiss yang terkenal dengan pegunungan Alpen dan gletsernya. Pada bulan Mei 2025, desa Blatten di Kanton Valais mengalami bencana besar setelah longsoran salju yang berasal dari kawasan Gletser Birch mengubur sebagian wilayah desa. Peristiwa ini menarik perhatian dunia karena menunjukkan keterkaitan antara perubahan iklim dengan meningkatnya risiko bencana di wilayah pegunungan.
Perubahan iklim terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Emisi yang dihasilkan dari penggunaan bahan bakar fosil, kegiatan industri, transportasi, dan berkurangnya luas hutan menyebabkan suhu bumi terus meningkat. Kondisi ini berdampak pada berbagai sistem alam, termasuk gletser di kawasan pegunungan tinggi.
Di Swiss, kenaikan suhu menyebabkan banyak gletser kehilangan massa es dalam jumlah besar. Selain itu, lapisan permafrost yang selama ini membantu menjaga kestabilan batuan dan lereng gunung mulai mencair. Akibatnya, beberapa wilayah di Pegunungan Alpen menjadi lebih rentan terhadap tanah longsor, runtuhan batu, dan runtuhnya gletser.
Sebelum bencana terjadi, peneliti telah mengamati pergerakan batuan yang semakin aktif di sekitar Gletser Birch. Material yang terus berjatuhan dari lereng gunung terakumulasi di permukaan gletser dan memperburuk kondisi yang sudah tidak stabil. Pada akhirnya, sebagian gletser tersebut runtuh dan memicu longsoran besar yang bergerak menuju lembah tempat Desa Blatten berada.
Longsoran tersebut membawa campuran es, batuan, tanah dan lumpur dalam jumlah yang sangat besar. Akibatnya, sejumlah bangunan dan fasilitas umum rusak, dan masyarakat harus meninggalkan rumahnya demi keselamatan. Meski sebelumnya sudah dilakukan evakuasi, namun kejadian ini tetap menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi warga sekitar.

Tidak hanya berdampak pada masyarakat, bencana juga berdampak pada lingkungan sekitar. Material longsor mengubah kondisi bentang alam dan berpotensi mengganggu aliran sungai di kawasan tersebut. Para ahli juga memperingatkan bahwa pencairan gletser yang sedang berlangsung dapat mengurangi cadangan air tawar alami, yang merupakan fungsi penting gletser di kawasan Alpen.
Kasus yang terjadi di Desa Blatten menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim kini semakin nyata dan dapat dirasakan secara langsung. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa krisis iklim tidak hanya merupakan persoalan lingkungan hidup, namun juga berkaitan dengan keselamatan manusia, keberlanjutan sumber daya alam, dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan kondisi alam.
Sebagai permasalahan global, perubahan iklim memerlukan kerja sama dari berbagai negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperkuat langkah adaptasi. Tanpa upaya yang lebih serius, risiko bencana serupa diperkirakan akan meningkat di berbagai wilayah di dunia yang rentan terhadap dampak pemanasan global.
DI TULIS OLEH : NABILA ASSYIFA SUDIRMAN























