Kota Bima – Semangat pengabdian anggota Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) Kota Bima kembali diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan pengawasan keamanan pangan di Pasar Amahami, Kota Bima. Selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (15–17 Juli 2026), para anggota Saka POM bersama petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima serta pengelola pasar turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran pangan olahan sekaligus memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya menjual produk yang aman dan memenuhi ketentuan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), program unggulan Badan POM yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan pasar tradisional yang aman, sehat, dan bebas dari produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan. Melalui program ini, anggota Saka POM diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh selama mengikuti pembinaan sekaligus berkontribusi secara nyata dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Sejak pagi, anggota Saka POM bersama petugas Balai POM di Bima menyusuri lorong-lorong Pasar Amahami dan mendatangi para pedagang yang menjual berbagai produk pangan olahan. Dengan penuh antusias, mereka membantu melakukan pemeriksaan sederhana terhadap produk yang dipasarkan menggunakan prinsip CEK KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Saka POM turut memastikan bahwa kemasan produk masih dalam kondisi baik, informasi pada label dapat dibaca dengan jelas, produk memiliki izin edar yang sah, serta belum melewati masa kedaluwarsa. Selain mendampingi proses pemeriksaan, mereka juga berinteraksi secara langsung dengan para pedagang untuk menyampaikan pentingnya menjaga kualitas produk yang dijual sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen.
Kehadiran anggota Saka POM di tengah aktivitas pasar mendapat sambutan positif dari para pedagang. Dengan pendekatan yang komunikatif dan persuasif, mereka mampu menjelaskan manfaat penerapan prinsip CEK KLIK dalam bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami. Suasana dialog yang hangat membuat para pedagang tidak hanya menerima pengawasan, tetapi juga memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pentingnya menjual pangan olahan yang aman dan memenuhi ketentuan.
Bagi anggota Saka POM, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan pengalaman berharga karena mereka dapat melihat secara langsung bagaimana proses pengawasan keamanan pangan dilaksanakan di lapangan. Pengalaman tersebut melengkapi materi yang selama ini mereka peroleh dalam berbagai kegiatan pembinaan, termasuk melalui program STOMATA (Studi Obat dan Makanan Pramuka Bertalenta) yang secara rutin diselenggarakan oleh Balai POM di Bima.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi anggota untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat. Mereka belajar bahwa pengawasan obat dan makanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Kepala Balai POM di Bima sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) POM Kota Bima, Adjis Sandjaya, mengapresiasi semangat anggota Saka POM yang terus menunjukkan komitmen dalam mendukung berbagai program Balai POM di Bima.
“Saka POM dibentuk bukan hanya untuk menambah pengetahuan anggotanya, tetapi juga untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjadi pelopor keamanan obat dan makanan. Melalui keterlibatan langsung dalam pengawasan di pasar, anggota memperoleh pengalaman nyata sekaligus belajar berinteraksi dengan masyarakat. Kami berharap pengalaman ini semakin memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Adjis, pelibatan anggota Saka POM dalam kegiatan lapangan merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Dengan terjun langsung mendampingi petugas, para anggota dapat memahami pentingnya pengawasan pangan sekaligus menyaksikan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, pengelola pasar, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam melindungi konsumen.
Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas sendiri mengedepankan prinsip pemberdayaan. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda melalui Saka POM menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran anggota Saka POM tidak hanya membantu proses pengawasan, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa kaum muda mampu mengambil peran nyata dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, anggota Saka POM Kota Bima semakin menunjukkan bahwa semangat kepramukaan dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan yang terus diasah, mereka diharapkan mampu menjadi pelopor keamanan obat dan makanan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas. Sinergi antara Balai POM di Bima, pengelola pasar, dan Saka POM Kota Bima diharapkan terus berlanjut sehingga budaya keamanan pangan dapat tumbuh semakin kuat dan memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh masyarakat.






















