Magetan, (28/6/2026) — Semangat gotong royong masih menemukan ruang hidup lewat tangan-tangan generasi muda yang memilih bertindak daripada sekadar menyampaikan keluhan. Kepedulian terhadap lingkungan kembali terlihat melalui sebuah aksi sosial yang berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026, saat sekelompok remaja melaksanakan kerja bakti membersihkan sebuah taman umum kawasan Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gerakan tersebut lahir berawal dari keresahan seorang remaja berusia 17 tahun yang merasa prihatin melihat kondisi taman publik semakin dipenuhi sampah, dedaunan kering, pecahan kaca, hingga semak yang mulai mengganggu kenyamanan warga. Berbekal semangat kebersamaan, aksi sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan sosial yang melibatkan komunitas serta masyarakat sekitar.
Raden Bay alias Bayu Adi Pradhana adalah travel influencer termuda Kabupaten Magetan yang mulai dikenal melalui berbagai konten promosi wisata, eksplorasi destinasi alam, edukasi pariwisata lokal, serta aktivitas sosial yang konsisten melibatkan generasi muda. Remaja berusia 17 tahun tersebut tidak hanya aktif memperkenalkan potensi wisata Magetan kepada masyarakat luas, melainkan juga membangun komunitas kepemudaan bernama FIVEBROTHER sebagai wadah kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta gerakan positif kalangan remaja. Nama Raden Bay beberapa kali menjadi perhatian masyarakat karena memilih terjun langsung dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan dibanding sekadar membangun citra melalui media sosial. Konsistensi itulah yang menjadikan sosoknya mulai dikenal sebagai salah satu figur muda yang aktif mengajak masyarakat menjaga fasilitas umum sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong, terutama kalangan remaja Kabupaten Magetan.
Kepedulian tersebut bermula ketika Raden Bay melihat kondisi taman yang semakin kurang terawat. Area yang sebelumnya menjadi ruang terbuka bagi masyarakat perlahan berubah menjadi lokasi yang dipenuhi sampah dedaunan, kerikil berserakan, pecahan beling, botol kaca bekas, hingga berbagai limbah kecil yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak. Kondisi tersebut mendorong dirinya mengambil langkah nyata. Sebelum kegiatan dilaksanakan, ia terlebih dahulu menyampaikan rencana tersebut kepada Ketua RT setempat guna memperoleh izin sekaligus memastikan kegiatan berjalan sesuai koordinasi bersama warga.

Setelah memperoleh persetujuan, Raden Bay segera menghubungi anggota komunitas FIVEBROTHER untuk menggelar kerja bakti bersama. Tanpa menunggu waktu lama, komunitas tersebut menyepakati pelaksanaan aksi sosial pada Minggu pagi. Semangat kebersamaan yang mereka bangun sejak awal menjadi modal utama pelaksanaan kegiatan, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu bergantung pada program besar ataupun dukungan anggaran yang melimpah.
Sejak pukul 09.00 WIB, anggota komunitas mulai menyisir seluruh area taman. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh mulai dari mengumpulkan dedaunan kering, membersihkan ranting yang berserakan, memindahkan batu-batu kecil yang mengganggu jalur pejalan kaki, hingga mengumpulkan pecahan botol kaca dan beling yang berpotensi melukai warga. Beberapa sudut taman yang sebelumnya tertutup semak dan dipenuhi sampah perlahan kembali terlihat bersih. Setiap anggota bekerja sesuai pembagian tugas masing-masing sehingga proses pembersihan berlangsung efektif meski menguras tenaga.
Aksi sosial tersebut ternyata mendapat respons positif masyarakat sekitar. Sejumlah warga memilih bergabung membantu proses kerja bakti, sementara beberapa lainnya memberikan dukungan berupa konsumsi sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian para remaja tersebut. Ketua RT setempat menyediakan makanan bagi seluruh peserta kerja bakti, sedangkan beberapa warga turut menyumbangkan minuman agar seluruh relawan tetap memiliki tenaga selama menjalankan aktivitas pembersihan. Kehadiran masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh ketika ada pihak yang memulai langkah nyata.

Waktu terus berjalan tanpa terasa. Selama kurang lebih tujuh jam penuh, Raden Bay bersama komunitas FIVEBROTHER tetap bertahan membersihkan setiap sudut taman hingga pukul 16.00 WIB. Area yang semula tampak kumuh perlahan berubah menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman. Hasil kerja tersebut bukan hanya menghadirkan perubahan secara fisik, tetapi juga menghidupkan kembali rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang selama ini menjadi ruang aktivitas masyarakat.
Usai kegiatan berakhir, Raden Bay mengaku merasa lega karena mampu mewujudkan aksi yang telah lama direncanakan. Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sehingga tidak semestinya seluruh beban perawatan hanya diserahkan kepada satu pihak. Ia menilai kondisi taman yang kurang terawat menjadi gambaran bahwa perhatian terhadap ruang publik masih memerlukan keterlibatan masyarakat secara aktif. Raden Bay juga menyampaikan harapan agar warga sekitar semakin peduli terhadap kebersihan dan keasrian lingkungan. Menurutnya, menjaga taman tetap bersih jauh lebih mudah dibanding harus melakukan pembersihan besar ketika kondisi telah berubah menjadi kumuh. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan fasilitas publik.
Selain menyampaikan pesan kepada masyarakat, Raden Bay turut berharap Pemerintah Kabupaten Magetan dapat meningkatkan perhatian terhadap pengelolaan serta perawatan aset-aset publik yang telah dibangun. Keberadaan taman dan fasilitas umum, menurutnya, bukan sekadar pelengkap kawasan perkotaan, melainkan ruang bersama yang memiliki fungsi sosial, edukasi, rekreasi, hingga memperkuat kualitas hidup masyarakat. Perawatan yang berkelanjutan akan memberikan rasa aman sekaligus kenyamanan bagi seluruh pengguna.
Aksi kerja bakti yang digagas Raden Bay bersama komunitas FIVEBROTHER akhirnya menjadi gambaran bahwa perubahan sering kali bermula dari kepedulian sederhana. Ketika generasi muda memilih turun langsung membersihkan lingkungan tanpa menunggu instruksi ataupun kepentingan tertentu, semangat gotong royong memperoleh makna yang sesungguhnya. Langkah tersebut menjadi pesan bahwa menjaga kebersihan fasilitas umum bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama demi menciptakan lingkungan Kabupaten Magetan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.























