PALEMBANG – Di balik perjalanan sebuah grup musik, sering kali tersimpan kisah tentang persahabatan, perjuangan, dan keteguhan mempertahankan mimpi. Hal itu tergambar dalam perjalanan Victory Band, grup musik yang dibentuk oleh empat sahabat asal Palembang, Sumatera Selatan, yakni Naufal Afendi atau Rival, Rizal, Onik, dan Rino.
Victory Band lahir dari kesamaan minat terhadap musik serta keinginan untuk menghasilkan karya yang dapat dinikmati masyarakat. Nama “Victory” dipilih sebagai simbol harapan bahwa setiap perjuangan pada akhirnya akan bermuara pada sebuah kemenangan, meski harus melalui proses yang panjang dan penuh tantangan.
Sejak awal berdiri, perjalanan grup tersebut tidak selalu berjalan mulus. Keterbatasan fasilitas menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Mereka menjalani latihan dengan peralatan sederhana dan secara bertahap mengumpulkan dana untuk memenuhi kebutuhan bermusik.
Selain itu, berbagai karya yang mereka hasilkan belum langsung mendapat perhatian publik. Minimnya apresiasi dan keraguan dari sebagian orang sempat menjadi ujian yang menguras semangat para personel.
Memasuki fase berikutnya, tantangan semakin besar ketika masing-masing anggota mulai disibukkan dengan aktivitas dan persoalan pribadi. Intensitas latihan berkurang, proses penciptaan lagu terhenti, hingga komunikasi antaranggota tidak lagi seintens sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat keberlangsungan Victory Band sempat berada di titik yang sulit. Bagi Rival, masa tersebut menjadi salah satu fase paling berat selama perjalanan bermusik bersama rekan-rekannya.
“Yang paling berat bukan ketika karya kami belum dikenal, tetapi ketika kami hampir kehilangan keyakinan terhadap mimpi yang selama ini kami bangun bersama,” ungkap Rival.
Meski sempat berada dalam situasi yang tidak mudah, keempat personel memilih untuk kembali memperkuat komitmen mereka. Kesamaan visi dan ikatan persahabatan menjadi alasan utama untuk kembali berkumpul, berlatih, dan melanjutkan perjalanan bermusik.
Langkah tersebut tidak dilakukan secara instan. Mereka memulainya dari proses sederhana, membangun kembali komunikasi, menghidupkan kreativitas, serta kembali menciptakan karya secara bertahap.
Bagi Victory Band, musik bukan sekadar sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi cerita, pengalaman hidup, dan nilai-nilai persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Hingga kini, Victory Band terus berupaya mengembangkan karya-karyanya meski perjalanan menuju industri musik yang lebih luas masih membutuhkan proses panjang. Keempat personel meyakini bahwa konsistensi dan kerja sama menjadi modal utama untuk terus bertahan di tengah persaingan industri kreatif.
Perjalanan Victory Band menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari popularitas semata. Di balik setiap proses yang dijalani, terdapat nilai tentang ketekunan, loyalitas, dan keberanian untuk kembali bangkit setelah menghadapi berbagai kegagalan.
Bagi Rival, Rizal, Onik, dan Rino, Victory Band bukan sekadar nama sebuah grup musik. Lebih dari itu, band tersebut menjadi simbol persahabatan yang terus dipertahankan serta pengingat bahwa mimpi dapat mengalami pasang surut, tetapi tidak harus berakhir ketika menghadapi tantangan.
























