ACEH SINGKIL — Di tengah keterbatasan ekonomi, seorang pemuda di Aceh Singkil bernama Muliadi menunjukkan semangat pantang menyerah untuk meraih pendidikan tinggi. Muliadi, yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta, memilih untuk berjuang membiayai sendiri kuliahnya tanpa bergantung pada sokongan dana dari orang tua maupun beasiswa.
Setelah lulus sekolah, Muliadi memiliki tekad yang kuat untuk melanjutkan pendidikannya. Namun, karena tidak ingin menambah beban ekonomi keluarganya dan belum mendapatkan kesempatan beasiswa, ia memutuskan untuk mencari jalan keluar sendiri guna membayar biaya kuliah tiap semesternya.
Memanfaatkan keahlian yang telah lama ia tekuni, Muliadi bekerja sebagai pencari kepiting. Berbekal perahu kayu sederhana dan perangkap kepiting atau bubu, ia rutin menyusuri aliran sungai setiap pagi dan sore hari untuk memeriksa hasil tangkapannya.
Menjalani profesi ini bukanlah hal yang mudah bagi Muliadi. Ia harus siap berhadapan dengan panasnya terik matahari, guyuran hujan, hingga kondisi sungai yang terkadang tidak menentu dan tidak bersahabat. Hasil tangkapannya pun pasang surut; ada kalanya ia mendapatkan kepiting yang melimpah, namun tidak jarang ia harus pulang dengan hasil yang minim.
Setiap kepiting hasil tangkapannya kemudian dijual kepada para pengepul maupun masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Uang dari hasil penjualan tersebut ia kumpulkan dan tabung sedikit demi sedikit untuk membayar uang kuliah, membeli buku pelajaran, dan memenuhi kebutuhan perkuliahan lainnya.
Di tengah kesibukannya mencari kepiting, Muliadi tetap harus menjaga komitmennya sebagai mahasiswa. Ia berupaya keras membagi waktu agar pekerjaan dan jadwal kuliahnya dapat berjalan beriringan dengan baik. Meski rasa lelah kerap menghampiri, ia meyakini bahwa pendidikan yang tengah ia perjuangkan adalah investasi yang sangat berharga.
”Selama masih bisa berusaha, saya ingin membayar kuliah dengan hasil kerja sendiri. Saya tidak ingin membebani orang tua,” ungkap Muliadi.
Kisah perjuangan Muliadi dari tepian sungai ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menuntut ilmu.
Ringkasan Fakta:
- Tokoh Utama: Muliadi, seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta.
- Lokasi: Tepian sungai di Aceh Singkil.
- Aktivitas Utama: Mencari kepiting menggunakan perahu kayu dan bubu.
- Tujuan: Membiayai kuliah sendiri karena tidak mendapat beasiswa dan enggan membebani orang tuanya.
- Tantangan: Menghadapi cuaca panas, hujan, kondisi sungai yang tidak menentu, serta hasil tangkapan yang tidak pasti.
Oleh : Riswandi Panggabean
Mahasiswa : STIP Yashafa Aceh Singkil























