LAMONGAN | OLAHRAGA 4/10/2026 – Kabar membanggakan datang dari dunia pencak silat Kabupaten Lamongan. Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM) Lamongan melalui TM Fighter berhasil meraih medali dalam ajang bergengsi IPSI Lamongan Megilan Cup 2026.
Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi TM Fighter karena keikutsertaan dalam kompetisi ini merupakan pengalaman perdana bagi tim dalam mengikuti ajang yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Lamongan.
Dua pesilat muda yang turun mewakili TM Fighter berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah ketatnya persaingan para peserta dari berbagai perguruan dan kontingen pencak silat.

Adapun pesilat yang mengikuti ajang tersebut yakni:
1. M. Khotibul Umam
Alamat: Dusun Galang, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan
Sekolah: SMKN 2 Lamongan
2. Muhammad Fachry Febriansyah
Alamat: Klampisan RT 10 RW 02, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik
Sekolah: SMKN 1 Cerme
Keberhasilan keduanya menjadi bukti bahwa pembinaan pencak silat di lingkungan PSHW TM Lamongan terus berkembang dan mulai mampu membawa nama perguruan ke arena kompetisi resmi.
Perdana Bertanding, Langsung Ukir Prestasi
Bagi TM Fighter, keikutsertaan dalam IPSI Lamongan Megilan Cup 2026 bukan sekadar mengikuti pertandingan. Ajang tersebut menjadi momentum untuk menguji hasil latihan sekaligus mengukur kesiapan para pesilat menghadapi atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.
Tim Official sekaligus Pelatih TM Fighter, Zello E, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang berhasil diraih para pesilat binaannya.
Menurutnya, prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena TM Fighter baru pertama kali mengikuti kompetisi bergengsi yang diselenggarakan IPSI Lamongan.
“Alhamdulillah, kami merasa bersyukur sekali. Ini merupakan perdana TM Fighter mengikuti ajang kompetisi bergengsi yang diadakan IPSI Lamongan. Anak-anak sudah berusaha maksimal dan hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembinaan,” ujar Zello E.
Ia menilai pengalaman bertanding merupakan bagian penting dalam proses pembentukan mental seorang atlet pencak silat.
Menurutnya, kemampuan seorang pesilat tidak hanya ditentukan oleh teknik dan fisik, tetapi juga keberanian, kedisiplinan, mental bertanding serta kemampuan menjaga sportivitas ketika berada di arena.
Prestasi dalam pertandingan perdana tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi TM Fighter untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan menyiapkan atlet-atlet muda menghadapi kompetisi berikutnya.
Kado untuk PSHW TM Lamongan
Sementara itu, Ketua PSHW TM Lamongan, Wahyono, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih saudara seasuhan PSHW TM Lamongan yang tergabung dalam TM Fighter.
Menurut Wahyono, capaian tersebut memiliki makna tersendiri bagi perjalanan PSHW TM Lamongan. Terlebih, prestasi tersebut diraih tidak lama setelah PSHW TM Lamongan secara resmi menjadi bagian dari keanggotaan IPSI Lamongan pada Juli 2026 lalu.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih oleh saudara seasuhan STK. Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi keluarga besar PSHW TM Lamongan,” kata Wahyono.
Ia menyebut prestasi tersebut sekaligus menjadi kado bagi PSHW TM Lamongan setelah resmi masuk sebagai anggota IPSI Lamongan pada Juli 2026.
“Prestasi ini menjadi kado untuk PSHW TM Lamongan yang resmi masuk anggota IPSI Lamongan pada Juli 2026 kemarin,” pungkasnya.
Bukan Sekadar Medali
Bagi PSHW TM Lamongan, keberhasilan meraih medali dalam IPSI Lamongan Megilan Cup 2026 tidak semata-mata diukur dari hasil akhir pertandingan.
Lebih jauh, keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui olahraga pencak silat. Kompetisi menjadi ruang bagi para pesilat untuk belajar tentang disiplin, keberanian, tanggung jawab, sportivitas dan kemampuan menghormati lawan.
Pencak silat juga tidak hanya berbicara tentang kemampuan bertanding. Di dalamnya terdapat nilai-nilai karakter yang dapat membentuk kepribadian seorang pesilat agar mampu mengendalikan diri dan menjunjung tinggi etika.
Karena itu, prestasi yang diraih M. Khotibul Umam dan Muhammad Fachry Febriansyah diharapkan tidak membuat proses pembinaan berhenti. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas latihan dan mencetak lebih banyak pesilat berprestasi.
Langkah Awal Menuju Prestasi Lebih Besar
Keberhasilan TM Fighter dalam penampilan perdananya di IPSI Lamongan Megilan Cup 2026 menjadi sinyal positif bagi perkembangan pembinaan PSHW TM Lamongan.
Dengan dukungan pelatih, official, keluarga, perguruan dan lingkungan pendidikan, para atlet diharapkan mampu terus berkembang serta memiliki mental kompetitif yang sehat.
Bagi dua pesilat muda tersebut, medali yang diraih bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk mengukir prestasi di berbagai kejuaraan pencak silat pada masa mendatang.
Sementara bagi PSHW TM Lamongan, momentum tersebut menjadi bukti bahwa keanggotaan resmi di IPSI Lamongan dapat diikuti dengan kontribusi nyata melalui prestasi atlet di arena pertandingan.
Dari latihan, keberanian lahir. Dari pertandingan, pengalaman tumbuh. Dari prestasi, nama perguruan dan daerah semakin terangkat.























