Lahir dari keluarga petani sederhana di Pemuteran pada Februari 2003, langkah I Gede Suryawan—atau yang akrab disapa Surya Escobar—untuk meraih pendidikan tinggi nyaris terhenti. Namun, pemuda asal Karangasem, Bali ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang, melainkan bahan bakar untuk mencetak segudang prestasi dari tingkat desa hingga kancah internasional.
Kecemerlangan Akademis dan Keberanian Mengambil Peluang
Jejak kecerdasan Surya sudah terlihat sejak ia mengenyam pendidikan dasar. Ia konsisten meraih Juara 1 saat bersekolah di SD N5 Pempatan, Juara 2 di SMP N 2 Rendang, dan masuk dalam peringkat 10 besar saat menempuh jurusan IPA di SMA N 1 Rendang. Bakat diplomasinya juga mulai terasah ketika ia menyabet Juara 2 Lomba Debat se-Bali Timur tingkat SMP yang diselenggarakan di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Karangasem.
Meski sempat menghadapi ancaman putus sekolah, Surya berhasil menyelesaikan studi S1 Sistem Informasi di Universitas Markandeya dan meraih gelar S.Kom. Di kampus ini, ia dinobatkan sebagai Duta Partisipasi Diplomasi. Tak hanya jago di bidang teknologi, Surya juga memperluas wawasannya di bidang ekonomi melalui Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 3 pada tahun 2023 dengan mengambil studi Manajemen Ekonomi di Universitas HKBP Nommensen, Medan. Sebagai wujud kontribusinya bagi masyarakat, Surya menyelesaikan tugas akhir skripsi berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Profil dan Katalog UMKM Berbasis Web di PLUT Bangli”.
Kiprah Internasional dan Kepemimpinan Organisasi
Daya kritis dan kepemimpinan Surya membuatnya dipercaya memegang berbagai posisi strategis. Mulai dari Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) di SMA N 1 Rendang, hingga terpilih sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Markandeya (2024-2025) dan kembali mendapat mandat penuh sebagai Presiden Mahasiswa untuk periode 2025-2026. Ia juga aktif menjabat sebagai Kepala Bidang Organisasi PC KMHDI Bangli dan Ketua Yowana (2018-2023).
Kiprah Surya melesat hingga ke luar negeri. Pada tahun 2025, ia terpilih mengikuti ASEAN Study di Walailak University, Thailand, yang juga memberikannya kesempatan berharga untuk berkunjung dan berdiskusi di Kantor Konsulat Republik Indonesia di Songkhla. Pada tahun 2026, Surya juga berhasil lolos dalam program Kemdikbud Ristek Saintek FLC Regional 5 di Bali dan melenggang ke FLC Summit yang diselenggarakan di Depok.
Merawat Toleransi dan Membangun Ekonomi Desa
Di luar pencapaian akademis dan politik kampus, Surya adalah sosok yang sangat membumi. Ia pernah mengabdi sebagai staf administrasi di Kantor Lurah Desa Pempatan (2021-2024) dan menjadi Relawan Siabad PMI Kabupaten Karangasem pada 2024.
Satu hal yang menonjol dari figur Surya Escobar adalah komitmennya terhadap keberagaman. Ia kerap terjun langsung berpartisipasi dalam berbagai kegiatan lintas agama, termasuk pada momen bulan suci Ramadhan dan perayaan Natal, menjadikannya figur teladan dalam menjaga harmoni dan toleransi beragama di tengah masyarakat.
Visi Besar: Menuju Politik Berbasis Ekonomi dan Diplomasi
Saat ini, Surya tak hanya aktif di dunia pergerakan, tetapi juga terjun langsung sebagai investor di beberapa UMKM lokal, membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi riil adalah kunci kesejahteraan.
Mengidolakan tokoh-tokoh besar seperti Ahok, Marty Natalegawa, dan Yusril Ihza Mahendra, I Gede Suryawan memegang teguh visi hidupnya: “Membangun ekonomi seimbang demi kestabilan hidup menuju politik dengan diplomatik.” Dari anak petani di Bali hingga menjadi pemimpin muda yang mendunia, kisah Surya Escobar adalah bukti nyata bahwa dedikasi, toleransi, dan kerja keras akan selalu menemukan jalannya menuju puncak.





















