Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Product Review

Produksi dan Penjualan Souvenir Pernikahan dalam Perspektif Ekonomi Mikro

indah cahyu by indah cahyu
4 October 2026
in Product Review
A A
0
ilustrasi souvenir 20kb
889
SHARES
1.3k
VIEWS

Souvenir pernikahan merupakan salah satu produk yang banyak digunakan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada tamu yang hadir dalam sebuah acara pernikahan. Seiring berkembangnya kebutuhan dan selera konsumen, souvenir tidak hanya berfungsi sebagai cendera mata, tetapi juga dapat memiliki fungsi praktis dan nilai estetika. Berbagai jenis produk seperti mug, gelas, pouch, tote bag, kipas, gantungan kunci, dan produk lainnya dapat dibuat dengan berbagai desain, ukuran, bahan, serta konsep yang disesuaikan dengan keinginan konsumen. Kondisi tersebut menjadikan bisnis souvenir pernikahan sebagai salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan.

Dalam menjalankan bisnis souvenir, pelaku usaha tidak hanya perlu memperhatikan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga perlu memahami konsep ekonomi mikro. Ekonomi mikro berkaitan dengan perilaku konsumen dan perusahaan serta bagaimana keputusan mengenai produksi, permintaan, penawaran, dan harga terjadi dalam kegiatan ekonomi.
Sukirno membahas teori permintaan dan penawaran, perilaku konsumen, teori produksi, dan biaya produksi sebagai bagian penting dalam memahami kegiatan ekonomi mikro.

Dalam produksi souvenir pernikahan, kegiatan dimulai dari menentukan desain, memilih bahan baku, melakukan pembuatan atau pencetakan, memeriksa kualitas, hingga mengemas produk. Produksi pada dasarnya merupakan kegiatan menghasilkan atau meningkatkan nilai guna suatu barang atau jasa sehingga dapat memberikan manfaat bagi konsumen. Oleh karena itu, produsen tidak hanya mengejar jumlah produksi, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas dan kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen.

Agar proses produksi dapat berjalan, pelaku usaha membutuhkan beberapa faktor produksi. Bahan baku digunakan untuk menghasilkan produk, misalnya kain, kayu, kaca, kertas, plastik, dan bahan lainnya. Setiap jenis souvenir membutuhkan bahan baku yang berbeda. Gantungan kunci dapat dibuat menggunakan akrilik atau kayu, ring gantungan, stiker atau cetakan nama, serta plastik kemasan. Kipas souvenir membutuhkan kipas polos berbahan plastik atau bambu, bahan cetak, pita, dan kemasan. Pouch membutuhkan kain kanvas atau blacu, ritsleting, benang, bahan sablon, dan kemasan. Gelas souvenir membutuhkan gelas kaca, stiker atau bahan cetak, kotak kemasan, serta pelindung seperti bubble wrap. Sementara itu, tote bag membutuhkan kain kanvas atau blacu, benang, tali pegangan, bahan sablon, dan kemasan.

Selain bahan baku, tenaga kerja dibutuhkan untuk membuat desain, memproduksi, mencetak, mengemas, melayani konsumen, hingga melakukan pemasaran. Modal digunakan untuk membeli bahan baku, menyediakan peralatan, membayar tenaga kerja, menyediakan kemasan, dan mendukung kegiatan pemasaran. Teknologi juga dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam desain, pencetakan, pengelolaan pesanan, serta pemasaran digital. Pengusaha kemudian menggabungkan berbagai faktor tersebut dan menentukan keputusan mengenai produk, jumlah produksi, harga, dan strategi pemasaran.

Penggunaan faktor produksi berkaitan erat dengan biaya. Dalam bisnis souvenir pernikahan, biaya dapat berasal dari pembelian bahan baku, tenaga kerja, listrik, penggunaan peralatan, kemasan, transportasi, dan pemasaran. Biaya produksi menjadi hal penting karena berhubungan dengan harga jual dan keuntungan. Jika biaya produksi meningkat sementara harga jual tetap, keuntungan yang diperoleh dapat menurun. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu mengendalikan biaya dengan menggunakan bahan secara efisien, mengurangi pemborosan, mencari pemasok alternatif, dan menyesuaikan proses produksi dengan kemampuan usaha.

Sebagai ilustrasi, biaya produksi gantungan kunci untuk pesanan sebanyak 100 buah dapat dirincikan sebagai berikut.

Komponen biaya

Estimasi biaya

Bahan akrilik dan ring gantungan

Rp120.000

Stiker atau cetak nama

Rp50.000

Plastik kemasan

Rp30.000

Tenaga kerja

Rp50.000

Listrik dan biaya operasional

Rp20.000

Total biaya produksi

Rp270.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, total biaya produksi untuk 100 gantungan kunci adalah Rp270.000 atau Rp2.700 per buah. Angka tersebut merupakan simulasi untuk menjelaskan perhitungan biaya produksi dan dapat berbeda sesuai harga bahan baku, kualitas produk, serta biaya tenaga kerja yang berlaku.

Selain produksi dan biaya, pemahaman terhadap permintaan konsumen juga penting. Permintaan menunjukkan jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu. Dalam bisnis souvenir pernikahan, permintaan dapat dipengaruhi oleh harga, pendapatan, selera, kualitas, desain, manfaat, tren, dan kebutuhan konsumen. Ada konsumen yang lebih memperhatikan harga terjangkau, sementara konsumen lainnya lebih mengutamakan kualitas, keunikan, desain, atau manfaat produk.

Salah satu hal yang dapat meningkatkan daya tarik souvenir adalah kemampuan melakukan kustomisasi. Konsumen dapat menyesuaikan produk dengan nama pasangan, warna, tema, maupun konsep acara pernikahan. Produk yang menarik, bermanfaat, terjangkau, memiliki kemasan yang baik, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dapat memberikan nilai tambah bagi produk tersebut.

Permintaan konsumen berkaitan dengan penawaran dari produsen. Penawaran menunjukkan jumlah barang yang bersedia dan mampu ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga. Dalam bisnis souvenir, kemampuan menyediakan produk dipengaruhi oleh kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, tenaga kerja, modal, dan teknologi.

Ketika jumlah pesanan meningkat, produsen perlu menyesuaikan kapasitas produksinya. Namun, peningkatan produksi juga membutuhkan tambahan sumber daya. Jika pesanan terlalu banyak dibandingkan kemampuan produksi, dapat terjadi keterlambatan pengerjaan atau penurunan kualitas. Oleh karena itu, produsen perlu memperkirakan jumlah pesanan dan memastikan ketersediaan bahan baku sebelum menerima pesanan dalam jumlah besar.
Penentuan harga menjadi bagian penting dalam kegiatan penjualan. Harga souvenir perlu mempertimbangkan biaya produksi, keuntungan yang diharapkan, harga produk pesaing, serta kemampuan konsumen untuk membeli. Harga yang terlalu tinggi dapat membuat konsumen memilih produk lain, sedangkan harga yang terlalu rendah dapat mengurangi keuntungan dan berisiko tidak menutup biaya usaha.

Baca Juga

Aktivitas pemeriksaan dan ketersediaan berbagai tipe smartphone di toko Gadget Tasik, kawasan Jalan Tamansari Gobras, Kota Tasikmalaya.

Menjawab Kebutuhan Pasar Digital, Gadget Tasik Hadirkan Alternatif Jual Beli Smartphone di Tasikmalaya

12 October 2026
IMG 8d2c9c17 bb2a 4793 a117 8c57528b4a80

Menilai Kelayakan Bisnis Janji Jiwa di Tengah Tren Kopi Kekinian

11 October 2026
boncabe pedasnya beneran 678x381 1

Analisis Studi Kelayakan Bisnis PT Kobe Boga Utama: Menakar Ketahanan dan Keunggulan Operasional Pelopor Tepung Bumbu Indonesia

11 October 2026
IMG 20261010 082318

Produksi Dan Penjualan Boneka Rajut (Amigurumi) Dalam Perspektif Ekonomi Mikro

11 October 2026

Sebagai gambaran, berikut daftar estimasi harga jual beberapa jenis souvenir pernikahan.

Jenis souvenir

Estimasi harga jual per buah

Gantungan kunci

Rp4.000

Kipas souvenir

Rp5.000

Pouch

Rp10.000

Gelas souvenir

Rp12.000

Tote bag

Rp15.000

Harga tersebut merupakan estimasi ilustratif, bukan hasil survei harga pasar yang menyeluruh. Harga sebenarnya dapat berbeda bergantung pada bahan baku, ukuran, kualitas, desain, jumlah pesanan, dan tingkat kesulitan pengerjaan. Produsen perlu membandingkan harga dari beberapa pemasok agar memperoleh bahan baku dengan harga yang sesuai tanpa mengabaikan kualitas produk.

Daftar harga dapat membantu konsumen membandingkan produk dan memilih souvenir sesuai anggaran. Bagi produsen, daftar harga juga dapat menjadi dasar untuk memperkirakan pendapatan dan menentukan keuntungan. Dengan memperhitungkan seluruh biaya produksi, produsen dapat menetapkan harga jual yang kompetitif sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.

Sebagai contoh, apabila produsen menjual 100 gantungan kunci dengan harga Rp4.000 per buah, total pendapatan yang diperoleh adalah Rp400.000. Jika total biaya produksi sebesar Rp270.000, keuntungan yang diperoleh adalah Rp130.000, dengan asumsi tidak terdapat biaya lain di luar perhitungan tersebut.

Penjualan tidak terlepas dari kegiatan pemasaran. Saat ini, pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Katalog, foto produk, desain, harga, dan testimoni dapat digunakan untuk memberikan informasi kepada calon pembeli. Selain pemasaran digital, kerja sama dengan wedding organizer, wedding planner, gedung pernikahan, dan vendor lainnya dapat membantu memperluas jangkauan pasar. Branding dan kemasan yang menarik juga dapat membantu produk lebih mudah dikenali oleh konsumen.

Persaingan menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan dalam bisnis souvenir pernikahan. Pelaku usaha dapat menawarkan berbagai produk dengan perbedaan harga, desain, kualitas, dan pelayanan. Untuk menghadapi kondisi tersebut, produsen dapat memberikan keunggulan melalui desain yang unik, kualitas produk, harga yang kompetitif, kemasan menarik, pelayanan yang baik, serta kemampuan melakukan kustomisasi.

Beberapa tantangan yang dapat dihadapi antara lain persaingan harga, ketidakstabilan pemasok, keterbatasan tenaga kerja ketika menerima pesanan dalam jumlah besar, branding yang belum kuat, dan tuntutan konsumen yang beragam. Oleh karena itu, produsen perlu melakukan perencanaan produksi dan pemasaran agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mempertahankan daya saing.

Pada akhirnya, kegiatan produksi dan penjualan bertujuan menghasilkan pendapatan dan keuntungan. Dalam konsep ekonomi mikro, keuntungan dapat dilihat dari selisih antara total pendapatan dan total biaya. Secara sederhana, rumusnya adalah:

Keuntungan = Total Pendapatan − Total Biaya

Berdasarkan contoh sebelumnya, penjualan 100 gantungan kunci dengan harga Rp4.000 per buah menghasilkan pendapatan sebesar Rp400.000. Apabila total biaya produksi sebesar Rp270.000, keuntungan yang diperoleh adalah Rp130.000. Perhitungan ini merupakan simulasi dan belum memperhitungkan biaya lain yang mungkin timbul, seperti biaya transportasi tambahan, pemasaran, atau penyusutan peralatan.

Sebagai contoh lain, apabila penjualan berbagai jenis souvenir menghasilkan pendapatan sebesar Rp5.000.000 dan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp3.500.000, keuntungan yang diperoleh adalah Rp1.500.000. Perhitungan tersebut dapat membantu pelaku usaha mengevaluasi apakah biaya produksi, harga jual, jumlah produksi, dan strategi pemasaran yang dilakukan sudah sesuai.

Dari kegiatan produksi hingga penjualan, bisnis souvenir pernikahan menunjukkan bagaimana konsep ekonomi mikro dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Produsen harus mengelola sumber daya yang terbatas, menentukan jenis dan jumlah produk, mengendalikan biaya, memahami permintaan dan penawaran, menentukan harga, melakukan pemasaran, serta menghadapi persaingan. Sementara itu, konsumen mempertimbangkan harga, kualitas, desain, manfaat, dan keunikan sebelum membeli suatu produk. Interaksi antara produsen dan konsumen tersebut membentuk hubungan yang saling berkaitan dalam kegiatan pasar.

Dengan memahami konsep ekonomi mikro, pelaku usaha souvenir pernikahan dapat lebih memahami bagaimana keputusan produksi dan penjualan saling berhubungan. Pengelolaan faktor produksi, pengendalian biaya, pemahaman terhadap permintaan dan penawaran, penetapan harga, pemasaran, serta pengelolaan keuntungan menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha. Dengan demikian, bisnis souvenir pernikahan tidak hanya menjadi peluang usaha, tetapi juga dapat menjadi contoh penerapan konsep ekonomi mikro dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh : Indah Cahyu Handini & Moch. Azam Firdaus / Mahasiswa Program Sarjana Manajemen Universitas Pamulang

Dosen Pengampu : Novia Susanti, S.E., M.M

Tugas Mata Kuliah Ekonomi Mikro

———

Bengkel Print. (2025, 1 Juli). Sudah jadi pengusaha? Saatnya naik ke bisnis souvenir pernikahan. Bengkel Print.

Sukirno, S. (2002). Pengantar teori mikroekonomi (Edisi ke-3). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Universitas Terbuka. (2021). Pengantar ekonomi mikro (ESPA4111) (Edisi ke-3). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

    Tags: Ekonomi MikroSouvenir Pernikahan
    Share356Tweet222Share62Pin80SendShare
    Kirim Berita Media Wanita
    Previous Post

    Mahasiswa Teknik Informatika di Tengah Perkembangan Teknologi Digital

    Next Post

    Analisis Kelayakan Bisnis PT Mayora Indah Tbk

    indah cahyu

    indah cahyu

    Related Posts

    Aktivitas pemeriksaan dan ketersediaan berbagai tipe smartphone di toko Gadget Tasik, kawasan Jalan Tamansari Gobras, Kota Tasikmalaya.

    Menjawab Kebutuhan Pasar Digital, Gadget Tasik Hadirkan Alternatif Jual Beli Smartphone di Tasikmalaya

    12 October 2026
    IMG 8d2c9c17 bb2a 4793 a117 8c57528b4a80

    Menilai Kelayakan Bisnis Janji Jiwa di Tengah Tren Kopi Kekinian

    11 October 2026
    boncabe pedasnya beneran 678x381 1

    Analisis Studi Kelayakan Bisnis PT Kobe Boga Utama: Menakar Ketahanan dan Keunggulan Operasional Pelopor Tepung Bumbu Indonesia

    11 October 2026
    IMG 20261010 082318

    Produksi Dan Penjualan Boneka Rajut (Amigurumi) Dalam Perspektif Ekonomi Mikro

    11 October 2026
    Next Post
    Sumber : Mayora Indah

    Analisis Kelayakan Bisnis PT Mayora Indah Tbk

    I Gede Suryawan, tokoh muda inspiratif asal Karangasem, Bali, yang aktif dalam dunia pergerakan mahasiswa, pemberdayaan ekonomi UMKM, diplomasi, serta menjadi teladan dalam merawat toleransi keberagaman.

    Mengukir Prestasi dari Desa hingga Mancanegara: Perjalanan Inspiratif I Gede Suryawan (Surya Escobar)

    WhatsApp Image 2026 10 02 at 22.11.10

    Banyak Pesanan, Banyak Biaya: Peran Akuntansi Manajemen Dalam Mengendalikan Biaya Produksi

    IMG 20261004 WA0177

    TM Fighter Kembali Sabet Medali di IPSI Lamongan Megilan Cup 2026: Borong Dua Emas, Satu Perak, dan Satu Perunggu

    FB IMG 1790927805745

    PSHW TM Lamongan Ucapkan Selamat atas Dilantiknya Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Ilustrasi rapat profesional antara perwakilan dunia usaha dan pemangku kepentingan yang membahas analisis data untuk kebijakan publik.

    Lobi Itu Bukan Dosa: Cara Cerdas Dunia Usaha Didengar Pembuat Kebijakan

    14 October 2026
    kumparan akuntansi manajemen under 1mb 1

    Penjualan Ramai, Kok Perusahaan Malah Rugi? Ini Kesalahan yang Sering Nggak Disadari!

    14 October 2026
    Berani baik berani peduli

    Perundungan di Sekolah: Menguji Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Siswa

    14 October 2026
    bf6836a5 c995 41e1 9c2f a73e2cfad0ec

    Peran Akuntansi Manajemen dalam Menentukan Strategi Harga untuk Meningkatkan Keuntungan UMKM

    14 October 2026
    sampul artikel kompasiana under 1000kb

    Pentingnya Studi Kelayakan Bisnis dalam Mengurangi Risiko Kegagalan Usaha pada UMKM di Era Digital

    14 October 2026
    Ahmad Madani di SMK Telkom Malang

    Saat Video Keren Tak Lagi Cukup untuk Menjadi Digital Marketer

    14 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita