Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Pionering merupakan salah satu keterampilan kepramukaan yang memanfaatkan tongkat dan tali untuk membuat berbagai bentuk yang memiliki fungsi tertentu. Dalam pembuatannya, diperlukan pemahaman mengenai teknik simpul dan ikatan serta kerja sama antar peserta. Melalui praktik secara langsung, anggota Pramuka dapat mengembangkan keterampilan sekaligus memahami penerapan materi yang telah dipelajari.
Pada Jumat (6/11/2026), Pramuka MAN 1 Yogyakarta melaksanakan latihan rutin pada siang hari dengan materi praktik pembuatan pionering aplikatif. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari latihan sebelumnya yang telah membahas materi Simpul, Ikat, dan Jerat (SIJ). Kegiatan berlangsung mulai pukul 12.40 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan apel yang dilaksanakan di Lapangan Badminton MAN 1 Yogyakarta. Apel tersebut diikuti oleh dua orang perwakilan dari setiap sangga. Setelah apel selesai, peserta melanjutkan kegiatan dengan praktik pembuatan pionering secara berkelompok berdasarkan sangga masing-masing.
Dalam praktik kali ini, setiap sangga mendapat tugas membuat jemuran dengan model kaki tiga yang dilengkapi bagian bawah menyerupai tandu sebagai rak sepatu. Setiap sangga menggunakan 16 tongkat untuk menyelesaikan pembuatan pionering tersebut. Adapun lokasi pengerjaan diberikan secara bebas kepada masing-masing sangga, sehingga peserta dapat menentukan tempat praktik masing masing.
Selama kegiatan berlangsung, peserta bekerja sama dalam menyusun tongkat dan menerapkan teknik simpul serta ikatan yang telah dipelajari. Kakak Pandu masing-masing turut memantau jalannya praktik untuk membantu peserta apabila mengalami kesulitan dalam proses pengerjaan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengulas kembali materi sebelumnya, tetapi juga belajar menerapkannya dalam bentuk karya yang memiliki kegunaan.

Pada apel penutupan, Kak Rahmat Nur Syaifudin, S.Pd. menyampaikan bahwa pionering kaki tiga tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai jemuran ataupun rak sepatu, tetapi juga memiliki berbagai kegunaan lain. “Harapannya, apa yang sudah dipraktikkan hari ini dapat diterapkan ke depannya. Jangan hanya datang latihan, tetapi juga belajar dan mengimplementasikan materi yang sudah dipelajari. Pramuka bukan hanya tentang teori, melainkan juga praktik,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan praktik tersebut. Menurutnya, keterampilan seperti pionering melatih murid untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga berpikir kreatif dan mencari solusi ketika menghadapi tantangan.
“Dalam kegiatan seperti ini, anak-anak belajar bahwa sebuah pekerjaan tidak bisa diselesaikan sendiri. Mereka perlu berdiskusi, berbagi tugas, saling membantu, dan memastikan setiap ikatan terpasang dengan benar. Kalau ada yang kurang tepat, mereka belajar memperbaikinya bersama. Kemampuan seperti inilah yang penting dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap anggota Pramuka tidak berhenti pada keterampilan membuat pionering, tetapi juga terbiasa menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan mampu bekerja sama,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Pramuka MAN 1 Yogyakarta tidak hanya memahami materi kepramukaan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik. Hal ini sejalan dengan prinsip kepramukaan yang tidak hanya menekankan pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan pengimplementasian dalam kehidupan sehari-hari. (nra)




















