Tanggerang Selatan | 23 Oktober 2026 —Dalam menjalankan usaha, perusahaan tidak hanya perlu memperoleh keuntungan, tetapi juga harus mampu mengatur penggunaan uangnya. Keputusan untuk membeli mesin, membuka cabang, atau menambah fasilitas membutuhkan pertimbangan yang matang. Di sisi lain, perusahaan juga harus memastikan uang tunai yang tersedia cukup untuk membayar kebutuhan operasional. Karena itu, penganggaran modal dan penganggaran kas menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Mengenal Penganggaran Modal
Penganggaran modal adalah proses menilai rencana investasi jangka panjang sebelum perusahaan mengeluarkan dana. Tujuannya agar dana yang dimiliki digunakan untuk proyek yang memberi manfaat bagi perusahaan. Dalam menilai investasi, perusahaan dapat menggunakan beberapa metode, seperti Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI).
Empat Metode untuk Menilai Investasi
Payback Period (PP) digunakan untuk memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar modal awal kembali melalui arus kas masuk. Contohnya, jika perusahaan menginvestasikan Rp100 juta dan menerima arus kas masuk Rp25 juta setiap tahun, modal tersebut kembali dalam waktu sekitar empat tahun. Metode ini mudah dipahami, tetapi perhitungan sederhana PP tidak memperhitungkan nilai waktu uang dan arus kas yang diterima setelah modal kembali.
Net Present Value (NPV) menghitung selisih antara nilai sekarang dari arus kas masuk yang diperkirakan dengan biaya investasi awal. Jika nilai sekarang arus kas masuk sebesar Rp120 juta dan investasi awal Rp100 juta, NPV-nya adalah positif Rp20 juta. NPV positif umumnya menunjukkan bahwa proyek layak dipertimbangkan, selama perkiraan arus kas dan tingkat diskonto yang digunakan sesuai.
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat pengembalian yang membuat NPV suatu proyek sama dengan nol. Hasil IRR biasanya dibandingkan dengan tingkat pengembalian minimum yang disyaratkan perusahaan. Sebagai contoh, jika IRR proyek sebesar 15 persen sedangkan tingkat pengembalian minimum perusahaan 10 persen, proyek tersebut umumnya dapat dipertimbangkan lebih lanjut.
Profitability Index (PI) membandingkan nilai sekarang arus kas masuk dengan investasi awal. Jika nilai sekarang arus kas masuk Rp120 juta dan investasi awal Rp100 juta, PI-nya adalah 1,2. Artinya, setiap Rp1 investasi berkaitan dengan Rp1,20 nilai sekarang arus kas masuk yang diperkirakan. PI lebih dari 1 umumnya menunjukkan proyek layak dipertimbangkan.
Contoh Nyata: Belanja Modal Astra
Contoh penganggaran modal dapat dilihat dari PT Astra International Tbk. Dalam berita ANTARA yang terbit pada 27 Agustus 2025, Astra dilaporkan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp8,8 triliun pada semester pertama 2025, dari rencana belanja modal Rp25 triliun untuk tahun tersebut. Penggunaannya mencakup kebutuhan di beberapa bidang usaha, antara lain alat berat untuk bisnis kontraktor pertambangan, peremajaan dan perawatan perkebunan, mesin produksi, serta renovasi atau pembelian lahan untuk cabang otomotif.
Contoh ini menunjukkan bahwa belanja modal dapat digunakan untuk mendukung kegiatan dan pengembangan usaha. Namun, berita tersebut tidak mencantumkan data arus kas proyek secara rinci, sehingga nilai PP, NPV, IRR, dan PI Astra tidak dapat dihitung hanya dari informasi itu.
Pentingnya Penganggaran Kas
Selain merencanakan investasi jangka panjang, perusahaan juga perlu membuat anggaran kas. Anggaran kas memperkirakan uang yang akan diterima dan dikeluarkan dalam periode tertentu. Dengan begitu, perusahaan bisa mengantisipasi kekurangan kas sebelum terjadi dan menyiapkan dana untuk membayar gaji, membeli bahan baku, membayar tagihan, serta memenuhi kebutuhan lainnya.
Perhitungannya dapat disederhanakan menjadi: saldo kas akhir = saldo kas awal + penerimaan kas − pengeluaran kas. Misalnya, saldo awal perusahaan Rp20 juta, penerimaan selama periode tersebut Rp50 juta, dan pengeluaran Rp40 juta. Saldo kas akhirnya menjadi Rp30 juta. Perhitungan sederhana ini membantu perusahaan melihat perkiraan uang yang masih tersedia.
Mengapa Keduanya Perlu Berjalan Bersama?
Penganggaran modal membantu perusahaan memilih investasi yang tepat, sedangkan penganggaran kas membantu memastikan kebutuhan sehari-hari tetap dapat dibayar. Rencana investasi yang terlihat menguntungkan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan. Jika terlalu banyak dana digunakan untuk investasi sekaligus, perusahaan bisa mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan operasional.
Penutup
Penganggaran modal dan penganggaran kas saling melengkapi dalam menjaga keuangan perusahaan. Dengan menilai investasi menggunakan PP, NPV, IRR, dan PI serta memperkirakan arus kas secara teratur, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih terencana. Langkah ini tidak menjamin usaha bebas dari risiko, tetapi dapat membantu perusahaan menggunakan dana secara lebih hati-hati.
Referensi
OpenStax. (2022). Principles of Finance 2e, Chapter 16: Capital Budgeting. https://openstax.org/books/principles-finance-2e/pages/16-summary
ANTARA News. (2025, 27 Agustus). “Astra realisasikan belanja modal Rp8,8 triliun pada semester I-2025.” https://www.antaranews.com/berita/5066713/astra-realisasikan-belanja-modal-rp88-triliun-pada-semester-i-2025
Aulia Rahma 251010550634
Isnaeni Novia Ramadhani 251010550983
Riri Prihatin 221010550342

























