JAKARTA — Di tengah kawasan industri dan perairan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, berdiri sebuah rumah panggung kayu bernuansa cokelat tua. Bangunan berarsitektur khas Betawi yang dikenal sebagai Rumah Si Pitung
Destinasi sejarah pesisir ini berada di bawah naungan Unit Pengelola (UP) Museum Bahari Jakarta. Di bawah pengelolaan institusi tersebut, kawasan cagar budaya ini terus mendapat pembenahan baik dari segi perawatan bangunan maupun fasilitas edukasi bagi masyarakat luas.
Memasuki area wisata, pengunjung disuguhkan suasana yang asri dan tertata rapi. Kayu-kayu panggung yang kokoh, tempat tidur ukir kuno, hingga diorama kisah perjuangan Sang Pahlawan Betawi terawat dengan baik. Papan informasi yang disajikan kini makin komunikatif, memudahkan pengunjung dari berbagai kalangan untuk memahami sejarah tanpa merasa jenuh.
“Di bawah pengelolaan UP Museum Bahari, kami terus berupaya agar Rumah Si Pitung tidak hanya menjadi tempat berfoto, melainkan ruang edukasi publik. Penataan alur kunjungan, kebersihan kawasan, hingga kualitas pelayanan terus kami optimalkan,” ujar perwakilan pengelola di lokasi.
Selain pemeliharaan rutin, keberadaan pemandu wisata yang ramah menjadi nilai tambah. Wisatawan tidak hanya diajak melihat fisik bangunan panggung, tetapi juga mendalami cerita perjuangan dan kebudayaan masyarakat pesisir Betawi di era kolonial.



















