Kabupaten Semarang — Dedikasi seorang guru tidak selalu diwujudkan hanya melalui kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Hal tersebut tercermin dari sosok Siti Munawiroh, S.Pd, yang akrab disapa Bu Muna, guru honorer di SDN Jatirunggo 01, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Di tengah kesibukannya mendampingi dan mendidik para siswa, Bu Muna turut mengambil bagian dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026 dengan menjalankan tugas sebagai Petugas/Pengawas Lapangan (PML).
Keterlibatan tersebut menjadi bentuk pengabdian lain yang dilakukan Bu Muna untuk masyarakat. Sebagai PML, ia turut mendukung proses pendataan ekonomi di lapangan agar informasi yang dikumpulkan dapat menjadi bahan penting dalam menggambarkan kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Tugas sebagai PML tentu membutuhkan ketelitian, tanggung jawab, komunikasi yang baik, serta kesiapan untuk bekerja di lapangan. Kemampuan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru yang sehari-hari juga memiliki tanggung jawab mendidik siswa.
Bagi Bu Muna, menjalankan tugas sebagai PML bukan sekadar pekerjaan tambahan. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam menyediakan data yang bermanfaat bagi pembangunan.
“Menjadi guru adalah bentuk pengabdian kepada anak-anak dan dunia pendidikan. Ketika diberi kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026, saya juga ingin memberikan manfaat bagi masyarakat melalui tugas yang saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Bu Muna.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa pengabdian seorang guru dapat hadir dalam berbagai bentuk. Selain mencerdaskan generasi penerus bangsa, guru juga dapat mengambil peran dalam kegiatan sosial dan pembangunan di tengah masyarakat.
Kiprah Bu Muna sebagai guru honorer sekaligus PML Sensus Ekonomi 2026 menjadi gambaran tentang semangat untuk terus mengabdi. Dari ruang kelas hingga ke lapangan, ia berusaha menjalankan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab.
Dedikasi seperti inilah yang patut mendapat apresiasi. Sebab, pembangunan tidak hanya membutuhkan data dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan orang-orang yang bersedia turun langsung, bekerja dengan tulus, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Bu Muna mengajarkan bahwa pengabdian tidak mengenal batas tempat dan peran. Dari seorang guru di SDN Jatirunggo 01, ia turut mengambil bagian dalam proses pendataan ekonomi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Semarang dan Indonesia.


























