MOJOKERTO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan pembinaan rohani Kristiani yang dilaksanakan di Aula Utama Lapas Kelas IIB Mojokerto. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan yang beragama Kristen sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter dan peningkatan keimanan, Minggu (24/5).
Pembinaan rohani tersebut diisi dengan ibadah bersama, doa, pujian rohani, serta penyampaian siraman rohani yang bertujuan memberikan motivasi positif kepada warga binaan agar senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbaiki diri selama menjalani masa pidana. Suasana penuh kekeluargaan dan ketenangan tampak mewarnai jalannya kegiatan sejak awal hingga selesai.
Petugas pembinaan Lapas Mojokerto turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan guna memastikan pelaksanaan berjalan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan keagamaan ini, diharapkan warga binaan dapat memiliki bekal mental dan spiritual yang lebih baik sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih positif di masa mendatang.
Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program penting dalam proses pembinaan di dalam lapas. Menurutnya, penguatan nilai spiritual memiliki peran besar dalam membentuk sikap dan perilaku warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Melalui kegiatan pembinaan rohani Kristiani ini, kami berharap warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, menumbuhkan kesadaran untuk berubah, serta memiliki semangat baru dalam menjalani kehidupan ke arah yang lebih positif,” ujar Arifin Akhmad.
Beliau juga menegaskan bahwa Lapas Mojokerto terus berupaya memberikan hak pembinaan keagamaan kepada seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama. Pembinaan dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk pemenuhan hak beribadah sekaligus sarana memperkuat mental spiritual warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto berharap proses pembinaan yang diberikan dapat berjalan optimal dan mampu menciptakan warga binaan yang lebih siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan taat terhadap norma kehidupan sosial maupun agama.

















