PROBOLINGGO, 08 Juli 2026 – Pondok Pesantren Al-Mashduqiah, Kraksaan, Probolinggo kembali menorehkan prestasi gemilang di dunia pendidikan Islam. Melalui transisi kurikulum yang berfokus pada Satuan Pendidikan Muamalah/Muadalah (SPM), pesantren modern ini sukses membuktikan bahwa sistem pendidikan pesantren murni memiliki daya saing yang luar biasa di tingkat nasional.
Sebanyak 18 santri yang terdiri dari 9 santri putra dan 9 santri putri dari SPM Ulya Al-Mashduqiah dinyatakan resmi diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Universitas Islam Negeri (UIN) favorit di Indonesia.
Capaian ini menjadi jawaban konkret atas keraguan masyarakat mengenai masa depan lulusan pesantren muadalah. Pasca-reorganisasi dari sistem sekolah formal konvensional (SMP/MA Plus) menjadi SPM Wustha dan Ulya sesuai amanat UU Pesantren Nomor 18 Tahun 2019, Al-Mashduqiah justru semakin melejit dalam mengantarkan santrinya ke gerbang perguruan tinggi.
Adapun deretan kampus ternama yang menjadi tujuan studi para santri berprestasi ini meliputi:
• Universitas Jember (UNEJ)
• UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
• UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember
• UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
• UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
• UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya
Pihak otoritas Pondok Pesantren Al-Mashduqiah menyatakan bahwa keberhasilan 18 santri putra dan putri ini tidak lepas dari keunggulan Kurikulum Muallimin atau Halqatul Mu’allimin al-Islamiah (HAMIM) yang diterapkan. Melalui sistem terintegrasi ini, santri tidak hanya ditempa dalam pendalaman kitab kuning dan penguasaan bahasa asing (Arab & Inggris) yang intensif, melainkan juga dibekali materi akademik umum yang matang.
“Ini adalah bukti nyata bahwa ijazah Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) Ulya diakui penuh oleh negara dan memiliki hak legalitas yang setara dengan ijazah SMA atau madrasah aliyah umum lainnya. Lulusan pesantren tidak hanya siap mengabdi di masyarakat, tetapi juga sangat siap bersaing memperebutkan kursi di kampus-kampus negeri terbaik nasional,” ujar perwakilan Humas Pondok Pesantren Al-Mashduqiah.
Dengan adanya kabar baik ini, Humas Al-Mashduqiah berharap masyarakat dan para wali santri tidak perlu ragu lagi terhadap sistem pendidikan berbasis muadalah. Keberhasilan 9 santri putra dan 9 santri putri ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi seluruh santri di SPM Al-Mashduqiah untuk terus mengukir prestasi serupa di masa mendatang.
■Pewarta: Misbahul Ulum


















