Generasi Z merupakan generasi pertama yang tumbuh besar dengan akses internet yang sangat terjangkau, mereka membawa pergeseran nilai yang sangat berpengaruh besar dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan menggunakan platfrom seperti tiktok atau Instagram, generasi Z mempunyai cara komunikasi yang sangat unik misalnya mereka menggunakan kalimat yang berkelas dan berbahasa inggris atau berbahasa asing agar terlihat keren dan estetik. Melihat dari kutipan dakwah habib Husein Ja’far Al-Haidar generasi Z bukan hanya sebagai generasi yang mengerti internet saja dan jauh dari agama, melainkan generasi yang mencari kualitas dan manfaat nyata dari pada sekedar prosedur yang telah di buat.
Mereka cenderung lebih menyukai pendekatan agama yang logis, inklusif, dan santai daripada pendekatan yang kaku. Salah satu hal yang sangat di apresiasi Habib Husein Ja’far Haidar adalah sifat kritis kritis yang dimilki oleh generasi Z, meraka tidak pernah ragu untuk mempertanyakan hal-hal yang dianggap tabu,termasuk dalam urusan ibadah atau etika sosial. Baginya ini adalah peluang bagi pemuka agama untuk merangkul jiwa jiwa generasi Z dalam nilai nilai spiritual dengan cara yang lebih intelektual.
Dalam rangka merangkul jiwa generasi Z dalam dakwah literasi dan digital Habib Husein Ja’far Al-Haidar menggunakan berbagai platfrom media sosial seperti reels Instagram, reels tiktok, dan podcast di you tube. Pada platfrom podcast nya “Login” atau kolaborasi lainnya Habib Husein Ja’far Al-Haidar memiliki pola komunikasi yang sangat efektif salah satunya yaitu berusaha menjadi seorang pendengar yang baik beliau sering membiarkan lawan bicaranya untuk memberikan argument mereka. walaupun pandangannya berbeda sampai mereka menyelesaikan argumen nya, dengan itu Habib Husein Ja’far Al-Haidar telah menciptakan ruang diskusi yang aman (safe space).
Kemudiaan Habib Husein Ja’far Al-Haidar juga menciptakan buku “Seni Merayu Tuhan” sebagai alternatif dakwah yang berbasis literasi, dengan diciptakannya buku ini tidak hanya menjadikan buku itu sebagai alternatif dalam menyampaikan dakwah saja tetapi juga menjadi alternatif untuk meningkatkan literasi membaca generasi Z. Habib Husein Al-Ja’far sering menggunakan struktur kalimat yang mudah di mengerti oleh pembaca terutama generasi Z dengan memberikan perbandingan dua hal yang sangat bertolak belakang digunakan sebagai bahan pengandaian atau perumpamaan agar memudahkan pembaca dalam memahami maksud dari sesuatu yang telah di jelaskan. Adapun beberapa rumus penulisan yang digunakan Habaib Husein Ja’far Al-Haidar
dalam menulis buku yang telah beliau ciptakan yaitu dengan menggunakan rumus hal yang dianggap (suci/serius)+ (analogi duniawi yang remeh)= pesan moral
Dengan adanya dakwah dengan menggunakan platfrom media sosial dan literasi ini, lebih memudahkan generasi Z dalam mendapatkan ilmu ilmu dakwah islam dengan pengunaan yang berbasis online dan literasi.



















