Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Pancasila Sebagai Etika Ilmu Pengetahuan:

Membangun Keilmuan yang Berkeadaban

Muhammad Hidayat by Muhammad Hidayat
19 May 2025
in Opini
A A
0
gambar opini
863
SHARES
1.3k
VIEWS

Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, pertanyaan penting muncul: apakah kemajuan ilmu selalu sejalan dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan? Dalam praktiknya tidak jarang kita melihat bagaimana ilmu disalahgunakan, seperti dalam manipulasi data penelitian, eksploitasi sumber daya, hingga pengembangan teknologi yang mengabaikan dampak sosial.

Di sinilah Pancasila hadir bukan hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai sistem etika yang membimbing arah perkembangan ilmu agar tetap berkeadaban. Nilai-nilai dalam Pancasila sangat relevan dijadikan sebagai landasan etik. Sila pertama mengingatkan bahwa ilmu harus selaras dengan nilai ketuhanan dan tidak boleh bertentangan dengan hakikat kemanusiaan. Sila kedua menekankan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab, yang seharusnya menjadi roh dari setiap inovasi dan eksperimen. Sila kelima menuntut agar hasil-hasil ilmu memberi manfaat yang adil dan merata bagi seluruh rakyat, bukan hanya segelintir elite atau perusahaan besar.

Sayangnya, masih banyak akademisi dan lembaga riset yang menempatkan ilmu dalam ruang netral tanpa pijakan nilai. Ketika ilmu dipisahkan dari etika, maka berkembang budaya ilmiah yang kering serta hanya berorientasi pada capaian dan publikasi semata, tetapi miskin tanggung jawab sosial. Kondisi ini diperparah oleh globalisasi akademik, karena standar dan metrik internasional sering kali mengabaikan konteks lokal dan nilai budaya bangsa.

Contoh nyata dari urgensi etika dalam keilmuan dapat dilihat dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurut laporan Katadata (2023), AI berpotensi melanggar hak privasi, menyebabkan perlakuan yang tidak adil, dan memengaruhi kebijakan publik tanpa tanggung jawab yang jelas. Hal ini terjadi karena pengembangan AI yang hanya berorientasi pada efisiensi dan keuntungan tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan secara utuh. Tanpa panduan nilai seperti yang terkandung dalam Pancasila, teknologi ini dapat berkembang ke arah yang justru membahayakan martabat manusia.

Pemerintah dan akademisi Indonesia perlu menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kerangka berpikir dalam seluruh proses keilmuan: mulai dari penyusunan proposal penelitian, pelaksanaan eksperimen, hingga pemanfaatan hasil riset. Dengan cara ini, kita tidak hanya mencetak ilmuwan yang cerdas, tetapi juga bijaksana dan bertanggung jawab. Pancasila bukanlah beban ideologis bagi sains, melainkan sumber cahaya moral yang memastikan ilmu berkembang untuk kebaikan bersama. Di tengah arus global yang sering mengesampingkan nilai-nilai Indonesia memiliki modal besar untuk menawarkan model pengembangan ilmu yang tidak hanya canggih, tetapi juga berkeadaban.

Di tengah dorongan publikasi, cepatnya akses informasi, dan desakan globalisasi banyak akademisi melupakan sesuatu yang paling mendasar: etika dan nilai. Di zaman ini, banyak akademisi menjalankan ilmu dengan cara yang cepat. Mereka sering terburu-buru dalam menulis, meneliti, atau membuat keputusan. Salah satu contohnya adalah saat menggunakan kecerdasan buatan (AI). AI digunakan untuk menyusun tulisan atau merangkum data. Tapi hasil dari AI sering diambil begitu saja, tanpa dicek atau dipahami lebih dalam ini bisa menurunkan nilai dari karya ilmiah.

Baca Juga

file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

17 June 2026
231116 9b05965b 9829 44a6 be98 d4b492adef4f

Live Shopping TikTok: Panggung Interaktif yang Dongkrak Omzet, tapi “Harta Karun” Data Masih Diabaikan

16 June 2026
es teh

Ketika Niat Hidup Sehat Meredup Di Tengah Pandangan Masyarakat

16 June 2026
IMG 20260613 WA0001.jpg

Di Balik Sunyi Yang Ditinggalkan Ayah

16 June 2026

Masalah serupa juga terjadi dalam riset, beberapa akademisi hanya fokus pada jumlah publikasi mereka memilih topik yang sedang tren, bukan yang penting untuk masyarakat. Ada yang mengabaikan proses pengumpulan data yang jujur. Bahkan, ada yang mengutip sumber tanpa membaca aslinya. Semua ini menunjukkan lemahnya etika dalam menjalankan ilmu. Menjalankan ilmu seharusnya disertai tanggung jawab. Akademisi harus jujur, teliti, dan berpikir kritis. Ilmu bukan hanya soal hasil, tapi juga soal proses.

Sikap etis adalah bagian dari kualitas keilmuan. Survei UNESCO menunjukkan bahwa tekanan global membuat banyak peneliti dari negara berkembang lebih memilih publikasi internasional daripada riset berbasis lokal. Mereka kadang melupakan nilai-nilai lokal, termasuk Pancasila. Padahal nilai seperti keadilan sosial, kepentingan bersama, dan kemanusiaan sangat penting sebagai dasar berpikir dan bertindak. Ilmu harus bermanfaat bagi bangsa, jika akademisi tetap berpegang pada etika dan nilai Pancasila, maka ilmu yang dihasilkan tidak hanya cerdas, tapi juga bijak. Kemajuan ilmu pengetahuan harus tetap berpihak pada kebaikan bersama.

Maka dari itu, menjaga etika dalam mencari ilmu bukanlah hal sepele yang dapat diabaikan begitu saja. Etika merupakan fondasi yang menuntun proses belajar agar tetap berada dalam jalur yang benar dan bermartabat. Tanpa etika, ilmu bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri alih-alih mencerdaskan dan membangun, justru dapat merusak dan menyesatkan. Seorang pencari ilmu yang tidak mengindahkan etika cenderung hanya mengejar kepandaian tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral dari pengetahuan yang dimilikinya.

Dalam praktiknya, menjaga etika bisa diwujudkan melalui sikap jujur, rasa hormat kepada guru, rendah hati terhadap ilmu, serta kesediaan untuk terus belajar tanpa merasa paling tahu. Hal-hal ini memang tampak sederhana, namun sering kali dilupakan di tengah semangat mengejar prestasi dan pengakuan. Padahal, kebermanfaatan ilmu tidak hanya diukur dari seberapa banyak yang kita ketahui, tetapi juga dari bagaimana kita menerapkannya untuk kebaikan bersama.

Sudah semestinya seluruh elemen pendidikan baik peserta didik, pendidik, maupun institusi menjadikan etika sebagai pilar utama dalam proses pencarian ilmu. Ilmu yang dibangun di atas dasar moral yang kuat akan menghasilkan pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan kesadaran bersama bahwa ilmu tanpa etika adalah kesia-siaan. Jika ingin menjadi insan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, maka langkah pertama yang harus dijaga adalah adab dan etika dalam menuntut ilmu. Di sanalah letak keberkahan dan kemuliaan sejati dari proses belajar.

    Share345Tweet216Share60Pin78SendShare
    Leaderboard Satu Rumah
    Previous Post

    Perjuangan Masyarakat Lemah Desa Simangambat Jae

    Next Post

    Habib HDW Luncurkan Program Instagram HDWempowers untuk Bangkitkan Semangat UMKM Riau

    Muhammad Hidayat

    Muhammad Hidayat

    Related Posts

    file 000000004f2871f89ac9223ba0eef08e

    Literasi dan Inklusi Keuangan: Dua Bekal Penting Menghadapi Kehidupan Modern

    17 June 2026
    231116 9b05965b 9829 44a6 be98 d4b492adef4f

    Live Shopping TikTok: Panggung Interaktif yang Dongkrak Omzet, tapi “Harta Karun” Data Masih Diabaikan

    16 June 2026
    es teh

    Ketika Niat Hidup Sehat Meredup Di Tengah Pandangan Masyarakat

    16 June 2026
    IMG 20260613 WA0001.jpg

    Di Balik Sunyi Yang Ditinggalkan Ayah

    16 June 2026
    Next Post
    IMG 5908

    Habib HDW Luncurkan Program Instagram HDWempowers untuk Bangkitkan Semangat UMKM Riau

    IMG 20250517 162330

    Sinergitas TNI-POLRI dan Rakyat Bangun Desa Bersama Babinsa

    ppkn

    Bangga Menjadi Indonesia: Menjaga Identitas Nasional di Era Digital

    IMG 20250518 WA0002 1

    Strategi Manajemen Risiko Dalam Perbankan Syariah: Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

    WhatsApp Image 2025 05 19 at 10.57.26 350x350 1

    KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting Bersama Warga Dusun Turen

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)
    Berita Utama

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    by Salsabila Witri Susanto
    12 June 2026
    0

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau seluruh masyarakat...

    Read moreDetails
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    Kasus MRS Jadi Alarm Perlindungan Anak, Menteri PPPA: Jangan Ada Lagi Anak Terabaikan

    6 May 2026
    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    24 April 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    IMG 20260618 WA0147

    Lapas Arga Makmur Terima Kunjungan Kerja dari Kantor Imigrasi Bengkulu

    18 June 2026
    IMG 20260618 144733

    Kalapas Arga Makmur Tegaskan Komitmen WBK kepada Keluarga Warga Binaan pada Area Kunjungan

    18 June 2026
    WhatsApp Image 2026 06 18 at 13.03.08

    WBP Rutan Bengkulu Jalani Pemeriksaan Kesehatan oleh Tim Medis Kanwil Ditjenpas Bengkulu

    18 June 2026
    d56cd376 2a8d 4c66 ad93 4938789b2fb3

    Rutan Bengkulu Fasilitasi Pelaksanaan Litmas bagi WBP sebagai Tahapan Program Integrasi

    18 June 2026
    IMG 20260618 114356

    Lapas Arga Makmur Optimalkan Lahan Pertanian Melalui Pembersihan Gulma untuk Dukung Ketahanan Pangan

    18 June 2026
    IMG 20260618 115131

    Lapas Arga Makmur olah 24 Kilogram Sampah Organik Menjadi Kompos untuk Dukung Ketahanan Pangan

    18 June 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita