Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Banner Publikasi Press Release Gratis
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Pancasila Sebagai Etika Ilmu Pengetahuan:

Membangun Keilmuan yang Berkeadaban

Muhammad Hidayat by Muhammad Hidayat
19 May 2025
in Opini
A A
0
gambar opini
862
SHARES
1.2k
VIEWS

Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, pertanyaan penting muncul: apakah kemajuan ilmu selalu sejalan dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan? Dalam praktiknya tidak jarang kita melihat bagaimana ilmu disalahgunakan, seperti dalam manipulasi data penelitian, eksploitasi sumber daya, hingga pengembangan teknologi yang mengabaikan dampak sosial.

Di sinilah Pancasila hadir bukan hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai sistem etika yang membimbing arah perkembangan ilmu agar tetap berkeadaban. Nilai-nilai dalam Pancasila sangat relevan dijadikan sebagai landasan etik. Sila pertama mengingatkan bahwa ilmu harus selaras dengan nilai ketuhanan dan tidak boleh bertentangan dengan hakikat kemanusiaan. Sila kedua menekankan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab, yang seharusnya menjadi roh dari setiap inovasi dan eksperimen. Sila kelima menuntut agar hasil-hasil ilmu memberi manfaat yang adil dan merata bagi seluruh rakyat, bukan hanya segelintir elite atau perusahaan besar.

Sayangnya, masih banyak akademisi dan lembaga riset yang menempatkan ilmu dalam ruang netral tanpa pijakan nilai. Ketika ilmu dipisahkan dari etika, maka berkembang budaya ilmiah yang kering serta hanya berorientasi pada capaian dan publikasi semata, tetapi miskin tanggung jawab sosial. Kondisi ini diperparah oleh globalisasi akademik, karena standar dan metrik internasional sering kali mengabaikan konteks lokal dan nilai budaya bangsa.

Contoh nyata dari urgensi etika dalam keilmuan dapat dilihat dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurut laporan Katadata (2023), AI berpotensi melanggar hak privasi, menyebabkan perlakuan yang tidak adil, dan memengaruhi kebijakan publik tanpa tanggung jawab yang jelas. Hal ini terjadi karena pengembangan AI yang hanya berorientasi pada efisiensi dan keuntungan tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan secara utuh. Tanpa panduan nilai seperti yang terkandung dalam Pancasila, teknologi ini dapat berkembang ke arah yang justru membahayakan martabat manusia.

Baca Juga

Capital Budgeting

Capital Budgeting: Cara Sederhana Menentukan Investasi yang Tidak Merugikan

27 April 2026
Credit: https://pixabay.com/photos/businessman-job-hunting-manpower-8818855/

Manajemen Sumber Daya Manusia: Mengelola Manusia, Bukan Sekadar Mengurus Berkas

23 April 2026
literasi keuangan bagi karyawan

Pentingnya Literasi Keuangan Untuk Genersi Muda Dan Karyawan

15 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 08 at 08.11.07

Praktisi Tekankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi Kemanusiaan dan Penggerak Ekonomi

13 April 2026

Pemerintah dan akademisi Indonesia perlu menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kerangka berpikir dalam seluruh proses keilmuan: mulai dari penyusunan proposal penelitian, pelaksanaan eksperimen, hingga pemanfaatan hasil riset. Dengan cara ini, kita tidak hanya mencetak ilmuwan yang cerdas, tetapi juga bijaksana dan bertanggung jawab. Pancasila bukanlah beban ideologis bagi sains, melainkan sumber cahaya moral yang memastikan ilmu berkembang untuk kebaikan bersama. Di tengah arus global yang sering mengesampingkan nilai-nilai Indonesia memiliki modal besar untuk menawarkan model pengembangan ilmu yang tidak hanya canggih, tetapi juga berkeadaban.

Di tengah dorongan publikasi, cepatnya akses informasi, dan desakan globalisasi banyak akademisi melupakan sesuatu yang paling mendasar: etika dan nilai. Di zaman ini, banyak akademisi menjalankan ilmu dengan cara yang cepat. Mereka sering terburu-buru dalam menulis, meneliti, atau membuat keputusan. Salah satu contohnya adalah saat menggunakan kecerdasan buatan (AI). AI digunakan untuk menyusun tulisan atau merangkum data. Tapi hasil dari AI sering diambil begitu saja, tanpa dicek atau dipahami lebih dalam ini bisa menurunkan nilai dari karya ilmiah.

Masalah serupa juga terjadi dalam riset, beberapa akademisi hanya fokus pada jumlah publikasi mereka memilih topik yang sedang tren, bukan yang penting untuk masyarakat. Ada yang mengabaikan proses pengumpulan data yang jujur. Bahkan, ada yang mengutip sumber tanpa membaca aslinya. Semua ini menunjukkan lemahnya etika dalam menjalankan ilmu. Menjalankan ilmu seharusnya disertai tanggung jawab. Akademisi harus jujur, teliti, dan berpikir kritis. Ilmu bukan hanya soal hasil, tapi juga soal proses.

Sikap etis adalah bagian dari kualitas keilmuan. Survei UNESCO menunjukkan bahwa tekanan global membuat banyak peneliti dari negara berkembang lebih memilih publikasi internasional daripada riset berbasis lokal. Mereka kadang melupakan nilai-nilai lokal, termasuk Pancasila. Padahal nilai seperti keadilan sosial, kepentingan bersama, dan kemanusiaan sangat penting sebagai dasar berpikir dan bertindak. Ilmu harus bermanfaat bagi bangsa, jika akademisi tetap berpegang pada etika dan nilai Pancasila, maka ilmu yang dihasilkan tidak hanya cerdas, tapi juga bijak. Kemajuan ilmu pengetahuan harus tetap berpihak pada kebaikan bersama.

Maka dari itu, menjaga etika dalam mencari ilmu bukanlah hal sepele yang dapat diabaikan begitu saja. Etika merupakan fondasi yang menuntun proses belajar agar tetap berada dalam jalur yang benar dan bermartabat. Tanpa etika, ilmu bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri alih-alih mencerdaskan dan membangun, justru dapat merusak dan menyesatkan. Seorang pencari ilmu yang tidak mengindahkan etika cenderung hanya mengejar kepandaian tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral dari pengetahuan yang dimilikinya.

Dalam praktiknya, menjaga etika bisa diwujudkan melalui sikap jujur, rasa hormat kepada guru, rendah hati terhadap ilmu, serta kesediaan untuk terus belajar tanpa merasa paling tahu. Hal-hal ini memang tampak sederhana, namun sering kali dilupakan di tengah semangat mengejar prestasi dan pengakuan. Padahal, kebermanfaatan ilmu tidak hanya diukur dari seberapa banyak yang kita ketahui, tetapi juga dari bagaimana kita menerapkannya untuk kebaikan bersama.

Sudah semestinya seluruh elemen pendidikan baik peserta didik, pendidik, maupun institusi menjadikan etika sebagai pilar utama dalam proses pencarian ilmu. Ilmu yang dibangun di atas dasar moral yang kuat akan menghasilkan pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan kesadaran bersama bahwa ilmu tanpa etika adalah kesia-siaan. Jika ingin menjadi insan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, maka langkah pertama yang harus dijaga adalah adab dan etika dalam menuntut ilmu. Di sanalah letak keberkahan dan kemuliaan sejati dari proses belajar.

    Share345Tweet216Share60Pin78SendShare
    Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
    Previous Post

    Perjuangan Masyarakat Lemah Desa Simangambat Jae

    Next Post

    Habib HDW Luncurkan Program Instagram HDWempowers untuk Bangkitkan Semangat UMKM Riau

    Muhammad Hidayat

    Muhammad Hidayat

    Related Posts

    Capital Budgeting

    Capital Budgeting: Cara Sederhana Menentukan Investasi yang Tidak Merugikan

    27 April 2026
    Credit: https://pixabay.com/photos/businessman-job-hunting-manpower-8818855/

    Manajemen Sumber Daya Manusia: Mengelola Manusia, Bukan Sekadar Mengurus Berkas

    23 April 2026
    literasi keuangan bagi karyawan

    Pentingnya Literasi Keuangan Untuk Genersi Muda Dan Karyawan

    15 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 08 at 08.11.07

    Praktisi Tekankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi Kemanusiaan dan Penggerak Ekonomi

    13 April 2026
    Next Post
    IMG 5908

    Habib HDW Luncurkan Program Instagram HDWempowers untuk Bangkitkan Semangat UMKM Riau

    IMG 20250517 162330

    Sinergitas TNI-POLRI dan Rakyat Bangun Desa Bersama Babinsa

    ppkn

    Bangga Menjadi Indonesia: Menjaga Identitas Nasional di Era Digital

    IMG 20250518 WA0002 1

    Strategi Manajemen Risiko Dalam Perbankan Syariah: Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

    WhatsApp Image 2025 05 19 at 10.57.26 350x350 1

    KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting Bersama Warga Dusun Turen

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta
    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    by tondosusanto
    24 April 2026
    0

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Rupiah. Perusahaan...

    Read moreDetails
    WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1

    Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

    23 January 2026
    WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

    Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

    20 January 2026
    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    29 December 2025
    Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

    WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

    9 December 2025
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 04 28 at 16.44.04

    Razia Blok Hunian Cempaka, Lapas Arga Makmur Pastikan Lingkungan Tetap Aman dan Bersih

    28 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 28 at 20.38.38

    Lapas Arga Makmur Berikan Pengobatan Rutin bagi 42 Warga Binaan di Klinik Pratama

    28 April 2026
    IMG 20260428 WA0005

    Lapas Arga Makmur Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Tahanan Baru sebagai Deteksi Dini

    28 April 2026
    IMG 20260428 WA0032

    Wujud Syukur dan Komitmen Pengabdian, Lapas Bandanaira Ikuti Tasyakuran HBP ke-62 Secara Hybrid ‎

    28 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 28 at 10.07.52

    Terima Kenaikan Pangkat Reguler, Karutan Sematkan Tanda Pangkat Kepada Dua Puluh Pegawai Rutan Bengkulu

    28 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 28 at 10.08.31

    Kinerja Gemilang Berbuah Penghargaan, Karutan Bengkulu Berikan Piagam Penghargaan Pegawai Teladan

    28 April 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan TONNY NAINGGOLAN
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Account
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita