Sleman (MAN 1 Yogya) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MAN 1 Yogyakarta. Tomzy Arzuleo, murid kelas XII PK 1, berhasil meraih Juara 1 kategori Dai/Daiyah tingkat nasional dalam ajang Muslim Teens Festival (MTFEST) 2026 yang diselenggarakan Universitas Islam Indonesia (UII), Minggu (27/9/2026).
Kompetisi yang berlangsung di Fakultas Agama Islam UII tersebut diikuti 20 peserta. Dalam ajang ini, Tomzy membawakan materi dakwah bertema “Generasi Muda Cerdas Dunia Maya, Tangguh di Dunia Nyata”.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi prestasi yang diraih Tomzy. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya membanggakan madrasah, tetapi juga menunjukkan pentingnya keberanian murid dalam mengembangkan potensi diri dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi prestasi ananda Tomzy yang berhasil meraih Juara 1 Dai tingkat nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Yogyakarta. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi Tomzy untuk terus mengembangkan kemampuan dakwah dan public speaking, sekaligus menginspirasi murid-murid lainnya agar berani menggali potensi dan meraih prestasi di bidang yang mereka tekuni,” ungkap Edi Triyanto.

Kemenangan tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang Tomzy menekuni dunia dakwah sejak duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Ketertarikannya berawal dari sosok guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menginspirasinya, Muhidin, S.Pd.
“Sejak kelas IV SD, saya mulai tertarik dengan dunia dakwah. Sosok yang pertama kali menginspirasi saya adalah Pak Muhidin, guru PAI saya saat itu,” ungkap Tomzy.
Untuk mempersiapkan penampilannya, Tomzy mengaku terus berlatih guna mengasah kemampuan berbicara dan penguasaan panggung. Ia berlatih di depan cermin, mencoba tampil di hadapan teman-teman, serta mempelajari gaya penyampaian dai yang diidolakan. Pengalaman dari kegagalan sebelumnya juga menjadi bekal untuk terus memperbaiki diri.
Dalam menyampaikan dakwah, Tomzy berupaya mengemas materi agar relevan dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, pesan dakwah perlu disampaikan secara menarik dan tidak membosankan, dengan tetap memperhatikan perkembangan zaman serta nilai-nilai syariat Islam.
“Pastikan materi yang akan kita sampaikan relevan dan usahakan jangan sampai terkesan membosankan. Sesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa mengurangi unsur syariat Islam yang sudah ditetapkan, dan tentunya sesuaikan dengan audiensnya,” jelasnya.
Ke depan, Tomzy ingin terus mengembangkan kemampuan di bidang dakwah dan public speaking melalui berbagai kompetisi. Ia juga memiliki cita-cita menunaikan ibadah umrah dari hasil hadiah perlombaan yang diraihnya, sekaligus membanggakan keluarga melalui prestasi. (dee)























