Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mit-22 Posko 63 UIN Walisongo Seamarang melaksanakan kegiatan edukasi yang bertema “Stop Bullying: Ciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman” di SD Negeri Kebumen 01 pada hari Rabu, 05 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying serta menanamkan sikap saling menghargai dan menghormati antarsesama sejak usia dini.
Program tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap perundungan yang masih terjadi di kalangan anak-anak. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membantu siswa memahami dampak bullying dan membangun hubungan yang saling menghargai.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 siswa kelas 3 dan 4. Materi disampaikan secara interaktif melalui slide presentasi yang berisi ilustrasi, gambar, serta contoh situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi juga diselingi tanya jawab dan permainan edukatif sehingga siswa antusias mengikuti kegiatan.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, hinaan, pengucilan, maupun tindakan yang menyakiti perasaan. Siswa diajak memahami dampak bullying serta pentingnya berempati, saling menghargai, dan berani melapor kepada guru.
“Adek-adek, kalau melihat bulliying atau dibully kita bisa menggunakan prinsip 3B, yaitu berani melawan, berani membela, dan berani melapor. Berani melawan bukan berati membalas dengan kekerasan, tetapi berani mengatakan bahwa perbuatan tersebut tidak baik. Berani membela berati membantu teman yang menjadi korban, dan berani melapor berati tidak takut menceritakan kejadian tersebut kepada guru.” ujar salah satu mahasiswa KKN
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri Kebumen 01,Dwi Hartanti S.Pd menyampaikan bahwa edukasi bullying penting diberikan sejak dini agar siswa terbiasa saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Stop Bullying ini. Semoga melalui edukasi ini, siswa semakin memahami pentingnya saling menghargai dan tidak melakukan perundungan terhadap teman,” ujar Dwi Hartanti.
Pada sesi penutup, siswa diajak menuliskan janji kebaikan pada “Pohon Kebaikan” sebagai bentuk komitmen untuk menghentikan bullying. Berbagai janji seperti “Saya akan menghargai teman” dan “Saya tidak akan mengejek teman” kemudian ditempelkan pada pohon tersebut sebagai simbol terciptanya lingkungan sekolah yang penuh kepedulian dan saling menghargai.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi Stop Bullying dan foto twibbon bersama antara mahasiswa KKN, serta seluruh siswa sebagai wujud dukungan terhadap terciptanya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-22 Posko 63 UIN Walisongo Semarang berharap siswa tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga mampu menerapkan sikap saling menghargai dan peduli dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat yang tertuang dalam Pohon Kebaikan dapat terus diterapkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.




















