KABUPATEN SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) turut ambil bagian dalam menyukseskan Lomba Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tingkat desa. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bergas Lor bersama Tim Penggerak PKK ini berlangsung di Desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Minggu (2/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa KKN diajak langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bergas Lor, Sri Wahyuni, untuk mendampingi sekaligus mendokumentasikan seluruh proses penilaian. Tim juri berkeliling ke setiap Rukun Warga (RW) untuk menilai taman TOGA milik warga berdasarkan empat kriteria utama, yakni kebersihan, kerapian, kreativitas, serta keberagaman jenis tanaman obat yang dibudidayakan.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bergas Lor, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan langkah edukasi agar masyarakat lebih produktif mengelola lingkungannya.
“Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan desa, sekaligus mendorong warga agar lebih maksimal memanfaatkan lahan pekarangannya sebagai sumber tanaman obat keluarga. Kehadiran adik-adik KKN UPGRIS sangat membantu kami, khususnya dalam mendampingi juri dan kelancaran dokumentasi acara,” ujar Sri Wahyuni.
Sementara itu, perwakilan Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Bergas Lor, Apri Nugroho, menyatakan kebanggaannya dapat dilibatkan langsung dalam program strategis desa tersebut.
“Kami sangat bersyukur bisa berkolaborasi dengan Ibu-ibu PKK dan Pemerintah Desa. Selain membantu tugas dokumentasi, kegiatan ini memberikan pelajaran berharga bagi kami tentang pentingnya gotong royong warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan merawat tanaman herbal yang kaya manfaat,” ungkapnya.
Melalui perlombaan ini, Pemerintah Desa Bergas Lor dan mahasiswa KKN berharap kesadaran masyarakat dalam merawat Taman TOGA dapat terus berlanjut sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kemandirian kesehatan keluarga.



















