SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan public speaking bertajuk “Satu Menit Berani Berbicara: Sosialisasi Membangun Kepercayaan Diri Anak” di SD Negeri 1 Gemantar, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas IV SD Negeri 1 Gemantar sebagai upaya menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, serta kemampuan berkomunikasi sejak usia sekolah dasar. Program ini menjadi bagian dari kegiatan KKN PPM yang dilaksanakan mahasiswa UNISRI di Desa Gemantar selama periode 14 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan materi mengenai pentingnya kepercayaan diri, tetapi juga diajak terlibat secara langsung melalui sesi tanya jawab, ice breaking, dan praktik berbicara di depan kelas. Melalui konsep One Minute Speaking Challenge, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan cerita, pendapat, maupun gagasan sederhana dalam waktu satu menit.
Program ini dirancang dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa KKN menggunakan bahasa sederhana serta memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar materi mengenai public speaking lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Sebanyak 29 siswa mengikuti kegiatan tersebut dari total 35 siswa yang menjadi sasaran. Enam siswa tidak dapat hadir sehingga tingkat kehadiran mencapai sekitar 82,9 persen, atau telah memenuhi target minimal kehadiran sebesar 80 persen. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan melibatkan delapan mahasiswa KKN.
Pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya perbedaan tingkat keberanian di antara siswa. Sebagian siswa terlihat antusias dan berani tampil di depan kelas, sementara beberapa siswa lainnya masih merasa malu, takut, dan ragu untuk berbicara di hadapan teman-temannya. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi mahasiswa dalam mencapai tujuan kegiatan.
Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa KKN menerapkan pendekatan persuasif dengan memberikan kesempatan kepada siswa yang lebih berani untuk tampil terlebih dahulu. Siswa yang mencoba berbicara juga diberikan motivasi dan apresiasi sehingga tercipta suasana yang lebih nyaman bagi siswa lain untuk mengikuti kegiatan secara bertahap.
Selain persoalan kepercayaan diri, mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam menjaga konsentrasi siswa selama kegiatan berlangsung. Ice breaking kemudian digunakan di sela-sela penyampaian materi untuk mengembalikan fokus dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Materi juga dikombinasikan dengan tanya jawab, pemberian contoh, serta praktik langsung.
Kegiatan tersebut turut didukung oleh fasilitas sekolah berupa Smart TV yang digunakan untuk menampilkan materi melalui PowerPoint. Dukungan dan koordinasi dengan pihak SD Negeri 1 Gemantar juga berjalan dengan baik sehingga kegiatan dapat terlaksana tanpa kendala teknis yang berarti.
Melalui program “Satu Menit Berani Berbicara”, siswa memperoleh pengalaman untuk menyampaikan pendapat dan gagasan di depan orang lain dalam suasana yang santai. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKN untuk menerapkan ilmu komunikasi secara langsung, mulai dari penyusunan kegiatan, penyampaian materi, hingga pengelolaan suasana selama kegiatan berlangsung.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk membangun keberanian berbicara secara berkelanjutan. Pihak sekolah juga diharapkan dapat memberikan ruang latihan secara rutin melalui kegiatan sederhana, seperti presentasi, bercerita, menyampaikan pendapat, maupun berbicara selama satu menit sebelum atau setelah pembelajaran.
Dengan latihan yang dilakukan secara konsisten, siswa diharapkan semakin terbiasa berkomunikasi di depan orang lain dan memiliki keyakinan terhadap kemampuan dirinya. Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan KKN, tetapi dapat dilanjutkan menjadi kebiasaan positif dalam proses pembelajaran di SD Negeri 1 Gemantar.
























