Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Sorot

Lindungi Generasi, Katakan Tidak Pada GMO!

amelia putri by amelia putri
18 June 2025
in Sorot
A A
0
WhatsApp Image 2025 06 14 at 12.01.36 f94ec8f5
865
SHARES
1.3k
VIEWS

Produk GMO Dianggap Halal dan Aman untuk Kesehatan Manusia?

Mungkin GMO dapat meningkatkan produksi pangan, tapi umat Islam masih khawatir tentang kehalalannya. Banyak orang bertanya-tanya apakah produk dari teknik GMO ini halal atau tidak, karena rekayasa genetik melibatkan banyak hal yang kompleks dan dampak yang belum sepenuhnya dipahami. Dr. Ahmad Zainuri menyatakan “Kehalalan suatu produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga dari proses dan teknologi yang digunakan dalam produksinya”.

Terdapat kekhawatiran bahwa GMO bisa memicu alergi pada manusia. Kedua alasan dampak lingkungan adalah bahwa produk transgenik dapat mengganggu keseimbangan ekosistem karena dapat membuat hama atau gulma menjadi resisten atau tahan terhadap lingkungannya, kata Muhammad Ilham.

Mengenai status kehalalannya, produk GMO dianggap tidak halal jika gen yang ditambahkan berasal dari bagian yang terlarang, seperti tubuh manusia atau babi (Hayun, 2018).

Beberapa studi mengungkapkan bahwa konsumsi organisme hasil rekayasa genetika (GMO) dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti reaksi alergi, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan. Salah satu contohnya adalah kasus kacang Brazil yang telah dimodifikasi secara genetik, namun akhirnya ditarik dari pasaran karena memicu respons alergi.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “Environmental Sciences Europe” (2020) menyatakan bahwa “masih ada ketidakpastian mengenai efek jangka panjang dari konsumsi makanan yang mengandung GMO yang dapat berpotensi membahayakan kesehatan manusia.” Jika produk GMO berpotensi menimbulkan mudharat, maka hal ini menjadi alasan untuk menolak kehalalan produk tersebut.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa resistensi antibiotik pada tanaman yang banyak dikonsumsi dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia dan hewan yang mengkonsumsi tanaman tersebut (Phillips, 1994). Gen penanda yang memiliki sifat tahan terhadap antibiotik bisa disisipkan ke dalam tanaman tertentu dalam tubuh organisme transgenik, dan gen tersebut berpotensi berpindah ke mikroorganisme penyebab penyakit di saluran pencernaan manusia atau hewan yang mengonsumsi makanan yang dihasilkan dari rekayasa genetika. Fenomena ini dapat menyebabkan mikroba yang resisten terhadap antibiotik muncul di populasi mahluk hidup. Hal ini kemudian dapat menyebabkan masalah kesehatan manusia yang resisten terhadap antibiotik (Bettelheim, 1999; Hileman, 1999).

Mungkinkah Produk GMO Mengalami Kegagalan?

Digunakan dalam program peningkatan nutrisi India, tanaman pangan generasi kedua hasil rekayasa genetika, seperti kentang protein dan beras emas, pada akhirnya mengalami kegagalan dalam upaya pemenuhan keamanan nutrisi . Selain itu, masyarakat dan para petani mengalami dampak kesehatan negatif akibat konsumsi kentang berprotein tinggi dan beras emas tersebut. Masyarakat juga mengalami kerugian karena produk ini direkayasa dengan toxin Bt yang berfungsi sebagai herbisida sehingga kebal terhadap herbisida alami.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh New Scientist (Shiva, 2003), kentang protein yang dibuat melalui rekayasa genetika membuat anak menjadi tidak toleran terhadap protein lain yang ditemukan dalam makanan, seperti biji-bijian. Kentang protein ini juga menyebabkan anak-anak kekurangan zat besi dan kalsium.

Menurut Phillips (1994), ada beberapa kemungkinan: materi genetik baru mungkin tidak berhasil masuk ke sel target, mungkin masuk ke tempat yang salah pada rantai DNA mahluk hidup sasaran, atau gen baru mungkin secara tidak sengaja mengaktifkan gen dekatnya yang biasanya tidak aktif, atau mungkin mengubah atau menekan berbagai fungsi gen. Fenomena ini berpotensi memicu mutasi yang tidak terduga, sehingga menghasilkan tanaman yang beracun, terlalu subur, atau menyimpang dari tujuan awal pengembangannya.

Baca Juga

Ilustrasi Kualiatas Udara yang buruk

Udara Kian Sesak, Nyamuk Kian Merajalela: Saatnya Bertindak untuk Lingkungan dan Kesehatan Kita

13 September 2026
WhatsApp Image 2026 09 07 at 19.57.36

Pertigaan Jalan Aria Putra Jadi Titik Kemacetan, Warga Serua Keluhkan Waktu Tempuh yang Kian Panjang

7 September 2026
1788671450906 1

Krisis Keamanan Pangan MBG: Hampir 2.000 Korban Keracunan dalam 3 Hari, JPPI Desak Moratorium dan Penegakan Hukum Tegas

7 September 2026
FB IMG 1788451771936

“Kami Juga Abdi Negara”: Guru Madrasah Swasta Tolak Insentif, Desak Prabowo & DPR Cabut Penolakan P3K demi Keadilan Pengabdian

5 September 2026

GMO Aman bagi Lingkungan? Atau Justru Sebaliknya?

Selain itu, tanaman hasil rekayasa genetika dapat menimbulkan gangguan terhadap keseimbangan ekosistem. Para petani terpaksa mengganti tanaman konvensional dengan tanaman transgenik yang berbiaya tinggi, karena serangan hama dan penyakit cenderung lebih sering menyerang lahan pertanian tradisional.

Dari perspektif lingkungan, organisme hasil rekayasa genetika (GMO) berpotensi mengacaukan keseimbangan ekosistem. Tanaman transgenik bisa bersaing dengan spesies asli, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat keanekaragaman hayati. Misalnya, penurunan populasi serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu telah dikaitkan dengan penggunaan tanaman GMO. Selain itu, ada risiko pencemaran genetik, di mana gen dari tanaman GMO dapat berpindah ke tanaman liar, mengubah ekosistem secara permanen (Mahrus, 2014).

Bagaimana Perspektif Ketauhidan Menilai Produk GMO dalam Hal Kehalalannya?

Dari perspektif ketauhidan, rekayasa genetik dianggap sebagai mengubah ciptaan Allah. Menurut Prof. A. Syafi’i Ma’arif (2020), “Mengubah genetik suatu organisme dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap kodrat ciptaan Allah, yang seharusnya dihormati dan dijaga.” Hal ini menimbulkan keraguan tentang kemurnian dan keamanan produk yang mengandung GMO juga dapat mempengaruhi status halal makanan.

Produksi genetika modifikasi (GMO) biasanya melibatkan penggunaan enzim atau bahan yang berasal dari hewan atau mikroorganisme yang status halalnya belum jelas. Sebagai contoh, penggunaan enzim yang berasal dari babi dapat memicu persoalan terkait kehalalan produk. “Setiap produk yang mengandung bahan haram atau meragukan kehalalannya tidak boleh dikonsumsi oleh umat Muslim,” kata Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2016. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga transparansi selama proses produksi GMO untuk menghindari kontaminasi dengan bahan haram.

Penulis merupakan Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi Universitas Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember

    Share346Tweet216Share61Pin78SendShare
    Leaderboard apa apa
    Previous Post

    Rutan Wonosobo Pastikan Hak Kesehatan WBP Terpenuhi

    Next Post

    Sinergi Rohani, Lapas Saparua dan Aglow Chapter Saparua Laksanakan Ibadah Bersama

    amelia putri

    amelia putri

    Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember

    Related Posts

    Ilustrasi Kualiatas Udara yang buruk

    Udara Kian Sesak, Nyamuk Kian Merajalela: Saatnya Bertindak untuk Lingkungan dan Kesehatan Kita

    13 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 07 at 19.57.36

    Pertigaan Jalan Aria Putra Jadi Titik Kemacetan, Warga Serua Keluhkan Waktu Tempuh yang Kian Panjang

    7 September 2026
    1788671450906 1

    Krisis Keamanan Pangan MBG: Hampir 2.000 Korban Keracunan dalam 3 Hari, JPPI Desak Moratorium dan Penegakan Hukum Tegas

    7 September 2026
    FB IMG 1788451771936

    “Kami Juga Abdi Negara”: Guru Madrasah Swasta Tolak Insentif, Desak Prabowo & DPR Cabut Penolakan P3K demi Keadilan Pengabdian

    5 September 2026
    Next Post
    Ibadah Bersama Warga Binaan

    Sinergi Rohani, Lapas Saparua dan Aglow Chapter Saparua Laksanakan Ibadah Bersama

    IMG 20250618 WA0038 1

    Puncak P5 SDN Sindangjaya Gelar Karya Market Day

    WhatsApp Image 2025 06 16 at 11.58.00 2

    Apel Bersama Pegawai, Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Sampaikan Arahan Strategis

    IMG 20250531 WA0004

    Mahasiswi Universitas BSI Melakukan Kegiatan Edukasi Mengenai Peran Masjid di Lingkungan TPA Masjid Al Falah Mampang Prapatan

    fgd

    FGD Perumusan Buku Panduan untuk Sineas dan Masyarakat Disabilitas

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Murid menggunakan media bangun datar berbahan kardus untuk memahami konsep keliling sebagai jumlah seluruh sisi.

    Mahasiswa UNY Kembangkan Media Konkret Sederhana Berbasis SDGs untuk Pembelajaran Matematika Murid Autisme Fase D

    13 September 2026
    Peserta Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas di SMKN 4 Surabaya mengikuti penguatan kompetensi sales dan kesiapan karier bersama Ahmad Madani

    Ahmad Madani: Sales adalah Keterampilan Hidup Siswa SMK

    13 September 2026
    20260913 173534

    Sinergi Makmurkan Masjid, DPK BKPRMI Pangkalan Susu Dampingi Dakwah Remaja di Maulid Perdana Surau Al-Ikhlas

    13 September 2026
    IMG 20260910 211007

    Kabupaten Tasikmalaya Ukir Sejarah, Resmi Sandang Predikat Kabupaten Pramuka

    13 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 13 at 12.31.34

    “Negara Blok M”: Ketika Kawasan Tua Jakarta Bangkit Jadi Kiblat Gaya Hidup Gen Z

    13 September 2026
    WhatsApp Image 2026 09 13 at 6.22.45 AM

    MAN 1 Yogyakarta Berdiri di Puncak Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa (OBAJ)#4

    13 September 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita