Kemampuan sales membantu siswa berkomunikasi, membangun kepercayaan, menawarkan gagasan, menghadapi wawancara kerja, dan menciptakan solusi.
SURABAYA, 11 September 2026 — Sales perlu dipahami sebagai keterampilan hidup yang relevan bagi seluruh siswa, bukan hanya mereka yang ingin bekerja sebagai tenaga penjualan.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Madani saat memaparkan Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas kepada jajaran manajemen SMKN 4 Surabaya dan berdialog dengan peserta Batch 1 serta Batch 2, Jumat, 11 September 2026.
“Ketika mengikuti wawancara kerja, siswa sedang menjelaskan nilai kompetensinya. Ketika mempresentasikan ide, mereka sedang membangun kepercayaan terhadap gagasannya. Ketika berwirausaha, mereka menawarkan solusi kepada pelanggan,” ujar Ahmad.
Menurutnya, sales modern tidak hanya membutuhkan kemampuan berbicara. Seorang sales perlu mendengarkan, memahami situasi pelanggan, mengajukan pertanyaan, menjelaskan manfaat, mengelola keberatan, dan menjaga hubungan.
Kemampuan tersebut bermanfaat bagi calon digital marketer, content creator, entrepreneur, customer service, business development, maupun siswa yang melanjutkan pendidikan.
Di era digital, kompetensi sales juga berkaitan dengan personal branding, media sosial, customer experience, data pelanggan, dan penggunaan kecerdasan artifisial.
Namun, teknologi tetap perlu didukung kemampuan manusia. Empati menentukan kualitas pemahaman terhadap pelanggan. Komunikasi membantu solusi dipahami. Integritas menjaga kepercayaan. Ketahanan mental membuat seseorang mampu belajar dari penolakan.
“Sales yang baik bukan orang yang paling banyak berbicara. Sales yang baik mampu mendengarkan, memahami kebutuhan, lalu memberikan respons yang tepat,” kata Ahmad.
Dalam dialog dengan peserta Batch 1 dan Batch 2, siswa memperoleh ruang untuk bertanya dan menyampaikan pengalaman selama mengikuti program. Kemampuan mengemukakan gagasan dan mendengarkan tanggapan menjadi bagian dari latihan komunikasi profesional.
Ahmad menjelaskan bahwa keberanian bertanya tidak tumbuh hanya melalui perintah. Siswa memerlukan suasana yang membuat mereka aman untuk mencoba sekaligus bertanggung jawab atas proses belajarnya.
Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas mendampingi pengembangan tersebut melalui proses selama tiga tahun. Pembelajaran dirancang agar siswa bergerak dari pemahaman menuju praktik, refleksi, portofolio, serta kesiapan karier.
Pertemuan di SMKN 4 Surabaya juga membahas peran guru dan industri. Guru membantu siswa membangun kebiasaan, sedangkan industri menghadirkan standar serta persoalan nyata yang perlu mereka pahami.
“Tidak semua peserta harus menjadi sales profesional. Namun, hampir semua orang membutuhkan kemampuan menjual gagasan, kompetensi, solusi, dan kepercayaan,” tutup Ahmad.
Tentang Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas
Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas merupakan program penguatan kompetensi siswa SMK Pemasaran melalui pembelajaran sales, pembentukan karakter profesional, pendampingan guru, dan keterlibatan industri. Program dirancang untuk mendampingi siswa secara berkelanjutan sejak kelas X hingga kelas XII.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani adalah praktisi pemasaran dan vokasi, Sekretaris Jenderal KOMISI, Co-Founder AGMARI, serta Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional 2026. Ia aktif sebagai trainer, konsultan, guru, dan narasumber tamu SMK Jurusan Pemasaran. Informasi lebih lanjut tersedia di ahmadmadani.id.

















