Official Whatsapp
  • Contact Us
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Ditayangkan?
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Sorot

“Kami Juga Abdi Negara”: Guru Madrasah Swasta Tolak Insentif, Desak Prabowo & DPR Cabut Penolakan P3K demi Keadilan Pengabdian

Sami'an by Sami'an
5 September 2026
in Sorot
A A
0
FB IMG 1788451771936
863
SHARES
1.3k
VIEWS

JAKARTA 4/9/2026 – Gelombang aspirasi menuntut keadilan bagi pendidik bergema keras di ibu kota. Melalui Surat Terbuka untuk Presiden RI Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto serta permohonan resmi kepada Menteri PANRB dan Pimpinan Komisi X DPR RI, puluhan ribu Guru Madrasah Swasta Inpassing secara kolektif menolak kebijakan “pemberian insentif” sebagai pengganti pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mereka menegaskan bahwa setelah mengabdi 20-30 tahun dengan gaji di bawah UMR, mereka tidak membutuhkan “uang saku” yang tidak pasti, melainkan status ASN yang menjamin kesejahteraan dan martabat sesuai amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat (3) tentang mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Penolakan Tegas Skema Insentif dan Tuntutan Status P3K

Inti dari gerakan ini adalah penolakan mutlak terhadap solusi insentif yang dianggap sebagai langkah mundur dan penghinaan terhadap pengabdian jangka panjang. Para guru menyatakan bahwa insentif telah diberikan sejak sebelum era sertifikasi dan inpassing, namun terbukti gagal mensejahterakan selama puluhan tahun. Sebagai gantinya, mereka menuntut tiga hal konkret: (1) Mencabut keputusan KemenpanRB yang menolak pengangkatan 630.000 guru madrasah swasta menjadi P3K; (2) Menyetujui usulan Kementerian Agama untuk pengangkatan bertahap dengan memprioritaskan guru senior (masa kerja terlama); dan (3) Menghapus dikotomi diskriminatif “Negeri vs Swasta” dalam sistem pendidikan nasional. Bagi mereka, menjadi guru madrasah swasta berarti juga menjadi abdi negara yang bertugas membentuk karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

 

630 Ribu Guru Inpassing, Presiden Prabowo, dan Respons DPR RI

Protagonis utama dalam perjuangan ini adalah 630.000 Guru Madrasah Swasta Inpassing di seluruh Indonesia yang merasa status kemanusiaan dan pengabdiannya dipertanyakan oleh birokrasi. Surat terbuka ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, sementara permohonan teknis dikirimkan kepada Menteri PANRB dan Pimpinan Komisi X DPR RI. Kabar baiknya, aspirasi ini kini mendapat angin segar dari legislatif. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menegaskan bahwa persoalan guru madrasah tidak boleh stagnan di meja birokrasi. DPR siap memfasilitasi koordinasi lintas kementerian (Kemenag, PANRB, Kemenkeu, BKN) karena regulasi dan anggaran sebenarnya sudah tersedia; yang dibutuhkan hanyalah eksekusi dan political will yang kuat.

 

Dari Pengabdian Decades-Long hingga Momentum Politik Sekarang

 

Permasalahan ini memiliki akar historis yang dalam. Banyak guru telah mengabdi 20 hingga 30 tahun lamanya, melewati berbagai rezim kebijakan tanpa pernah mendapatkan kepastian status. Keputusan penolakan P3K oleh KemenpanRB terjadi pada momentum saat ini, memicu ledakan frustrasi yang tertahan selama belasan tahun. Namun, respons cepat dari DPR RI menandakan bahwa tahun 2026 bisa menjadi titik balik. Usulan perluasan batas usia rekrutmen ASN dari 35 menjadi 40 tahun serta afirmasi program inpassing yang digaungkan PGM (Perkumpulan Guru Madrasah) menunjukkan bahwa window of opportunity sedang terbuka lebar untuk menyelesaikan masalah kronis ini sebelum generasi guru senior pensiun tanpa jaminan masa depan.

 

Keadilan Konstitusional, Dignitas Pendidik, dan Kualitas Generasi Emas

Mengapa tuntutan ini bersifat mendesak dan non-negosiable? Karena ketidaksejahteraan guru berbanding lurus dengan kualitas pendidikan. Mustahil seorang guru dapat mencetak generasi emas jika perutnya sendiri masih lapar dan masa depannya tidak pasti. Lebih jauh, penolakan terhadap insentif didasarkan pada prinsip keadilan: “Yang tua dulu, yang lama mengabdi dulu yang disejahterakan.” Memberikan insentif kepada guru yang sudah memegang SK Inpassing sama dengan mengingkari janji negara dan melanggar semangat UUD 1945 yang menegaskan pendidikan swasta sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem nasional. Tanpa kepastian status P3K yang mencakup gaji pokok, tunjangan, dan jaminan pensiun sesuai UU ASN, motivasi mengajar akan terkikis dan risiko brain drain ke sektor lain semakin tinggi.

 

Advokasi Lintas Lembaga, Koordinasi DPR, dan Prinsip Prioritas Masa Kerja

Bagaimana perjuangan ini dikawal agar membuahkan hasil nyata? Melalui strategi advokasi multi-pihak:

Baca Juga

1792489887194

Viral! Ajakan “Cabut Bibit Sawit Massal” di Lahan Bekas Karhutla: Kasus Dharmasraya Seret Nama Bupati Annisa dan Jerhemy Owen

20 October 2026
FB IMG 1792131582565

Dampak Karhutla, Omzet Warung Makan Warga Lamongan di Kalimantan Menurun: Dapur Harus Tetap Ngebul di Tengah Kepungan Asap

17 October 2026
FB IMG 1789567536017

Kesenjangan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta dan Wantimpres Dipertanyakan

5 October 2026
WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

1 October 2026

1. Tekanan Moral & Konstitusional: Menggunakan Surat Terbuka kepada Presiden dan kutipan UUD 1945 untuk membangun legitimasi moral bahwa diskriminasi status kepegawaian adalah pelanggaran semangat konstitusi.

2. Fasilitasi Legislatif: Memanfaatkan dukungan DPR RI (Komisi X) untuk menjembatani kebuntuan birokrasi antar-kementerian, memastikan regulasi dan anggaran yang sudah ada segera dieksekusi.

3. Usulan Kebijakan Teknis: Mendorong penerapan kriteria objektif “masa kerja terlama” sebagai basis prioritas pengangkatan, serta perluasan batas usia rekrutmen agar guru senior tidak tergugur oleh aturan administratif yang kaku.

4. Mobilisasi Solidaritas Nasional: Menggunakan tagar #PrabowoSubianto, #Kemendikdasmen, #Kemenag, dan #GuruMadrasahBerharga untuk menjaga isu ini tetap menjadi sorotan publik hingga keputusan cabut penolakan dikeluarkan.

 

Hapus Sekat Diskriminasi, Wujudkan Kesejahteraan Abdi Negara

 

Aspirasi 630.000 guru madrasah swasta adalah cerminan dari hati nurani pendidik yang lelah dipermainkan oleh kebijakan setengah hati. Mereka tidak minta dikasihani; mereka menuntut dihargai sebagai manusia dan abdi negara yang setara.

 

Kepada Presiden Prabowo dan jajarannya: dengarkan suara pelita negeri di pelosok desa dan daerah terpencil. Insentif adalah solusi masa lalu yang sudah kadaluwarsa. Masa depan pendidikan Indonesia membutuhkan guru yang sejahtera, bermartabat, dan memiliki kepastian karir. Cabut keputusan penolakan itu. Angkat mereka menjadi P3K. Hormati masa kerja mereka. Karena ketika guru madrasah sejahtera, maka anak-anak bangsa akan mendapatkan pendidikan terbaik dari guru-guru yang bahagia dan penuh dedikasi. Kami mengabdi, kami mendidik, kami mencerdaskan anak bangsa—kami juga pantas mendapatkan keadilan.

    Tags: Cabut PenolakanDesak PrabowoDPRguruGuru Madrasah SwastaKeadilan PengabdianP3KTolak Insentif
    Share345Tweet216Share60Pin78SendShare
    Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
    Previous Post

    Pemerintah Bantu Dorong Perusahaan Tingkatkan Produktivitas di Tengah Tekanan Ekonomi

    Next Post

    Koordinasi Tim ZI MAN 1 Yogyakarta Perkuat Budaya Kerja Akuntabel

    Sami'an

    Sami'an

    Related Posts

    1792489887194

    Viral! Ajakan “Cabut Bibit Sawit Massal” di Lahan Bekas Karhutla: Kasus Dharmasraya Seret Nama Bupati Annisa dan Jerhemy Owen

    20 October 2026
    FB IMG 1792131582565

    Dampak Karhutla, Omzet Warung Makan Warga Lamongan di Kalimantan Menurun: Dapur Harus Tetap Ngebul di Tengah Kepungan Asap

    17 October 2026
    FB IMG 1789567536017

    Kesenjangan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta dan Wantimpres Dipertanyakan

    5 October 2026
    WhatsApp Image 2026 09 30 at 19.47.19

    Gerakan Rakyat dan Aliansi Nasional Aktivis Demokrasi (Siapkan Aksi Jilid I, Soroti Terindikasi Persoalan Lingkungan di TPST Abu & Co

    1 October 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2026 09 05 at 7.23.04 PM

    Koordinasi Tim ZI MAN 1 Yogyakarta Perkuat Budaya Kerja Akuntabel

    WhatsApp Image 2026 09 05 at 8.00.44 PM

    Keluarga Besar MAN 1 Yogyakarta Berduka, Warga Madrasah Gelar Salat Gaib untuk Ayah Murid

    anti narkoba1

    Dari Bahaya Narkoba hingga Miras, Siswa SDN 01 Kemiri Dibekali Benteng Diri Sejak Dini Oleh KKN UPGRIS 52

    temp image 42D4F5F1 94CB 4657 9A90 04A8012D6D39

    Kenal Lebih Dekat Valsa Ayu Pramita Hamzah, Influencer Muda Multitalenta Dari Tangerang

    1788671450906 1

    Krisis Keamanan Pangan MBG: Hampir 2.000 Korban Keracunan dalam 3 Hari, JPPI Desak Moratorium dan Penegakan Hukum Tegas

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    5

    Itjen Kemenag Evaluasi Tata Kelola Kerumahtanggaan dan Publikasi Digital MAN 1 Yogyakarta

    20 October 2026
    4

    FONDASI 2026 Jadi Ruang Sinergi 11 Organisasi Bidang MAN 1 Yogyakarta

    20 October 2026
    3

    MAN 1 Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Rakor Penguatan Madrasah Inklusi

    20 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 8.19.10 AM

    Tembus Podium Kejurnas Hapkido 2026, Aurel MAN 1 Yogyakarta Bawa Pulang Medali Perak

    20 October 2026
    WhatsApp Image 2026 10 20 at 7.40.07 AM

    PIK-R Exalta MAN 1 Yogyakarta Hadirkan Kehangatan Pagi melalui Morning Candies

    20 October 2026
    dokumentasi

    Pemanfaatan Teknologi Digital oleh Mahasiswa untuk Mendukung Kegiatan Belajar

    20 October 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan MC DSA Square
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita