Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto menggelar pelatihan menjahit custom helm bagi warga binaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Rabu (24/9/2026).
Dalam pelatihan, warga binaan mempraktikkan proses pembuatan custom helm, mulai dari memotong pola hingga menjahit bahan sesuai bentuk kulit helm. Pelatihan dilakukan secara praktik untuk meningkatkan keterampilan peserta sekaligus membuka peluang pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Mojokerto, Aviudin Kusuma, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan yang bisa dikembangkan warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat. “Pelatihan ini memberikan keterampilan praktis yang dapat terus dikembangkan. Harapannya, kemampuan menjahit ini dapat menjadi bekal dan membuka peluang usaha bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Aviudin.
Perwakilan Disperindag Kabupaten Mojokerto, Muhammad Amin, menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan keterampilan bagi warga binaan. Menurutnya, keterampilan yang diberikan dapat menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan potensi usaha. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual dan mendukung kegiatan UMKM,” kata Muhammad Amin.
Terpisah, Kalapas Mojokerto Arifin Akhmad turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan produktif. “Kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Kami akan terus mendorong berbagai pelatihan agar keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat,” ungkap Arifin.
Salah seorang warga binaan berinisial AL mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui pelatihan tersebut. Ia berharap keterampilan menjahit custom helm yang dipelajarinya dapat terus dikembangkan. “Pelatihannya menarik karena kami belajar mulai dari membuat pola sampai menjahit sesuai bentuk helm. Semoga keterampilan ini bisa saya gunakan dan kembangkan setelah bebas nanti,” ujar AL.























