Ternate – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate kembali melaksanakan pembinaan kepribadian melalui ibadah pagi bagi warga binaan beragama Kristen. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu ini menghadirkan Pendeta Meiske Peea/H dari Gereja Kristen Pantekosta Misi di Indonesia (GKPMI) Immanuel Soatabanga sebagai pembimbing rohani. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Ternate dalam memenuhi hak beribadah sekaligus memperkuat pembinaan spiritual warga binaan, Minggu (19/7).
Ibadah berlangsung dengan penuh khidmat melalui pujian, doa bersama, pembacaan firman Tuhan, serta penyampaian pesan-pesan rohani yang menekankan pentingnya pertobatan, kasih, pengharapan, dan perubahan hidup. Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu membangun karakter yang lebih baik, meningkatkan kesadaran diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Kalapas Ternate, Faozul Ansori, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter dan memperkuat nilai moral warga binaan.

“Pembinaan rohani yang dilaksanakan secara rutin menjadi sarana untuk membangun karakter, menumbuhkan harapan, dan memperkuat nilai-nilai kehidupan yang positif. Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual agar warga binaan memiliki bekal moral dan mental yang kuat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Faozul Ansori.
Sementara itu, Pendeta Meiske Peea/H mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan setiap proses pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri serta semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Kasih Tuhan selalu membuka kesempatan bagi setiap orang untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui firman Tuhan, saya berharap warga binaan memiliki pengharapan baru, hidup dengan penuh iman, dan mempersiapkan diri menjadi berkat ketika kembali ke tengah keluarga maupun masyarakat,” tutur Pendeta Meiske Peea/H.
Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara konsisten, Lapas Ternate terus memperkuat pembinaan kepribadian yang humanis dan berkelanjutan sebagai upaya membentuk warga binaan yang berintegritas, berakhlak, dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.





















