LAMONGAN/SUKODADI/MENONGO – Gelombang optimisme dan kebanggaan menyelimuti dunia pendidikan Islam di Lamongan seiring bergulirnya EXTRANAS 2026 (Expo, Rapat Kerja Nasional Ke-VIII, dan Lomba Nasional MA Plus Keterampilan & MAKN). Bertempat di MAN 1 Lamongan dan Lamongan Sport Center (LSC) pada periode 10–13 September 2026, acara akbar ini tidak hanya dirayakan sebagai agenda rutin, melainkan dimaknai sebagai bukti nyata ketahanan dan evolusi madrasah keterampilan Indonesia. Melalui pernyataan resmi bersama, Keluarga Besar MTs Muhammadiyah 20 Menongo dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan mengucapkan selamat dan sukses, menegaskan bahwa madrasah kecil di desa pun memiliki mimpi besar untuk mencetak generasi yang kompeten, berakhlak mulia, dan siap bersaing di kancah global tanpa kehilangan akar budaya lokal.
EXTRANAS 2026 sebagai Etalase Inovasi dan Forum Strategis Nasional
Inti dari perayaan ini adalah apresiasi terhadap EXTRANAS 2026 yang mengusung tema sangat relevan: “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal”. Kegiatan ini berfungsi ganda: sebagai expo pameran karya terbaik siswa MA Plus Keterampilan dan MAKN dari seluruh Indonesia yang menampilkan inovasi vokasi dan kreativitas, serta sebagai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tempat para kepala madrasah, guru, dan pemangku kebijakan menyusun peta jalan pengembangan kualitas madrasah untuk 5 tahun ke depan. Bagi MTs Muhammadiyah 20 Menongo, ini bukan sekadar tontonan, melainkan “ruang kolaborasi dan ikhtiar” untuk memastikan madrasah tidak tertinggal zaman, sekaligus menjadi ladang belajar langsung bagi para guru untuk melihat perkembangan tantangan dan peluang pendidikan vokasi Islam terkini.

MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Kemenag Lamongan, dan Ribuan Peserta Nasional
Protagonis dalam dukungan ini adalah MTs Muhammadiyah 20 Menongo yang diwakili oleh Bapak Suparno, S.Pd., serta Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan. Mereka berdiri bersatu mendukung panitia, tuan rumah (MAN 1 Lamongan), dan ribuan peserta dari berbagai provinsi. Kehadiran rombongan guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 12.15 WIB (sesuai jadwal Satwil Sukodadi) menjadi simbol partisipasi aktif dari tingkat satuan pendidikan dasar menengah. Sementara itu, Kemenag Lamongan bertindak sebagai fasilitator dan pendukung moral yang meyakini bahwa semangat EXTRANAS adalah titik tolak untuk mewujudkan visi “Madrasah Maju, Berdampak, dan Mendunia”.
10-13 September 2026, Momen Penting Pasca-Pandemi dan Menuju Indonesia Emas
Acara ini berlangsung pada 10–13 September 2026, sebuah waktu yang strategis di tengah upaya pemulihan dan akselerasi pendidikan pasca-tantangan global sebelumnya. Momentum ini dipilih bukan tanpa alasan; ia datang saat madrasah keterampilan dituntut untuk segera beradaptasi dengan revolusi industri dan kebutuhan pasar kerja modern. Bagi MTs Muhammadiyah 20 Menongo, kehadiran di hari Sabtu (12/9) adalah penanda komitmen bahwa即使在 masa sibuk akademik, pengembangan profesi guru dan eksposur terhadap inovasi nasional tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Menjaga Akar Budaya Sambil Mengejar Ketertinggalan Teknologi
Mengapa dukungan terhadap EXTRANAS 2026 diberikan dengan begitu antusias? Karena tema “Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal” menjawab dilema terbesar pendidikan Islam saat ini: bagaimana menjadi modern tanpa kehilangan identitas. Madrasah tidak boleh hanya menjadi pabrik nilai akademik atau sekadar tempat kursus keterampilan; ia harus menjadi inkubator karakter bangsa. EXTRANAS menyediakan ruang untuk membuktikan bahwa anak madrasah bisa menghasilkan produk inovatif yang bersaing secara internasional, namun tetap memegang teguh nilai-nilai religius dan kearifan lokal. Bagi guru-guru di Lamongan, ini adalah obat penawar kejenuhan dan sumber inspirasi baru untuk带回 ke kelas masing-masing.
️ Dari Apresiasi hingga Implementasi di Satuan Pendidikan
Bagaimana dukungan ini diterjemahkan menjadi aksi nyata?
1. Partisipasi Fisik & Administratif: Rombongan guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo hadir sesuai jadwal satwil, melakukan presensi online via barcode, dan mengikuti seluruh rangkaian expo dengan disiplin.
2. Transfer Wawasan: Bapak Suparno, S.Pd. menekankan agar guru tidak hanya “hadir”, tetapi “menyerap”. Setiap ide baru, semangat baru, dan komitmen baru yang didapat di LSC harus dibawa pulang dan diimplementasikan di MTs Muhammadiyah 20 Menongo.
3. Dukungan Kebijakan: Kemenag Lamongan memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan berkomitmen memperkuat jejaring antar-madrasah, mendorong inovasi guru-siswa, serta mengawal kualitas pembelajaran berbasis keterampilan dan keagamaan.
4. Kolaborasi Masyarakat: Mengajak seluruh masyarakat Lamongan untuk meramaikan, karena kemajuan madrasah adalah cerminan kemajuan daerah. “Dari Lamongan untuk Indonesia” bukan sekadar slogan, tapi tekad untuk berkontribusi pada ekosistem pendidikan nasional.
Bersama Madrasah, Kita Wujudkan Generasi Emas Indonesia
Ucapan selamat dan sukses dari MTs Muhammadiyah 20 Menongo dan Kemenag Lamongan adalah doa sekaligus ikrar. Ikrar bahwa madrasah akan terus bergerak, tumbuh, dan menjawab tantangan zaman.
Kepada seluruh peserta EXTRANAS 2026: berkompetisilah dengan sehat, berdiskusilah dengan terbuka, dan pulanglah membawa api semangat baru. Kepada para guru: jadikan forum ini sebagai kawah candradimuka untuk memperbarui metode pengajaran. Kepada para siswa: tunjukkan pada dunia bahwa tangan terampil dan hati yang bertakwa bisa berjalan beriringan. Karena pada akhirnya, madrasah bukan hanya tempat belajar; madrasah adalah tempat di mana masa depan bangsa dibentuk, satu keterampilan dan satu akhlak mulia pada satu waktu. Selamat dan Sukses EXTRANAS 2026! Bersama kita bisa.






















