Balesari, 14 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Misi Khusus (KKN MMK) Perbankan Syariah Posko 08 UIN Walisongo Semarang, melalui Divisi Ekonomi Kreatif, melakukan kunjungan ke UMKM Tempe Anisah yang berlokasi di Desa Balesari. Kunjungan tersebut dilakukan langsung di rumah pemilik usaha sebagai bentuk pengenalan sekaligus pembelajaran mengenai proses produksi tempe yang menjadi salah satu usaha rumahan warga setempat.
Kegiatan ini digagas sebagai bagian dari program kerja Divisi Ekonomi Kreatif dalam upaya mendekatkan mahasiswa dengan pelaku usaha lokal sekaligus memahami secara langsung proses produksi yang menjadi aktivitas sehari-hari masyarakat Desa Balesari. Selain sebagai sarana pembelajaran, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKN dengan pelaku UMKM.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mengikuti rangkaian proses pembuatan tempe dari awal hingga selesai. Proses diawali dengan perebusan kedelai hingga matang dan empuk, kemudian dilanjutkan dengan pencucian serta pengupasan kulit ari kedelai. Setelah bersih, kedelai dicampur dengan ragi tempe sebagai bahan utama fermentasi. Tahap terakhir adalah pembungkusan tempe menggunakan daun maupun plastik sesuai dengan kebutuhan pemasaran.
Pemilik UMKM Tempe Anisah, Pak Adi, menjelaskan bahwa kebersihan kedelai menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses fermentasi tempe.
“Kedelai yang tidak bersih tidak akan menjadi tempe, jadi kedelainya harus benar-benar bersih,” ujar Pak Adi.
Pernyataan tersebut menjadi pengetahuan baru bagi mahasiswa bahwa proses produksi tempe tidak hanya membutuhkan bahan baku dan ragi, tetapi juga ketelitian dalam menjaga kebersihan kedelai sebelum memasuki tahap fermentasi.
Mahasiswa turut menyaksikan dan mendampingi setiap tahapan produksi yang dilakukan oleh Pak Adi. Beberapa mahasiswa bahkan ikut mencoba proses pembungkusan tempe. Meskipun pada awalnya masih terlihat canggung dalam merapikan bungkusan, mahasiswa tetap antusias mencoba dan belajar dari teknik yang selama ini dilakukan oleh pemilik usaha.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai proses produksi tempe secara menyeluruh, mulai dari pemilihan dan pembersihan bahan baku, proses pencampuran ragi, fermentasi, hingga pembungkusan produk yang siap dipasarkan. Pak Adi juga dengan terbuka membagikan pengalaman dalam menjalankan usaha, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan usaha tempe di tengah persaingan pasar.
Suasana kunjungan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Pak Adi turut menceritakan perjalanan dalam merintis usaha tempe hingga usaha tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarganya. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran tersendiri bagi mahasiswa mengenai pentingnya ketekunan, ketelitian, dan konsistensi dalam menjalankan usaha rumahan.
Kunjungan Divisi Ekonomi Kreatif KKN MMK Posko 08 ke UMKM Tempe Anisah menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa untuk mengenal lebih dekat potensi ekonomi masyarakat Desa Balesari. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis mengenai proses produksi tempe, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dengan pelaku UMKM selama masa pengabdian.
Melalui kegiatan serupa, mahasiswa KKN MMK Posko 08 berharap dapat terus menggali potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Desa Balesari sekaligus memberikan dukungan terhadap keberadaan dan perkembangan UMKM lokal.
Penulis: Tim KKN-MMK UIN Walisongo Semarang, Sekretaris

























