Arga Makmur, 30 September 2026 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur kembali memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan melalui panen sawi dari lahan pertanian seluas 500 meter persegi, Rabu (30/9). Dari kegiatan tersebut, berhasil dipanen sebanyak 60 kilogram sawi yang merupakan hasil pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan panen dilaksanakan oleh WBP yang telah melalui tahapan dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk mengikuti kegiatan kerja di bidang pertanian. Dalam pelaksanaannya, WBP didampingi dan diawasi oleh jajaran kegiatan kerja Lapas Arga Makmur sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Arga Makmur mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 di bidang ketahanan pangan. Pengelolaan lahan pertanian tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi WBP agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.
Kalapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menegaskan bahwa kegiatan pertanian merupakan bentuk nyata pelaksanaan pembinaan yang berorientasi pada produktivitas dan kemandirian WBP.
“Setiap hasil panen merupakan bagian dari proses pembinaan. Kami ingin memastikan WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang bermanfaat dan dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Yulian.
Hasil panen sebanyak 60 kilogram sawi selanjutnya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomis sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan Bahan Makanan (Bama) di Lapas Kelas IIB Arga Makmur. Dengan demikian, kegiatan pertanian memiliki manfaat berkelanjutan, mulai dari proses pembinaan, pemanfaatan lahan, hingga kontribusi terhadap kebutuhan pangan di dalam Lapas.
Pengelolaan lahan pertanian juga menjadi bagian dari upaya Lapas Arga Makmur menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif. WBP yang terlibat mendapatkan pengalaman secara langsung dalam proses budidaya, pemeliharaan hingga pemanenan tanaman, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan pengawasan petugas.
“Program ketahanan pangan akan terus kami dorong agar memberikan hasil yang terukur. Bukan hanya berapa banyak yang dipanen, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut memberikan keterampilan, membangun disiplin dan membentuk sikap produktif bagi WBP,” tambah Yulian.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Arga Makmur menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif, mendukung ketahanan pangan, serta mengimplementasikan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan secara nyata dan berkelanjutan.
Lapas Arga Makmur terus berkomitmen menjadikan pembinaan sebagai proses yang produktif, terukur, dan memberikan bekal nyata bagi WBP untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.





















