Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Ketidaksopanan Murid Terhadap Guru: Cermin Lunturnya Nilai Pancasila Dalam Pendidikan.

Lunturnya Etika dalam Dunia Pendidikan

Reynata Hartani by Reynata Hartani
19 May 2025
in Opini
A A
0
images 1 2
864
SHARES
1.3k
VIEWS

Dalam beberapa waktu terakhir ini, banyak sekali media yang menyorot mengenai perilaku murid yang tidak memiliki sopan santun terhadap guru atau tenaga ajar lainnya. Ketidaksopanan ini meliputi beberapa hal yakni berbicara dengan nada tinggi, menggunakan Bahasa yang tidak sopan, mengabaikan instruksi hingga kasus kekerasan baik secara verbal maupun kekerasan secara fisik.  Fenomena ini sangatlah marak terjadi dan bukan menjadi insiden langka.

Guru yang seharusnya menjadi sosok panutan tidak lagi dihormati, ketika hal tersebut terjadi maka ada sesuatu yang keliru dalam pembentukan karakter murid. Krisis ini bukan semata kesalahan individu akan tetapi hal ini juga dapat mencerminkan pudarnya nilai-nilai Pancasila yang seharusnya menjadi dasar dalam membentuk sebuah tingkah laku dan etika dalam sebuah lingkungan pendidikan. Menurunnya etika dan moral murid pada guru hal ini dapat mencerminkan bahwasanya terjadi krisis karakter pada dunia pendidikan. Nilai-nilai Pancasila sebagai sistem etika perlu diimplementasikan secara terus menerus dalam proses pendidikan untuk mempertahankan dan membangun kembali budaya sopan santun saling menghormati pada lingkungan sekolah.

Kasus yang terjadi sebagai contoh seorang siswa SMA di Jawa Timur yang memukul gurunya hanya karena ditegur saat bermain ponsel di kelas dan masih banyak kejadian-kejadian yang serupa lainnya. Kejadian ini secara langsung menunjukkan adanya penurunan mengenai sikap hormat terhadap guru yang seharusnya dihormati dalam pendidikan. Koordinator nasional  jaringan pemantau pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji pada jumat 27 desember 2024 dikutip dari sumber tempo, menyampaikan bahwasanya sebanyak 10,2 persen guru di Indonesia menjadi korban kekerasan.

Kasus kekerasan pada guru ini dilakukan oleh peserta didik, kasus pemukulan oleh orang tua, dan diskriminasi guru. Aduan terhadap perilaku murid yang tidak sopan ini semakin tahun semakin meningkat, sebelumnya pada tahun 2023 terdapat 286 kasus kekerasan di sekolah, angka ini menjadi meningkat hingga sebanyak 573 kasus di sepanjang 2024. Fenomena ini bukan hanya berdampak pada psikologis guru atau pengajar, melainkan akan merusak suasana belajar dan akan menciptakan sebuah keteladanan yang buruk di lingkungan sekolah dan akan menjadikan sebuah perilaku yang lama kelamaan akan dinormalisasi.

Tentunya ketidaksopanan murid kepada guru bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor utama yang paling berpengaruh dalam pembentukan karakter anak sebelum masuk ke dalam dunia pendidikan adalah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga sangatlah berpengaruh karena di sinilah peran orang tua sangatlah penting orang tua yang sebagai guru utama dalam anak harusnya bisa memberikan sebuah pengetahuan mengenai dasar-dasar perilaku sopan santun sebelum anak masuk dalam lingkungan pendidikan. Sebaliknya pola asuh orang tua yang cuek dan tidak peduli akan membentuk karakter anak yang seenaknya tanpa memiliki kontrol yang jelas.

Sebagai orang tua juga hendaklah memiliki waktu luang untuk sekedar bermain bersama anak agar emosi dan perasaan anak dapat teregulasi secara baik. Pada era digitalisasi seperti saat ini dan banyaknya informasi yang dapat di jangkau dengan mudah dan anak cenderung tidak dapat membedakan mana tontonan yang baik dan mana tontonan yang buruk sehingga memiliki kecenderungan untuk menerima informasi secara mentah, sehingga mudah untuk meniru perilaku negatif tanpa memikirkan dampak buruknya. Selain itu mendisiplinkan murid juga bukan hal yang salah, hal itu menjadi benar ketika masih dalam porsi wajarnya.

Seperti contoh yang sudah dijabarkan menegur murid ketika bermain dengan ponsel saat pembelajaran berlangsung merupakan kewajiban seorang guru dan hak seorang guru untuk diperhatikan pada saat pembelajaran, namun hal yang terjadi setelahnya justru diluar kendali yang dimana guru yang menegur mendapatkan kekerasan secara fisik. Seharusnya murid merasa bahwa dirinya bersalah bukan langsung melakukan tindakan implusif dengan melakukan kekerasan kepada guru tersebut.

Perilaku ini perlu dipertanyakan mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana dengan tingkat kesopanan murid tersebut kepada guru?. Perilaku tersebut bisa terjadi karena lunturnya nilai-nilai pancasila, mereka cenderung menghafal dan tidak mendalami makna serta tidak menerapkan nila-nilia tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan perilaku yang tidak sopan dan minim etika pada pendidikan terpaut dengan pancasila sila ke 2 yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta sila ke 5 yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal yang dilakukan oleh murid tersebut sangatlah tidak dapat dibenarkan, daripada melakukan tindakan implusif dengan melakukan kekerasan secara fisik, lebih baik simpan ponsel dan dengarkan penjelasan guru yang ada di depan. Bak kata pepatah adab dulu baru ilmu, yang memiliki makna yang sangat dalam bahwa etika dan akhlak yang baik adalah fondasi yang penting bagi keberkahan dan manfaat ilmu yang didapatkan, serta untuk menghindari kesombongan dan penyalahgunaan ilmu.

Baca Juga

Capital Budgeting

Capital Budgeting: Cara Sederhana Menentukan Investasi yang Tidak Merugikan

27 April 2026
Credit: https://pixabay.com/photos/businessman-job-hunting-manpower-8818855/

Manajemen Sumber Daya Manusia: Mengelola Manusia, Bukan Sekadar Mengurus Berkas

23 April 2026
literasi keuangan bagi karyawan

Pentingnya Literasi Keuangan Untuk Genersi Muda Dan Karyawan

15 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 08 at 08.11.07

Praktisi Tekankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi Kemanusiaan dan Penggerak Ekonomi

13 April 2026

Ketidaksopanan murid terhadap guru merupakan sebuah topik dan masalah yang serius, mencerminkan nilai-nilai moral dan etika yang ditinggalkan dan merosot dalam dunia pendidikan. Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi salah satunya yakni pola asuh keluarga, pengaruh dari media sosial, tidak bisa menyaring informasi dengan baik dan cenderung ditelan secara mentah.

Orang berilmu belum tentu memiliki adab yang baik akan tetapi orang beradab dan beretika pasti memiliki ilmu yang baik. Untuk mengatasi masalah ini agar tidak berlanjut dan tidak dinormalisasikan perlu adanya pembinaan mengenai karakter dan pembentukan etika dari seluruh pihak, baik keluarga, masyarakat, lingkungan sekolah dan lain lain. Dengan demikian karakter dan etika peserta didik dapat berangsur-angsur menjadi lebih baik dan tercapainya generasi penerus bangsa yang tumbuh menjadi pribadi yang beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur  bangsa.

    Share346Tweet216Share60Pin78SendShare
    Banner Publikasi Press Release Gratis
    Previous Post

    Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting Bersama Ibu-Ibu PKK RT 03 Desa Turen

    Next Post

    WIKA Beton dan BEM UI Kolaborasi untuk Pendidikan

    Reynata Hartani

    Reynata Hartani

    Related Posts

    Capital Budgeting

    Capital Budgeting: Cara Sederhana Menentukan Investasi yang Tidak Merugikan

    27 April 2026
    Credit: https://pixabay.com/photos/businessman-job-hunting-manpower-8818855/

    Manajemen Sumber Daya Manusia: Mengelola Manusia, Bukan Sekadar Mengurus Berkas

    23 April 2026
    literasi keuangan bagi karyawan

    Pentingnya Literasi Keuangan Untuk Genersi Muda Dan Karyawan

    15 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 08 at 08.11.07

    Praktisi Tekankan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi Kemanusiaan dan Penggerak Ekonomi

    13 April 2026
    Next Post
    WIKA Beton & BEM UI

    WIKA Beton dan BEM UI Kolaborasi untuk Pendidikan

    Apikmen

    Batik Lokal 'Apikmen' dari UMK Academy Pertamina Go Global Dubai dan Sydney

    Listrik SuperSUN Hadir di Pulau Satangnga, Hidupkan Denyut Kehidupan Warga

    Listrik SuperSUN Hadir di Pulau Satangnga, Hidupkan Denyut Kehidupan Warga

    Ekraf

    Menteri Ekraf Bersama APINDO dan KADIN Bangun Sinergi Tingkatkan Ekonomi Kreatif

    Minyak

    Menteri Bahlil Memohon Restu Presiden Mengevaluasi Izin Lapangan Minyak yang Terlantar

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta
    Berita Utama

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta

    by tondosusanto
    24 April 2026
    0

    Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Coretax Error! Wajib Pajak Siap-Siap Kena Denda 1 Juta Rupiah. Perusahaan...

    Read moreDetails
    WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1

    Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

    23 January 2026
    WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

    Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

    20 January 2026
    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

    29 December 2025
    Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

    WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

    9 December 2025
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    WhatsApp Image 2026 04 28 at 16.44.04

    Razia Blok Hunian Cempaka, Lapas Arga Makmur Pastikan Lingkungan Tetap Aman dan Bersih

    28 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 28 at 20.38.38

    Lapas Arga Makmur Berikan Pengobatan Rutin bagi 42 Warga Binaan di Klinik Pratama

    28 April 2026
    IMG 20260428 WA0005

    Lapas Arga Makmur Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Tahanan Baru sebagai Deteksi Dini

    28 April 2026
    IMG 20260428 WA0032

    Wujud Syukur dan Komitmen Pengabdian, Lapas Bandanaira Ikuti Tasyakuran HBP ke-62 Secara Hybrid ‎

    28 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 28 at 10.07.52

    Terima Kenaikan Pangkat Reguler, Karutan Sematkan Tanda Pangkat Kepada Dua Puluh Pegawai Rutan Bengkulu

    28 April 2026
    WhatsApp Image 2026 04 28 at 10.08.31

    Kinerja Gemilang Berbuah Penghargaan, Karutan Bengkulu Berikan Piagam Penghargaan Pegawai Teladan

    28 April 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 redaksi@pelataran.com

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Salsa
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Account
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita